by

Surat Al-Baqarah & Terjemahnya

Wallpaper-islam-15679036-1105-884

Al-Baqarah

بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

الم(1)

Alif Lâm Mîm.

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ(2)

Itu adalah Kitab (agung) yang tidak ada keraguan di dalamnya; sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa,

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُوْنَ(3)

(yaitu) orang-orang yang beriman kepada alam ghaib, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian harta yang telah Kami anugerahkan kepada mereka,

وَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَ مَا أُنْزِلَ مِن قَبْلِكَ وَ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ(4)

dan mereka yang beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin dengan adanya (kehidupan) akhirat.

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ(5)

Mereka berada di jalan petunjuk Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُوْنَ(6)

Sesungguhnya orang-orang kafir tidak berbeda bagi mereka, baik engkau memberikan peringatan kepada mereka atau tidak; mereka tidak akan beriman.

خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوْبِهمْ وَ عَلَى سَمْعِهِمْ وَ عَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَ لَهُمْ عَذَابٌ عظِيْمٌ(7)

Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka (dihalangi oleh) sebuah penutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

وَ مِنَ النَّاسِ مَن يَقُوْلُ آمَنَّا بِاللّهِ وَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَ مَا هُم بِمُؤْمِنِيْنَ(8)

Ada sebagian manusia yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan Hari kiamat”, padahal mereka itu bukan orang-orang yang beriman.

يُخَادِعُوْنَ اللّهَ وَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ مَا يَخْدَعُوْنَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَ مَا يَشْعُرُوْنَ(9)

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedang mereka tidak sadar.

فِيْ قُلُوْبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللهُ مَرَضًا وَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ  (10)

Dalam hati mereka terdapat penyakit, lalu Allah menambahkan penyakit kepada mereka, dan bagi mereka siksa yang pedih karena mereka berdusta.

وَ إِذَا قِيْلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُوْا فِي الْأَرْضِ قَالُوْا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ(11)

Dan jika dikatakan kepada mereka, “Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi”, mereka hanya menjawab, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan”.

أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَ لَكِنْ لاَّ يَشْعُرُوْنَ(12)

Ingatlah, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang membuat kerusakan, akan tetapi mereka tidak sadar.

وَ إِذَا قِيْلَ لَهُمْ آمِنُوْا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوْا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاء أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِنْ لاَّ يَعْلَمُوْنَ(13)

Dan jika dikatakan kepada mereka, “Berimanlah sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab, “Apakah kami harus beriman sebagaimana orang-orang yang tolol itu telah beriman?”. Ingatlah, sesungguhnya merekalah  orang-orang yang tolol, akan tetapi mereka tidak tahu.

وَ إِذَا لَقُوْا الَّذِيْنَ آمَنُوْا قَالُوْا آمَنَّا وَ إِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِيْنِهِمْ قَالُوْا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِؤُوْنَ(14)

Dan jika mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman”. Dan jika mereka menyendiri dengan setan-setan mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kalian, kami hanyalah (ingin) memperolokkan (mereka)”.

اللّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَ يَمُدُّهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ(15)

Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

أُولَئِكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الضَّلاَلَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَتْ تِّجَارَتُهُمْ وَ مَا كَانُوْا مُهْتَدِيْنَ(16)

Mereka itulah orang yang (rela) membeli kesesatan dengan (harga) petunjuk. Hasilnya, perniagaan mereka tidak memberikan hasil dan mereka tidak mendapat petunjuk.

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللهُ بِنُوْرِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِيْ ظُلُمَاتٍ لاَّ يُبْصِرُوْنَ(17)

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api. Ketika api itu menerangi sekelilingnya, Allah menghilangkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka (terombang-ambing) dalam kegelap-gulitaan dalam keadaan tidak dapat melihat (apa-apa).

صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَ يَرْجِعُوْنَ(18)

Mereka adalah tuli, bisu dan buta. Dengan demikian, mereka tidak akan kembali (ke jalan yang benar).

أَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاء فِيْهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُوْنَ أَصَابِعَهُمْ فِيْ آذَانِهِمْ مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ واللهُ مُحِيْطٌ بِالْكافِرِيْنَ(19)

Atau (perumpamaan mereka) seperti (orang-orang yang berada di bawah) hujan lebat dari langit yang disertai dengan gelap-gulita, guruh dan kilat. Mereka karena takut mati menyumbat telinga dengan jari-jari mereka (sehingga tidak mendengar suara sambaran) petir. Dan Allah meliputi orang-orang kafir.

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُم مَّشَوْا فِيْهِ وَ إِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا وَلَوْ شَاءْ اللهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَ أَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّه عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ(20)

Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari (jalan) mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan apabila kegelapan menimpa mereka, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya Ia akan melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَ الَّذِيْنَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ(21)

Wahai manusia, sembahlah Tuhan kalian Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu agar kalian bertakwa.

اَلَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشاً وَ السَّمَاءَ بِنَاءً وَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ فَلاَ تَجْعَلُوْا ِللهِ أَندَاداً وَ أَنتُمْ تَعْلَمُوْنَ(22)

Dialah yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Ia menumbuhkan dengan hujan itu segala jenis buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui (bahwa tidak satupun dari para sekutu itu yang menciptakanmu dan memberikan rezeki kepadamu).

وَ إِنْ كُنتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهِ وَ ادْعُوْا شُهَدَاءَكُم مِّنْ دُوْنِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ(23)

Dan jika kalian (tetap) meragukan Al Quran yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah (paling tidak) satu surat  yang semisal dengan Al-Quran itu, dan jika kalian jujur, ajaklah penolong-penolongmu selain Allah (untuk melakukan hal itu).

فَإِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَ لَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَ الْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِيْنَ(24)

Maka, jika kalian tidak mampu untuk melakukan (hal itu) –dan pasti kalian tidak akan mampu melakukannya–, maka takutlah kepada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Neraka itu telah disediakan bagi orang-orang kafir.

وَ بَشِّرِ الَّذِيْن آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِيْ مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا قَالُوْا هَذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِن قَبْلُ وَ أُتُوْا بِهِ مُتَشَابِهاً وَلَهُمْ فِيْهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ(25)

Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih bahwa surga-surga yang sungai-sungai mengalir di dalamnya (telah tersedia) bagi mereka. Setiap kali mereka diberi buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka berkata, “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan di dalam surga-surga itu mereka memiliki istri-istri yang suci. Dan mereka kekal di dalamnya.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِيْ أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِيْنَ آمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ وَ أَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلاً يُضِلُّ بِهِ كَثِيْراً وَيَهْدِيْ بِهِ كَثِيْراً وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الْفَاسِقِيْنَ(26)

Sesungguhnya Allah tidak akan malu untuk membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. Akan tetapi, orang-orang kafir akan berkata: “Apakah maksud Allah menjadikan ini sebagai perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu Ia menyesatkan banyak orang dan dengan perumpamaan itu Ia (juga) memberikan petunjuk kepada banyak orang. Dan Ia tidak akan menyesatkan kecuali orang-orang yang fasik,

اَلَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيْثَاقِهِ وَ يَقْطَعُوْنَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوْصَلَ وَ يُفْسِدُوْنَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ(27)

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk disambung dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka adalah orang-orang yang rugi.

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللَّهِ وَ كُنتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ(28)

Mengapa kalian mengingkari Allah padahal kalian sebelum ini mati lalu Allah menghidupkanmu, kemudian Ia mematikanmu (lagi) dan menghidupkanmu kembali, lalu kalian dikembalikan kepada-Nya?

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِي الْأَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءَ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَ هُوَ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ(29)

Dialah yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kalian. Kemudian Ia berkehendak (untuk  menciptakan) langit, lalu Ia menjadikannya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَ إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّيْ جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أَتَجْعَلُ فِيْهَا مَن يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَ نَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَ نُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّيْ أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُوْنَ(30)

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku ingin menjadikan seorang khalifah di muka bumi”, mereka berkata, “Apakah Engkau akan menjadikan seorang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, sedangkan kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu?”. Ia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui”.

وَ عَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُوْنِيْ بِأَسْمَاءِ هَؤُلاَءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ(31)

Dan Dia mengajarkan kepada Adam (rahasia ciptaan dan nama-nama para makhluk) seluruhnya, kemudian Ia menunjukkan mereka kepada para Malaikat seraya berfirman: “Jika kalian berkata benar, sebutkanlah kepada-Ku nama-nama mereka itu!”.

قَالُوْا سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَا إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ(32)

Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau!.  Kami tidak mengetahui kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَّكُمْ إِنِّيْ أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ وَ أَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ(33)

Allah berfirman, “Wahai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama mereka ini”. Maka setelah ia memberitahukan nama-nama mereka itu kepada mereka, Ia berfirman, “Bukankah sudah Kukatakan kepada kalian bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan mengetahui apa yang kalian tampakkan dan sembunyikan?”

وَ إِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوْا لِآدَمَ فَسَجَدُوْا إِلاَّ إِبْلِيْسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَ كَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ(34)

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kepada Adam!”. Seketika  itu juga mereka bersujud (kepadanya) kecuali Iblis; Ia enggan dan congkak, dan (dengan demikian) ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

وَ قُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَ زَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَ كُلاَ مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَ لاَ تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الْظَّالِمِيْنَ(35)

Dan Kami berfirman, “Wahai Adam! Tinggallah bersama istrimu di dalam surga ini, makanlah segala makanan yang ada di dalamnya sesuka hati kalian, dan janganlah kalian dekati pohon ini, karena kalian akan termasuk dalam golongan orang-orang yang lalim”.

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيْهِ وَ قُلْنَا اهْبِطُوْا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَ لَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَ مَتَاعٌ إِلَى حِيْنٍ(36)

Setan menggelincirkan mereka berdua dari surga itu dan mengeluarkan mereka dari tempat kediaman mereka. (Akhirnya), Kami berfirman, “Turunlah kalian semua! Sebagian kalian adalah musuh bagi yang lain. Dan di atas bumi kalian memiliki tempat kediaman dan kesenangan hidup hingga waktu yang ditentukan”.

فَتَلَقَّى آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(37)

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعاً فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ(38)

Kami berfirman, “Turunlah kalian semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya mereka tidak akan merasa takut dan tidak (pula) bersedih hati”.

وَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَ كَذَّبُوْا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ(39)

Dan orang-orang yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

يَا بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَ أَوْفُوْا بِعَهْدِيْ أُوْفِ بِعَهْدِكُمْ وَ إِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ(40)

Wahai Bani Israel,  ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Kuanugerahkan kepada kalian dan penuhilah janji-Ku niscaya Aku akan penuhi janji kalian, dan (dalam melaksanakan kewajiban dan menepati janji) hanya kepada-Kulah kalian harus takut.

وَ آمِنُوْا بِمَا أَنزَلْتُ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَكُمْ وَ لاَ تَكُوْنُوْا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ وَ لاَ تَشْتَرُوْا بِآيَاتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ(41)

Dan berimanlah kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada di tangan kalian (Taurat), janganlah kalian menjadi orang pertama yang mengingkarinya, janganlah kalian menjual ayat-ayat-Ku dengan harga murah, dan hanya kepada Akulah kalian harus bertakwa.

وَ لاَ تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَ تَكْتُمُوا الْحَقَّ وَ أَنتُمْ تَعْلَمُوْنَ(42)

Dan janganlah kalian campur-adukkan kebenaran dengan kebatilan, dan janganlah kalian tutupi kebenaran itu, sedangkan kalian mengetahui.

وَ أَقِيْمُوْا الصَّلاَةَ وَ آتُوا الزَّكَاةَ وَ ارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ(43)

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

أَتَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَ تَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَ أَنْتُمْ تَتْلُوْنَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ(44)

Apakah kalian menyuruh orang lain (untuk mengerjakan) kebaikan (dan beriman kepada seorang nabi yang tand-tandanya terdapat di dalam kitab Taurat) sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri padahal kalian membaca kitab (Taurat)? Apakah kalian tidak berpikir?

وَ اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاَةِ وَ إِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِيْنَ(45)

Dan mintalah pertolongan dari sabar dan shalat. Dan sesungguhnya hal itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

اَلَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ أَنَّهُمْ مُّلاَقُوْ رَبِّهِمْ وَ أَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ (46)

(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka dan mereka akan kembali kepada-Nya.

يَا بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَ أَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِيْنَ(47)

Wahai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Kuanugerahkan kepada kalian dan (ingatlah pula) bahwa Aku telah mengutamakan kalian atas seluruh penduduk alam.

وَ اتَّقُوْا يَوْماً لاَّ تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْئاً وَ لاَ يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَ لاَ يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَ لاَ هُمْ يُنْصَرُوْنَ(48)

Dan takutlah akan suatu hari (yang pada hari itu) tidak seseorang pun dapat membela orang lain, tidak diterima syafa`at darinya dan tebusan darinya serta mereka tidak akan mendapatkan pertolongan.

وَ إِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ أَبْنَاءَكُمْ وَ يَسْتَحْيُوْنَ نِسَاءَكُمْ وَ فِيْ ذَلِكُمْ بَلاَءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ(49)

Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kalian dari pengikut-pengikut Fir’aun; mereka menimpakan siksaan yang sangat berat atas kalian, menyembelih anak-anak laki kalian dan membiarkan istri-istri kalian hidup (untuk dijadikan budak). Dan dalam semua (peristiwa) itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhan kalian.

وَ إِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنجَيْنَاكُمْ وَ أَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَ أَنتُمْ تَنْظُرُوْنَ(50)

Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untuk kalian, lalu Kami menyelamatkan kalian dan menenggelamkan para pengikut Fir’aun sedangkan kalian menyaksikan sendiri (peristiwa tersebut).

وَ إِذْ وَاعَدْنَا مُوْسَى أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِن بَعْدِهِ وَ أَنتُمْ ظَالِمُوْنَ(50)

Dan (ingatlah) ketika Kami menjanjikan empat puluh malam kepada Musa kemudian  kalian menjadikan anak sapi (sebagai sembahan kalian) setelah ia (pergi untuk menerima wahyu Ilahi) sedangkan kalian adalah orang-orang yang lalim.

ثُمَّ عَفَوْنَا عَنكُمِ مِّنْ بَعْدِ ذَلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ(52)

Kemudian sesudah itu Kami maafkan (kesalahan) kalian agar kalian bersyukur.

وَ إِذْ آتَيْنَا مُوْسَى الْكِتَابَ وَ الْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ(53)

Dan (ingatlah) ketika Kami anugerahkan kitab (Taurat) kepada Musa dan keterangan (yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan) agar kalian mendapat petunjuk.

وَ إِذْ قَالَ مُوْسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوْبُوْا إِلَى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(54)

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri sendiri dengan menjadikan anak sapi (sebagai sembahan kalian). Maka bertobatlah kepada Tuhan Pencipta kalian dan bunuhlah diri kalian. Hal itu adalah lebih baik bagimu di sisi Tuhan Pencipta kalian, kemudian Ia menerima tobatmu. Sesungguhnya Ia Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

وَ إِذْ قُلْتُمْ يَا مُوْسَى لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنتُمْ تَنظُرُوْنَ(55)

Dan (ingatlah) ketika kalian berkata, “Wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan mata kepala”. Lalu (karena itu) halilintar menyambar kalian sedang kalian menyaksikannya.

ثُمَّ بَعَثْنَاكُم مِّنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ(56)

Setelah itu Kami bangkitkan kalian sesudah kalian mati supaya kalian bersyukur.

وَ ظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَ السَّلْوَى كُلُوْا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَ مَا ظَلَمُوْنَا وَلَكِنْ كَانُوْا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ(57)

Dan Kami menaungi kalian dengan awan dan menurunkan “manna” (manisan semacam madu) dan “salwa” (seekor burung seperti burung dara) kepada kalian. Makanlah dari rezeki baik yang telah Kami anugerahkan kepada kalian. Dan mereka tidak menzalimi Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

وَ إِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هَذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَداً وَ ادْخُلُوْا الْبَابَ سُجَّداً وَ قُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ وَ سَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ(58)

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman, “Masuklah kalian ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari (hasil buminya) yang banyak lagi enak sesuka hati kalian, masuklah (melalui) pintu gerbang (peribadatan Baitul Maqdis) dengan penuh kerendahan hati, dan berserulah, ‘Ya Allah, luluhkanlah dosa-dosa kami!’, niscaya Kami akan mengampuni kesalahan-kesalahan kalian. Dan kelak Kami akan menambahkan  (anugerah) kepada orang-orang yang berbuat kebajikan”.

فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا قَوْلاً غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رِجْزاً مِّنَ السَّمَاء بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ(59)

Lalu orang-orang yang lalim merubah perintah (yang telah diberikan kepada mereka itu) dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Oleh sebab itu, Kami timpakan atas orang-orang yang lalim itu siksa dari langit karena kefasikan mereka.

وَ إِذِ اسْتَسْقَى مُوْسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِب بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْناً قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ كُلُوْا وَ اشْرَبُوْا مِن رِّزْقِ اللهِ وَ لاَ تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِيْنَ(60)

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Niscaya memancarlah dari batu tersebut dua belas mata air (sehingga) setiap suku (Bani Israil yang berjumlah dua belas kabilah itu) mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang telah diberikan oleh) Allah dan janganlah berbuat kerusakan di muka bumi.

وَ إِذْ قُلْتُمْ يَا مُوْسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُوْمِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ أَدْنَى بِالَّذِيْ هُوَ خَيْرٌ اهْبِطُوْا مِصْراً فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَآؤُوْا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِآيَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيِّيْنَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّ كَانُوْا يَعْتَدُوْنَ(61)

Dan (ingatlah), ketika kalian berkata, “Wahai Musa, kami tidak bisa tahan dengan satu macam makanan saja. Oleh sebab itu, mohonlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Ia mengeluarkan bagi kami segala yang tumbuh dari bumi, seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah”. Musa menjawab, “Apakah kalian (rela) mengambil sesuatu yang rendah sebagai ganti dari yang lebih baik? Pergilah ke suatu kota niscaya kalian akan memperoleh apa yang kalian minta”. Lalu mereka ditimpa kenistaan dan kepapaan serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu dikarenakan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Demikian itu dikarenakan mereka berbuat durhaka dan selalu melampaui batas.

إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ الَّذِيْنَ هَادُوْا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِيْنَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَ الْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ(62)

Sesungguhnya mukminin, para pemeluk (agama) Yahudi, para pemeluk (agama) Nasrani dan Shābi`īn (para pengikut Nabi Yahya a.s.), jika mereka (benar-benar) beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka mereka akan mendapatkan pahala di sisi Tuhan mereka, tidak merasa takut dan tidak (pula) bersedih hati.

وَ إِذْ أَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَ رَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَ خُذُوْا مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ وَ اذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ(63)

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari kalian dan mengangkat (gunung) Thursina di atas (kepala) kalian (seraya Kami berfirman), “Peganglah apa yang telah Kami berikan kepada kalian dengan kuat (nan teguh) dan camkanlah selalu apa yang ada di dalamnya (serta amalkanlah) agar kalian bertakwa”.

ثُمَّ تَوَلَّيْتُم مِّنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَلَوْلاَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَتُهُ لَكُنْتُم مِّنَ الْخَاسِرِيْنَ(64)

Kemudian kalian berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. Jika tidak karena karunia Allah dan rahmat-Nya atas kalian, niscaya kalian akan tergolong orang-orang yang rugi.

وَ لَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خَاسِئِيْنَ(65)

Dan sesungguhnya kalian telah mengetahui orang-orang di antara kalian yang melanggar (ketentuan Ilahi) pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, “Jadilah kera-kera yang terusir (nan hina)!”

فَجَعَلْنَاهَا نَكَالاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَ مَا خَلْفَهَا وَ مَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِيْنَ(66)

Maka Kami jadikan siksa tersebut sebagai peringatan bagi orang-orang (yang hidup) di masa itu dan generasi yang datang kemudian serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَ إِذْ قَالَ مُوْسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوْا بَقَرَةً قَالُوْا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوْذُ بِاللّهِ أَنْ أَكُوْنَ مِنَ الْجَاهِلِيْنَ(67)

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyembelih seekor sapi betina (lalu pukulkanlah sepotong dagung sapi itu ke tubuh jenazah yang tidak diketahui pembunuhnya itu sehingga ia bangun dari kematiannya dan memberitahukan siapa pembunuhnya yang sebenarnya)”. Mereka berkata, “Apakah engkau memperolokkan kami?” Ia menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk golongan orang-orang yang bodoh”.

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لّنَا مَا هِيَ قَالَ إِنَّهُ يَقُوْلُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لاَّ فَارِضٌ وَ لاَ بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَلِكَ فَافْعَلُواْ مَا تُؤْمَرُوْنَ(68)

Mereka berkata, “Mohonlah kepada Tuhanmu agar Ia menerangkan kepada kami sapi betina apakah itu!” Musa menjawab, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa ia adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan di antara itu. Maka kerjakanlah apa yang telah diperintahkan kepada kalian”.

قَالُوْا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا لَوْنُهَا قَالَ إِنَّهُ يَقُوْلُ إِنّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِيْنَ(69)

Mereka berkata, “Mohonlah kepada Tuhanmu agar Ia menerangkan kepada kami apa warnanya”. Musa menjawab, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa (warna) sapi betina itu adalah kuning tua (yang merata) nan menyenangkan orang-orang yang memandangnya.”

قَالُوْا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَ إِنَّ البَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّآ إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُوْنَ(70)

Mereka berkata, “Mohonlah kepada Tuhanmu agar Ia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan jika Allah menghendaki (dengan keterangan yang telah kau berikan) kami akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).”

قَالَ إِنَّهُ يَقُوْلُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لاَّ ذَلُوْلٌ تُثِيْرُ الْأَرْضَ وَ لاَ تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لاَّ شِيَةَ فِيْهَا قَالُوْا الْآنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوْهَا وَ مَا كَادُوْا يَفْعَلُوْنَ(71)

Musa berkata, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa ia adalah sapi betina yang belum pernah digunakan untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat (dan) tidak ada belangnya.” Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya”. Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak dapat melaksanakan perintah itu.

وَ إِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيْهَا وَاللهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ(72)

Dan (ingatlah) ketika kalian membunuh seorang jiwa lalu kalian saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah akan menyingkap apa yang selama ini kalian sembunyikan.

فَقُلْنَا اضْرِبُوْهُ بِبَعْضِهَا كَذَلِكَ يُحْيِي اللهُ الْمَوْتَى وَيُرِيْكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ(73)

Lalu Kami berfirman, “Pukullah jenazah itu dengan sepotong (daging) sapi betina itu (niscaya ia akan bangun dari kematiannya dan memberitahukan siapa pembunuhnya)!” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati dan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kalian agar kalian berpikir.

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُم مِّنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَ إِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَ إِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَ إِنَّ مِنْهَا لَمَايَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَ مَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ(74)

Kemudian setelah (peristiwa) itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu ada yang mengalir sungai-sungai dari (selah-selahnya), ada yang terbelah lalu mengucurlah mata air darinya dan ada juga yang jatuh ke bawah (dari atas gunung) karena takut kepada Allah. Dan Allah tidak akan pernah lengah dari apa yang kalian kerjakan.

أَفَتَطْمَعُوْنَ أَنْ يُؤْمِنُوْا لَكُمْ وَ قَدْ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلاَمَ اللهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهُ مِن بَعْدِ مَا عَقَلُوْهُ وَ هُمْ يَعْلَمُوْنَ(75)

Apakah kalian masih mengharapkan supaya mereka beriman kepada (agama) kalian padahal segolongan dari mereka telah mendengar firman Allah lalu setelah memahaminya mereka mengubahnya sedangkan mereka mengetahui?

وَ إِذَا لَقُوا الَّذِيْنَ آمَنُوْا قَالُوْا آمَنَّا وَ إِذَا خَلاَ بَعْضُهُمْ إِلَىَ بَعْضٍ قَالُوْا أَتُحَدِّثُوْنَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَآجُّوْكُم بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ(76)

Dan ketika berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami pun telah beriman,” akan tetapi jika berada di antara sesama mereka, mereka (saling menyalahkan antara sesama mereka sendiri seraya) berkata, “Mengapa kalian menceritakan kepada mereka (mukminin tentang sifat-sifat Muhammad) yang telah diterangkan Allah kepada kalian (sehingga dengan demikian pada hari kiamat) mereka dapat mengalahkan kalian di hadapan Tuhan. Tidakkah kalian mengerti!?”

أَوَ لاَ يَعْلَمُوْنَ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَ مَا يُعْلِنُوْنَ(77)

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan tampakkan?

وَ مِنْهُمْ أُمِّيُّوْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ الْكِتَابَ إِلاَّ أَمَانِيَّ وَ إِنْ هُمْ إِلاَّ يَظُنُّوْنَ(78)

Dan di antara mereka terdapat orang-orang buta huruf yang tidak mengetahui kitab (Taurat) kecuali dongeng bohong belaka dan mereka hanya (mempercayai) dugaan mereka.

فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللهِ لِيَشْتَرُوْا بِهِ ثَمَناً قَلِيْلاً فَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ(79)

Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri lalu mereka berkata, “Kitab ini berasal dari sisi Allah” (dengan tujuan) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka celaka besarlah mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri dan karena (hasil yang) mereka dapatkan (dari jalan ini).

وَ قَالُوْا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلاَّ أَيَّاماً مَّعْدُوْدَةً قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللهُ عَهْدَهُ أَمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُوْنَ(80)

Dan mereka berkata, “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali selama beberapa hari”. Katakanlah, “Apakah kalian sudah mengambil janji dari Allah (untuk itu) sehingga Ia tidak akan mengingkari janji-Nya ataukah kalian hanya membohongkan atas nama Allah apa yang tidak kalian ketahui?”.

بَلَى مَن كَسَبَ سَيِّئَةً وَ أَحَاطَتْ بِهِ خَطِيْئَتُهُ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ(81)

Ya, barangsiapa berbuat dosa dan kesalahannya menyelimuti sekujur tubuhnya, mereka adalah penghuni neraka (dan) mereka kekal di dalamnya.

وَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ عَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ(82)

Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka adalah penghuni surga (dan) mereka kekal di dalamnya.

وَ إِذْ أَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ لاَ تَعْبُدُوْنَ إِلاَّ اللّهَ وَ بِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَ ذِي الْقُرْبَى وَ الْيَتَامَى وَ الْمَسَاكِيْن وَ قُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْناً وَ أَقِيْمُوا الصَّلاَةََ وَ آتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلاَّ قَلِيْلاً مِّنكُمْ وَ أَنْتُمْ مِّعْرِضُوْنَ(83)

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil bahwa janganlah menyembah selain Allah, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, ucapkanlah kata-kata yang baik kepada setiap manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat, kemudian kalian tidak menepati janji itu kecuali sebagian kecil dan kalian selalu enggan (untuk menepati janji itu).

وَ إِذْ أَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ لاَ تَسْفِكُوْنَ دِمَاءَكُمْ وَ لاَ تُخْرِجُوْنَ أَنْفُسَكُم مِّنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَ أَنْتُمْ تَشْهَدُوْنَ(84)

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari kalian untuk tidak menumpahkan darah dan tidak akan mengusir diri kalian (baca : saudara kalian sebangsa) dari kampung halaman kalian, kemudian kalian berikrar (akan memenuhinya) dan kalian menyaksikannya.

ثُمَّ أَنْتُمْ هَؤُلاَءِ تَقْتُلُوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَ تُخْرِجُوْنَ فَرِيْقاً مِّنْكُمْ مِّنْ دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُوْنَ عَلَيْهِمْ بِالْإِثْمِ وَ الْعُدْوَانِ وَ إِنْ يَأتُوْكُمْ أُسَارَى تُفَادُوْهُمْ وَ هُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ أَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَ تَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلاَّ خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّوْنَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَ مَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ(85)

Kemudian kalian (Bani Israil) membunuh diri (baca : saudara sebangsa) kalian dan mengusir segolongan dari (saudara) kalian sendiri dari kampung halamannya; (dan dalam perbuatan) dosa dan permusuhan ini kalian saling bantu-membantu, sedangkan jika mereka datang kepada kalian sebagai tawanan, kalian (akan membebaskan mereka dengan membayar) fidyah (tebusan) padahal pengusiran itu telah dilarang bagi kalian. Apakah kalian mempercayai sebagian (perintah) kitab (Taurat) dan mengingkari sebagian yang lain? Balasan bagi orang dari kalian yang berbuat demikian adalah kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka akan dicampakkan ke dalam siksa yang sangat berat. Dan Allah tidak akan lengah terhadap segala perilaku kalian.

أُولَئِكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآَخِرَةِ فَلاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَ لاَ هُمْ يُنْصَرُوْنَ(86)

Mereka adalah orang-orang yang telah (rela) membeli kehidupan dunia dengan akhirat. Maka siksa mereka tidak akan diringankan dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. (Al-Baqarah: 86)

وَ لَقَدْ آتَيْنَا مُوْسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِن بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَ آتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَ أَيَّدْنَاهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيْقاً كَذَّبْتُمْ وَ فَرِيْقاً تَقْتُلُوْنَ(87)

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kitab (Taurat) kepada Musa dan mengutus para rasul setelahnya secara berturut-turut. Kami telah menganugerahkan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap rasul datang kepada kalian dengan membawa misi yang tidak sesuai dengan keinginan kalian lalu kalian bertindak angkuh; sebagian dari (para rasul itu) kalian dustakan dan sebagian (yang lain) kalian bunuh?

وَ قَالُوْا قُلُوْبُنَا غُلْفٌ بَل لَّعَنَهُمُ اللهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلاً مَّا يُؤْمِنُوْنَ(88)

Dan mereka (dengan niat mengejek) berkata, “Hati kami tertutup (dan tidak pernah memahami semua ucapanmu)”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka, (dan dengan demikian) sangat sedikit dari mereka yang beriman.

وَ لَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِّنْ عِنْدِ اللهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّه عَلَى الْكَافِرِيْنَ(89)

Dan setelah datang kepada mereka sebuah kitab (Al Quran) dari sisi Allah yang membenarkan agama (sejati) yang pernah mereka (miliki) dan sebelum itu mereka selalu menunggu kemenangan atas orang-orang kafir (dengan bantuan agama baru tersebut), ketika kitab (dan kenabian) yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah atas orang-orang kafir.

بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللّهُ بَغْياً أَنْ يُنَزِّلَ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَى مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ فَبَآؤُوْا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَ لِلْكَافِرِيْنَ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ(90)

Alangkah buruknya harga (yang telah mereka jadikan harga untuk) menjual diri mereka sendiri; mereka mengingkari setiap yang diturunkan oleh Allah karena dengki mengapa Ia menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka ditimpa murka (Allah) silih berganti. Dan orang-orang kafir akan mendapatkan siksaan yang menghinakan.

وَ إِذَا قِيْلَ لَهُمْ آمِنُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللهُ قَالُوْا نُؤْمِنُ بِمَآ أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَ يَكْفُرُوْنَ بِمَا وَرَاءهُ وَ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ أَنبِيَاءَ اللّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُم مُّؤْمِنِيْنَ(91)

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kepada apa yang telah diturunkan oleh Allah!”, mereka berkata, “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka mengingkari selain itu sedangkan ia adalah yang hak (dan) membenarkan kitab yang mereka miliki. Katakanlah, “(Jika kalian jujur dan) beriman (kepada kitab yang telah diturunkan kepada kalian), mengapa sebelum ini kalian membunuh para nabi Allah (yang telah membawa kitab tersebut)?”

وَلَقَدْ جَاءَكُم مُّوْسَى بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِن بَعْدِهِ وَأَنتُمْ ظَالِمُوْنَ(92)

Sesungguhnya Musa telah datang kepada kalian dengan membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian setelah ia pergi kalian menjadikan anak sapi (sebagai sembahan), dan (sebenarnya) kalian adalah orang-orang yang lalim.

وَ إِذْ أَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَ رَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَ خُذُوْا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَ اسْمَعُوْا قَالُوْا سَمِعْنَا وَ عَصَيْنَا وَ أُشْرِبُوْا فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيْمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ(93)

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari kalian dan mengangkat bukit (Thursina) di atas (kepala) kalian (seraya berfirman), “Peganglah erat-erat segala perintah yang telah Kami berikan kepada kalian dan dengarkanlah (baik-baik)!” Mereka menjawab, “Kami telah mendengarkan dan (setelah itu) melanggarnya”. Dan karena kekafiran mereka, (kecintaan menyembah) anak sapi telah meresap di dalam hati mereka. Katakanlah, “Jika kalian (memang) beriman, alangkah jeleknya perbuatan yang diperintahkan oleh iman kalian itu!”.

قُلْ إِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآَخِرَةُ عِنْدَ اللّهِ خَالِصَةً مِّنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ(94)

Katakanlah, “Jika kalian (yakin) memiliki rumah (di) akhirat (yang) dikhususkan untuk kalian di sisi Allah bukan untuk orang lain, maka jika kalian berkata benar, harapkanlah kematian.

وَ لَنْ يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيْهِمْ وَ اللهُ عَلِيْمٌ بِالظَّالِميْنَ(95)

Dan mereka tidak akan pernah mengharapkan kematian itu karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang lalim.

وَ لَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَ مِنَ الَّذِيْنَ أَشْرَكُوْا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَ مَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَ اللهُ بَصِيْرٌ بِمَا يَعْمَلُوْنَ(96)

Dan engkau akan mendapatkan mereka sebagai manusia yang paling tamak terhadap kehidupan (dunia ini), dan bahkan (mereka lebih tamak) dari musyrikin. Masing-masing dari mereka berharap agar dipanjangkan umurnya (hingga) seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan dapat menjauhkannya dari siksa (Ilahi). Dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang mereka kerjakan.

قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللهِ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَ هُدًى وَ بُشْرَى لِلْمُؤْمِنِيْنَ(97)

Katakanlah, “Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, (sebenarnya ia adalah musuh Allah. Hal itu dikarenakan) ia telah menurunkan Al Quran ke dalam hatimu dengan izin Allah (yang) membenarkan kitab-kitab (samawi yang telah diturunkan) sebelumnya, menjadi petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

مَن كَانَ عَدُوًّا ِللهِ وَ مَلآئِكَتِهِ وَ رُسُلِهِ وَ جِبْرِيْلَ وَ مِيْكَالَ فَإِنَّ اللهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِيْنَ(98)

Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, para malaikat, rasul-Nya, Jibril dan Mikail, sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.

وَ لَقَدْ أَنْزَلْنَآ إِلَيْكَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَ مَا يَكْفُرُ بِهَا إِلاَّ الْفَاسِقُوْنَ(99)

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas dan tidak akan mengingkarinya kecuali orang-orang yang fasik.

أَوَ كُلَّمَا عَاهَدُوْا عَهْداً نَّبَذَهُ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يُؤْمِنُوْنَ(100)

Bukankah demikian kenyataannya bahwa setiap kali mereka (orang-orang Yahudi) mengadakan perjanjian (dengan Allah dan Rasul), sekelompok dari mereka pasti mencampakkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.

وَ لَمَّا جَاءَهُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ عِنْدِ اللهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيْقٌ مِّنَ الَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْكِتَابَ كِتَابَ اللّهِ وَرَاءَ ظُهُوْرِهِمْ كَأَنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ(101)

Dan setelah datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah).

وَ اتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِيْنُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَ مَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَ لَكِنَّ الشَّيْاطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَ مَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ وَ مَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُوْلاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهِ وَ مَا هُم بِضَآرِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَ يَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَ لاَ يَنْفَعُهُمْ وَ لَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَ لَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ(102)

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca (dipelajari) oleh para setan itu pada masa kerajaan Sulaiman, padahal Sulaiman tidak kafir (dan tidak mengerjakan sihir), dan hanya setan-setan itulah yang kafir serta mengajarkan sihir kepada manusia. Dan (mereka juga mengikuti) apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut. Mereka berdua tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun kecuali berpesan (sebelumnya), “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu). Oleh sebab itu, janganlah kau kafir (dan jangan kau menyalahgunakan pelajaran ini)”. (Akan tetapi), mereka (menyalahgunakan hal itu dan) hanya mempelajari dari kedua malaikat itu apa dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mendatangkan bahaya kepada seseorang kecuali dengan izin Allah. Mereka (hanya) mempelajari sesuatu yang dapat mendatangkan bahaya kepada (diri) mereka dan tidak memberikan manfaat. Dan sesungguhnya mereka meyakini bahwa barangsiapa membeli (barang) itu, ia tidak akan mendapatkan keuntungan di akhirat. Alangkah jeleknya barang yang mereka jual diri mereka dengannya itu, jika mereka mengetahui.

وَ لَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوْا وَ اتَّقَوْا لَمَثُوْبَةٌ مِّنْ عِنْدِ اللهِ خَيْرٌ لَّوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ(103)

Sesungguhnya jika mereka beriman dan bertakwa, niscaya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, jika mereka mengetahui.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَقُوْلُوْا رَاعِنَا وَ قُوْلُوا انْظُرْنَا وَ اسْمَعُوْا وَ لِلْكَافِرِيْنَ عَذَابٌ أَلِيْمٌ(104)

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah berkata (kepada Muhammad), “Râ`inâ”, tetapi, katakanlah, “Unzhurnâ”, dan dengarkanlah (perintah ini). Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang amat pedih.[1]

مَّا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَ لاَ الْمُشْرِكِيْنَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَ اللهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ وَ اللهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ (105)

Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan musyrikin tidak menginginkan jika kebaikan diturunkan dari Tuhan kalian atas diri kalian. Dan Allah hanya mengkhususkan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki, dan Allah mempunyai karunia yang besar.

مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللهَ عَلَىَ كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ(106)

Setiap Kami tidak menghapus suatu ayat (baca : hukum) atau melupakannya, Kami akan mendatangkan yang lebih baik darinya atau sebanding dengannya. Apakah engkau tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ وَ مَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَ لاَ نَصِيْرٍ(107)

Apakah engkau tidak mengetahui bahwa hanya bagi Allahlah kerajaan langit dan bumi? Dan kalian tidak memiliki seorang pelindung dan penolong selain Allah.

أَمْ تُرِيْدُوْنَ أَنْ تَسْأَلُوْا رَسُوْلَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوْسَى مِنْ قَبْلُ وَ مَنْ يَتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْإِيْمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيْلِ(108)

Apakah kalian ingin meminta kepada Rasul kalian (sebuah permintaan yang tidak logis) sebagaimana Musa pernah diminta (untuk itu) pada zaman dahulu? Dan barangsiapa menukar iman dengan kekafiran, maka ia telah sesat dari jalan yang lurus.

وَدَّ كَثِيْرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْ بَعْدِ إِيْمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِّنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوْا وَ اصْفَحُوْا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ(109)

Mayoritas Ahli Kitab menginginkan agar dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka setelah kebenaran menjadi nyata bagi mereka. Maafkanlah mereka dan ampunilah sehingga Allah mendatangkan (baca : mengeluarkan) perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَ أَقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَ آتُوا الزَّكَاةَ وَ مَا تُقَدِّمُوْا لِأَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللهِ إِنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ(110)

Dan dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat. Setiap kebajikan yang kalian haturkan bagi diri kalian, tentu kalian akan mendapatkannya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kalian lakukan.

وَ قَالُوْا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ كَانَ هُوْدًا أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ(111)

Dan mereka berkata, “Tidak akan pernah masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan kosong mereka belaka. Katakanlah, “Tunjukkanlah bukti kalian jika kalian benar (baca : jujur)”.

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ ِللهِ وَ هُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ(112)

Iya! Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka ia memiliki pahalanya di sisi Tuhannya, tiada ketakutan (baca : kekhawatiran) bagi mereka, dan mereka tidak bersedih hati.[2]

وَ قَالَتِ الْيَهُوْدُ لَيْسَتِ النَّصَارَى عَلَىَ شَيْئٍ وَ قَالَتِ النَّصَارَى لَيْسَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى شَيْئٍ وَ هُمْ يَتْلُوْنَ الْكِتَابَ كَذَلِكَ قَالَ الَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ فَاللهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ(113)

Orang-orang Yahudi berkata, “Orang-orang Nasrani itu tidak memiliki kedudukan (di sisi Allah)[3]”, dan orang-orang Nasrani juga berkata, “Orang-orang Yahudi tidak memiliki kedudukan (di sisi Allah)”, padahal mereka (sama-sama) membaca al-Kitab. Begitu juga orang-orang yang tidak mengetahui itu mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka, Allahlah yang akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

وَ مَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهُ وَ سَعَى فِيْ خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوْهَا إِلاَّ خَآئِفِيْنَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ(114)

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha untuk menghancurkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya kecuali dengan perasaan takut (kepada Allah). Mereka akan mengalami kehinaan di dunia ini dan mendapat siksa yang berat di akhirat kelak.

وَ ِللهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللهِ إِنَّ اللهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ(115)

Dan hanya bagi Allah-lah timur dan barat. Maka, ke arah mana pun kalian menghadap, di situlah terdapat “wajah” Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.

وَ قَالُوا اتَّخَذَ اللهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَل لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ كُلٌّ لَّهُ قَانِتُوْنَ(116)

Mereka (orang-orang Yahudi, Nasrani, dan musyrikin) berkata, “Allah mempunyai seorang anak”. Maha Suci Allah! Bahkan, segala yang berada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Seluruhnya tunduk kepada-Nya.

بَدِيْعُ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ وَ إِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُوْلُ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ(117)

Ia adalah Pencipta langit dan bumi, dan bila Ia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka Ia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!”. Lalu, jadilah ia.

وَ قَالَ الَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ لَوْلاَ يُكَلِّمُنَا اللهُ أَوْ تَأْتِيْنَا آيَةٌ كَذَلِكَ قَالَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ تَشَابَهَتْ قُلُوْبُهُمْ قَدْ بَيَّنَّا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ(118)

Dan orang-orang yang tidak mengetahui itu berkata, “Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?” Demikian pula, orang-orang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka ini. Hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang meyakini.

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا وَ لاَ تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيْمِ(119)

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan engkau tidak akan dimintai (pertanggungjawaban) atas (kesesatan) para penghuni neraka.

وَ لَنْ تَرْضَى عَنكَ الْيَهُوْدُ وَ لاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الْهُدَى وَ لَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَ لاَ نَصِيْرٍ(120)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepadamu hingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah adalah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan seandainya engkau mengikuti kemauan mereka setelah engkau mengetahui, maka engkau tidak akan memiliki pelindung dan penolong dari Allah.[4]

اَلَّذِيْنَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُوْنَهُ حَقَّ تِلاَوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهِ وَ مَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ(121)

Orang-orang yang telah Kami berikan kitab (samawi) kepada mereka, (lalu) mereka membacanya (baca : mempelajarinya) dengan sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya (Nabi Islam). Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

يَا بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِيْنَ(122)

Wahai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Kuanugrahkan kepada kalian dan bahwa Aku telah mengutamakan kalian atas seluruh umat semesta alam.

وَ اتَّقُوْا يَوْمًا لاَّ تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْئًا وَ لاَ يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَ لاَ تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَ لاَ هُمْ يُنْصَرُوْنَ(123)

Dan takutlah akan suatu hari di mana seseorang tidak akan dapat membela orang lain sedikit pun, tidak akan diterima tebusan (apapun) darinya, syafaat tidak akan dapat memberikan manfaat kepadanya, dan mereka tidak akan ditolong.

وَ إِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيْمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِيْنَ(124)

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu ia menunaikannya (dengan baik). Ia berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikanmu sebagai imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata, “Dan dari keturunanku (juga)?” Ia berfirman, “Janji-Ku (ini) tidak akan mengenai orang-orang yang lalim”.

وَ إِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَ أَمْناً وَ اتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ إِبْرَاهِيْمَ مُصَلًّى وَ عَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِيْنَ وَ الْعَاكِفِيْنَ وَ الرُّكَّعِ السُّجُوْدِ(125)

Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) itu tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah dari maqâm[5] Ibrahim sebagai tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku (ini) untuk orang-orang yang melakukan thawaf, yang beri’tikaf[6], yang ruku’, dan yang sujud”.

وَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَ ارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ قَالَ وَ مَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيْلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَ بِئْسَ الْمَصِيْرُ(126)

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa dan anugrahkanlah rezeki buah-buahan kepada penduduknya yang beriman kepada Allah dan hari kemudian”. Allah berfirman, “Dan barangsiapa kafir (ingkar), Aku akan memberikan sedikit kesenangan kepadanya. Lalu, Aku akan menjerumuskannya ke dalam siksa api neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

وَ إِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيْمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيْلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ(127)

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim dan Ismail meninggikan (baca : membangun) pondasi Ka’bah (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (ini) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

رَبَّنَا وَ اجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَ مِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَ أَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَ تُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(128)

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk-patuh kepada-Mu, (jadikan) di antara anak cucu kami umat yang tunduk-patuh kepada Engkau, tunjukkanlah kepada kami cara-cara (ibadah haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

رَبَّنَا وَ ابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلاً مِّنْهُمْ يَتْلُوْ عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَ يُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَ الْحِكْمَةَ وَ يُزَكِّيْهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ العَزِيْزُ الحَكِيْمُ(129)

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, mengajarkan al-Kitab dan hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”.

وَ مَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِّلَّةِ إِبْرَاهِيْمَ إِلاَّ مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَ لَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَ إِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِيْنَ(130)

Dan tak seorang pun yang membenci agama Ibrahim kecuali orang yang bodoh. Sungguh Kami telah memilihnya di dunia, dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang saleh.

إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ(131)

Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, “Tunduk-patuhlah!” Ia menjawab, “Aku tunduk-patuh kepada Tuhan semesta alam”.

وَ وَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيْمُ بَنِيْهِ وَ يَعْقُوْبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلاَ تَمُوْتُنَّ إَلاَّ وَ أَنْتُم مُّسْلِمُوْنَ(132)

Ibrahim dan Ya’qub telah mewasiatkan agama itu kepada putra-putri mereka, “Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untuk kalian. Maka, janganlah kalian meninggal dunia kecuali dalam memeluk agama Islam (pasrah kepada Allah)”.

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيْهِ مَا تَعْبُدُوْنَ مِن بَعْدِيْ قَالُوْا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَ إِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَ إِسْمَاعِيْلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَ نَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ(133)

Apakah kalian (hadir) menyaksikan ketika kematian menjemput Ya’qub, ketika ia berkata kepada putra-putrinya, “Apa yang kalian sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek-moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, Tuhan Yang Maha Esa, dan kami hanya tunduk-patuh kepada-Nya”.

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ لَكُم مَّا كَسَبْتُمْ وَ لاَ تُسْأَلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ(134)

Mereka adalah umat yang telah berlalu. Bagi mereka apa yang telah mereka lakukan dan bagi kalian apa yang sudah kalian kerjakan, serta kalian tidak akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

وَ قَالُوْا كُوْنُوْا هُوْدًا أَوْ نَصَارَى تَهْتَدُوْا قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا وَ مَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ(135)

Dan mereka (Ahli Kitab) berkata, “Anutlah agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kalian akan mendapatkan petunjuk”. Katakanlah, “Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan ia tidak termasuk dari golongan musyrikin”.

قُوْلُوْا آمَنَّا بِاللهِ وَ مَآ أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَ مَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ إِسْمَاعِيْلَ وَ إِسْحَاقَ وَ يَعْقُوْبَ وَ الْأسْبَاطِ وَ مَا أُوْتِيَ مُوْسَى وَ عِيْسَى وَ مَا أُوْتِيَ النَّبِيُّوْنَ مِن رَّبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَ نَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ(136)

Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan apa yang telah diturunkan kepada kami, kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan (para nabi dari) anak-cucu(nya), serta kepada apa yang telah diberikan kepada Musa, Isa, dan nabi-nabi (lain) dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk-patuh kepada-Nya”.

فَإِنْ آمَنُوْا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُم بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَّ إِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِيْ شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ(137)

Maka, jika mereka beriman kepada apa yang telah kalian imani, sungguh mereka telah mendapatkan petunjuk, dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka bermusuhan (dengan kalian). Allah akan memeliharamu dari (bahaya) mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

صِبْغَةَ اللهِ وَ مَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ صِبْغَةً وَ نَحْنُ لَهُ عَابِدوْنَ(138)

(Terimalah) shibghah (warna, agama) Allah (ini). Dan shibghah siapakah yang lebih baik dari shibghah Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.

قُلْ أَتُحَآجُّوْنَنَا فِي اللهِ وَ هُوَ رَبُّنَا وَ رَبُّكُمْ وَ لَنَا أَعْمَالُنَا وَ لَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَ نَحْنُ لَهُ مُخْلِصُوْنَ(139)

Katakanlah, “Apakah kalian berdebat dengan kami tentang Allah, sedangkan Ia adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian; hanya bagi kami amalan kami dan bagi kalian amalan kalian, serta hanya kepada-Nya kami tulus,

أَمْ تَقُوْلُوْنَ إِنَّ إِبْرَاهِيْمَ وَ إِسْمَاعِيْلَ وَ إِسْحَاقَ وَ يَعْقُوْبَ وَ الْأسْبَاطَ كَانُوْا هُوْدًا أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللهُ وَ مَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللهِ وَ مَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ(140)

ataukah kalian mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, “Apakah kalian yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih lalim dari orang yang menyembunyikan kesaksian[7] dari Allah yang ada padanya? Dan Allah tidak akan pernah lengah atas apa yang kalian lakukan”.

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ لَكُم مَّا كَسَبْتُمْ وَ لاَ تُسْأَلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ(141)

Mereka adalah umat yang telah berlalu. Bagi mereka apa yang telah mereka lakukan dan bagi kalian apa yang sudah kalian kerjakan, serta kalian tidak akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

سَيَقُوْلُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَ لاَّهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِيْ كَانُوْا عَلَيْهَا قُلْ ِللهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ يَهْدِيْ مَن يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ(142)

Orang-orang bodoh dari (kelompok) manusia itu tidak lama lagi akan berkata (baca : mempertanyakan), “Apakah yang menyebabkan mereka berpaling dari kiblat[8] yang selama ini mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah, “Hanya milik Allah-lah timur dan barat. Ia akan memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”.

وَ كَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَ يَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا وَ مَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَا إِلاَّ لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَ إِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً إِلاَّ عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللهُ وَ مَا كَانَ اللهُ لِيُضِيْعَ إِيْمَانَكُمْ إِنَّ اللهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ(143)

Dan demikian juga (sebagaimana kiblat kalian adalah sebuah kiblat pertengahan), Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) sebagai umat pertengahan[9] agar kalian menjadi saksi atas seluruh umat manusia dan Rasulullah menjadi saksi atas kalian. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang selama ini telah kau (jadikan kiblatmu) melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sesungguhnya pemindahan kiblat itu sangat terasa berat kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian[10]. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada umat manusia.

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ حَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ وَ إِنَّ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ وَ مَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ(144)

Kami telah mengetahui engkau sering menengadah ke langit (menunggu penentuan kiblat). (Sekarang) Kami akan memalingkanmu ke arah kiblat yang akan kau ridhai. Maka, palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram, dan di mana saja kalian berada, palingkanlah muka kalian ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang telah diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) mengetahui bahwa ketentuan itu adalah benar (telah datang) dari Tuhan mereka[11], dan Allah tidak akan lengah terhadap apa yang mereka lakukan itu.

وَ لَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَّا تَبِعُوْا قِبْلَتَكَ وَ مَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ وَ مَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ وَ لَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِّنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذَاً لَّمِنَ الظَّالِمِيْنَ(145)

Dan sungguh jika engkau mendatangkan seluruh bukti sekalipun untuk orang-orang yang telah diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau pun tidak (berhak) akan mengikuti kiblat mereka dan sebagian mereka pun tidak (berhak) mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah engkau mengetahui, dengan demikian sungguh engkau termasuk golongan orang-orang yang zalim.

اَلَّذِيْنَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُوْنَهُ كَمَا يَعْرِفُوْنَ أَبْنَاءَهُمْ وَ إِنَّ فَرِيْقاً مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَ هُمْ يَعْلَمُوْنَ(146)

Orang-orang yang telah Kami berikan al-Kitab (Taurat dan Injil) kepada mereka (Yahudi dan Nasrani) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebagian dari mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

اَلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلاَ تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ(147)

Kebenaran itu[12] adalah dari Tuhanmu. Oleh sebab itu, janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu.

وَ لِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيْعًا إِنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ(148)

Dan setiap umat memiliki kiblat (tersendiri) yang ditentukan oleh-Nya. Oleh karena itu, (janganlah banyak berdebat tentang masalah ini, dan sebagai gantinya) berlomba-lombalah kalian (dalam berbuat) kebaikan. Di mana pun kalian berada, pasti Allah akan mengumpulkan kalian semua (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَ مِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ إِنَّهُ لَلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَ مَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ(149)

Dan dari mana pun engkau keluar, palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Sesungguhnya ketentuan ini adalah suatu kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu. Dan Allah tidak akan lengah terhadap apa yang kalian lakukan.

وَ مِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ حَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلاَّ يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلاَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَ اخْشَوْنِيْ وَ لِأُتِمَّ نِعْمَتِيْ عَلَيْكُمْ وَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ(150)

Dan dari mana pun engkau keluar, palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, dan di mana pun kalian berada, palingkanlah wajah kalian ke arahnya supaya tidak ada hujah bagi mereka atas kalian kecuali bagi orang-orang yang zalim dari mereka; maka, janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah hanya kepada-Ku, dan supaya Kusempurnakan nikmat-Ku atas kalian, serta supaya kalian mendapat petunjuk.

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيْكُمْ رَسُوْلاً مِّنْكُمْ يَتْلُوْ عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَ يُزَكِّيْكُمْ وَ يُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَ الْحِكْمَةَ وَ يُعَلِّمُكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَ(151)

Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepada kalian dengan perubahan arah kiblat tersebut), Kami telah mengutus kepada kalian seorang rasul dari kalian (sendiri) yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kalian, menyucikan kalian, mengajarkan kepada kalian al-Kitab dan hikmah, dan mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui.

فَاذْكُرُوْنِيْ أَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْا لِيْ وَ لاَ تَكْفُرُوْنِ(152)

Oleh karena itu, ingatlah kepada-Ku niscaya Aku akan mengingat kalian pula, bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat-nikmat)-Ku.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ(153)

Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dari kesabaran dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

وَ لاَ تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُقْتَلُ فِيْ سَبيْلِ اللهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَ لَكِنْ لاَّ تَشْعُرُوْنَ(154)

Dan janganlah kalian mengatakan (baca : berpendapat) tentang orang-orang yang telah gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati. Bahkan, (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kalian tidak merasakan (baca : memahami).

وَ لَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْئٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَ الْجُوْعِ وَ نَقْصٍ مِّنَ الْأَمَوَالِ وَ الْأنْفُسِ وَ الثَّمَرَاتِ وَ بَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ(155)

Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, dan kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

اَلَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا ِللهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ(156)

(Yaitu), orang-orang yang jika tertimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji`ûn (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kami akan kembali kepada-Ny)”.

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَ رَحْمَةٌ وَ أُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ(157)

Mereka itulah yang mendapatkan shalawat dari Tuhan mereka dan rahmat, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

إِنَّ الصَّفَا وَ الْمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَ مَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ(158)

Sesungguhnya Shafâ dan Marwah termasuk syi`ar (dan tanda-tanda kebesaran) Allah. Maka, barangsiapa yang melakukan ibadah haji ke Baitullah atau melaksanakan `umrah, tidak ada dosa (baca : larangan) baginya untuk mengerjakan sa’i antara keduanya[13]. Dan barangsiapa mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati (di samping kewajiban itu), sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

إِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَ الْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلعَنُهُمُ اللهُ وَ يَلْعَنُهُمُ اللاَّعِنُوْنَ(159)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan tanda-tanda (kebesaran Kami) yang jelas dan petunjuk apa yang telah Kami turunkan setelah Kami menjelaskannya kepada umat manusia dalam al-Kitab, mereka akan dilaknat oleh Allah dan para pelaknat,

إِلاَّ الَّذِيْنَ تَابُوْا وَ أَصْلَحُوْا وَ بَيَّنُوْا فَأُولَئِكَ أَتُوْبُ عَلَيْهِمْ وَ أَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(160)

kecuali mereka yang bertaubat, memperbaiki (kelakuan buruk mereka dengan perilaku baik), dan menjelaskan (kembali apa yang selama ini disembunyikan). Maka, Aku akan mengampuni mereka, dan Aku Maha Penerima taubat, Maha Penyayang.

إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَ مَاتُوْا وَ هُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللهِ وَ الْمَلآئِكَةِ وَ النَّاسِ أَجْمَعِيْنَ(161)

Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.

خَالِدِيْنَ فِيْهَا لاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَ لاَ هُمْ يُنْظَرُوْنَ(162)

Mereka akan kekal di dalam (jurang) laknat itu, siksa itu tidak akan diringankan dari mereka, dan mereka tidak akan ditangguhkan.

وَ إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ(163)

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tiada Tuhan melainkan Ia, Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang.

إِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ وَ اخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ وَ الْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَ مَا أَنْزَلَ اللهُ مِنَ السَّمَاء مِنْ مَّاء فَأَحْيَى بِهِ الْأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَ بَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَآبَّةٍ وَ تَصْرِيْفِ الرِّيَاحِ وَ السَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَ الْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُوْنَ(164)

Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut dengan membawa apa yang berguna bagi manusia, air yang Allah turunkan dari langit, lalu dengan air itu Ia hidupkan bumi setelah mati (kering-kerontang) dan Ia tebarkan segala jenis hewan melata di atasnya, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang berakal (baca : berpikir).

وَ مِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللهِ أَنْدَاداً يُحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللهِ وَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا أَشَدُّ حُبًّا ِللهِ وَ لَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ ِللهِ جَمِيْعًا وَ أَنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ(165)

Dan ada sebagian manusia yang memilih sekutu-sekutu selain Allah yang mereka mencintainya seperti kecintaan mereka kepada Allah. Sedangkan kecintaan orang-orang yang beriman kepada Allah adalah lebih kokoh. Dan seandainya orang-orang yang berbuat zalim (dengan kelakuan mereka) itu mengetahui ketika menyaksikan siksa (pada hari kiamat) bahwa segala kekuatan adalah milik Allah dan Allah amat berat siksaan-Nya, (niscaya mereka tidak akan memilih sekutu-sekutu itu).

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِيْنَ اتُّبِعُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا وَ رَأَوُا الْعَذَابَ وَ تَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ(166)

(Yaitu), ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti, melihat siksa, dan segala jenis hubungan antara mereka terputus.

وَ قَالَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّؤُوْا مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيْهِمُ اللهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَ مَا هُم بِخَارِجِيْنَ مِنَ النَّارِ(167)

Orang-orang yang mengikuti itu berkata, “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia lagi), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami (sekarang).” Demikianlah Allah memperlihatkan amal perbuatan mereka kepada mereka sebagai sebuah penyesalan bagi mereka, dan mereka tidak akan pernah keluar dari (cengkraman) api neraka.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّبًا وَ لاَ تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ(168)

Wahai manusia, makanlah yang halal dan baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Karena, sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi kalian.

إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوْءِ وَ الْفَحْشَاءِ وَ أَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُوْنَ(169)

Ia hanya menyuruh kalian berbuat kejahatan dan kekejian, dan menyandarkan kepada Allah apa yang tidak kalian ketahui.

وَ إِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَا أَنْزَلَ اللهُ قَالُوْا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُوْنَ شَيْئًا وَ لاَ يَهْتَدُوْنَ(170)

Dan jika dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan oleh Allah”, mereka menjawab, “(Tidak)! Kami hanya mengikuti apa yang telah kami temukan nenek moyang kami meyakininya”. (Apakah mereka akan mengikuti juga) meskipun nenek moyang mereka itu tidak memahami apa pun dan tidak mendapat petunjuk?

وَ مَثَلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا كَمَثَلِ الَّذِيْ يَنْعِقُ بِمَا لاَ يَسْمَعُ إِلاَّ دُعَاءً وَ نِدَاءً صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَ يَعْقِلُوْنَ(171)

Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang (gembalaannya) yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan samar. Mereka tuli, bisu, dan buta. Oleh sebab itu, mereka tidak memahami.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَ اشْكُرُوْا ِللهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ(172)

Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki baik yang Kami anugrahkan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah, jika kalian hanya menyembah-Nya semata.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَ الدَّمَ وَ لَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَ مَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَ لاَ عَادٍ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(173)

Sesungguhnya Ia hanya mengharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (disembelih) atas (nama) selain Allah. Tetapi, barangsiapa terpaksa (harus memakannya demi menjaga jiwa-raganya) sedangkan ia tidak zalim dan melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

إِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَا أَنْزَلَ اللهُ مِنَ الْكِتَابِ وَ يَشْتَرُوْنَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيْلاً أُولَئِكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ إِلاَّ النَّارَ وَ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ لاَ يُزَكِّيْهِمْ وَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ(174)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan oleh Allah dari al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (baca : murah), sebenarnya mereka tidak memakan (baca : menelan) ke dalam perutnya melainkan api, Allah tidak akan berbicara dengan mereka pada hari Kiamat, dan tidak menyucikan mereka, serta bagi mereka siksa yang amat pedih.

أُولَئِكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الضَّلاَلَةَ بِالْهُدَى وَ الْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ فَمَآ أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ(175)

Mereka itulah orang-orang yang telah membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Alangkah sabarnya atas api neraka!

ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَ إِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِي الْكِتَابِ لَفِيْ شِقَاقٍ بَعِيْدٍ(176)

Semua itu karena Allah telah menurunkan al-Kitab dengan membawa kebenaran, dan orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) al-Kitab itu, mereka berada dalam penyimpangan yang jauh.

لَّيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَ لَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ وَ الْمَلآئِكَةِ وَ الْكِتَابِ وَ النَّبِيِّيْنَ وَ آتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَ الْيَتَامَى وَ الْمَسَاكِيْنَ وَ ابْنَ السَّبِيْلِ وَ السَّآئِلِيْنَ وَ فِي الرِّقَابِ وَ أَقَامَ الصَّلاَةَ وَ آتَى الزَّكَاةَ وَ الْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوْا وَ الصَّابِرِيْنَ فِي الْبَأْسَاء وَ الضَّرَّاءَ وَ حِيْنَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَ أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ(177)

Kebaikan itu bukanlah (hanya) kalian menghadapkan wajah ke arah timur dan barat (ketika shalat). Akan tetapi, sesungguhnya kebaikan itu adalah orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, para malaikat, kitab, dan para nabi, memberikan harta—meskipun masih mencintaninya—kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), orang-orang yang meminta-minta, dan dalam (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. (Begitu juga) orang-orang yang menepati janji apabila mereka berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang berkata benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَ الْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَ الْأُنثَى بِالْأُنثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيْهِ شَيْئٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَ أَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيْفٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَ رَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيْمٌ(178)

Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Barangsiapa mendapatkan suatu pemaafan dari saudaranya[14], hendaknya (yang memaafkan) mengikuti jalan yang baik[15] dan (yang diberi maaf) membayar (tebusan) kepadanya dengan cara yang baik (pula). Itu adalah suatu keringanan dari rahmat dari Tuhan kalian. Maka, barangsiapa melampaui batas sesudah itu, baginya siksa yang sangat pedih.

وَ لَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ(179)

Dan dalam qishâsh itu terdapat kehidupan bagi kalian, wahai orang-orang yang berakal, supaya kalian bertakwa.

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَ الْأقْرَبِيْنَ بِالْمَعْرُوفِ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ(180)

Diwajibkan atas kalian, jika (tanda-tanda) kematian telah menghampiri salah seorang di antara kalian dan ia meninggalkan harta, berwasiat untuk orang tua dan kerabat dekatnya secara baik. (Ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.

فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَ مَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِيْنَ يُبَدِّلُوْنَهُ إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ(181)

Maka, barangsiapa mengubah wasiat itu setelah ia mendengarnya, sesungguhnya dosanya hanya ditanggung oleh orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

فَمَنْ خَافَ مِن مُّوْصٍ جَنَفًا أَوْ إِثْمًا فَأَصْلَحَ بَيْنَهُمْ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(182)

(Akan tetapi), barangsiapa khawatir orang yang berwasiat itu akan berlaku berat sebelah (di antara ahli warisnya) atau berbuat dosa[16], lalu ia mendamaikan antara mereka, maka tidak ada dosa baginya[17]. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ(183)

Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, supaya kalian bertakwa,

أَيَّامًا مَّعْدُوْدَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَ عَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَ أَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ(184)

dalam beberapa hari tertentu. Maka, jika salah seorang dari kalian sakit atau berada dalam perjalanan, maka (wajib baginya mengganti puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berpuasa sangat memberatkannya[18] untuk membayar fidyah, (yaitu) memberi makan kepada orang miskin. Barangsiapa berbuat kebaikan (melebihi kewajibannya) dengan rela hati, maka hal itu adalah lebih baik baginya. Dan berpuasa tentu lebih baik bagimu jika kalian mengetahui.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَ مَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَ لاَ يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَ لِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَ لِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ(185)

(Beberapa hari yang telah ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan yang di dalamnya al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, barangsiapa dari kalian menyaksikannya[19], maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib baginya menganti puasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain; Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian, dan supaya (dengan mengganti puasa tersebut) kalian dapat menyempurnakan jumlah (hari yang telah ditentukan itu), mengagungkan Allah atas hidayah-Nya atas kalian, dan supaya kalian bersyukur.

وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَإِنِّيْ قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَ لْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ(186)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Oleh karena itu, hendaknya mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada di atas jalan petunjuk.

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَ أَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتانُوْنَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَ عَفَا عَنكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَ ابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَ كُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ وَ لاَ تُبَاشِرُوْهُنَّ وَ أَنْتُمْ عَاكِفُوْنَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُوْدُ اللهِ فَلاَ تَقْرَبُوْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ(187)

Pada malam puasa dihalalkan bagi kalian untuk mendekati istri-istri kalian. Mereka adalah pakaian bagi kalian dan kalian juga pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kalian telah sering mengkhianati diri kalian (dan mendekati mereka di malam puasa), lalu Allah mengampuni dan memaafkan kalian. Maka, sekarang dekatilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian. Dan makan dan minumlah hingga jelas benang putih (pagi hari) dari benang hitam (malam hari) bagi kalian. Kemudian, sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. (Tetapi), janganlah kalian mendekati mereka itu jika kalian sedang melakukan i`tikaf dalam mesjid. Itu adalah batasan-batasan Allah. Janganlah kalian mendekatinya. Begitulah Allah mejelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

وَ لاَ تَأْكُلُوْا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَ تُدْلُوْا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَ أَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ(188)

Dan janganlah kalian memakan harta orang lain di antara kalian dengan jalan yang batil dan (janganlah) kalian memberikan sebagian harta itu kepada para penguasa (hakim sebagai uang suap) supaya kalian dapat memakan sebagian harta benda orang lain dengan (jalan) dosa, padahal kalian mengetahui.

يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْأهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَ الْحَجِّ وَ لَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِن ظُهُوْرِهَا وَ لَكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَى وَ أْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَ اتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ(189)

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit (di awal setiap bulan). Katakanlah, “Bulan-bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (ibadah) haji. Dan bukanlah kebajikan jika kalian memasuki rumah-rumah dari (pintu) belakang. Akan tetapi, kebajikan itu ialah orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung.

وَ قَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَ لاَ تَعْتَدُوْا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِيْنَ(190)

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, dan janganlah kalian melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

وَ اقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَ أَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوْكُمْ وَ الْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَ لاَ تُقَاتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوْكُمْ فِيْهِ فَإِنْ قَاتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِيْنَ(191)

Dan bunuhlah mereka[20] di mana saja kalian jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (Mekah); fitnah (dan syirik) itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. Janganlah kalian memerangi mereka di Masjidil Haram kecuali jika mereka memerangi kalian di tempat itu. Jika mereka memerangi kalian (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(192)

Dan jika mereka berhenti (memerangi kalian), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَ قَاتِلُوْهُمْ حَتَّى لاَ تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَ يَكُوْنَ الدِّيْنُ ِللهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ(193)

Dan perangilah mereka itu sehingga tidak ada fitnah (syirik) lagi dan agama hanya untuk Allah semata. Jika mereka berhenti (memusuhi kalian), maka tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَ الْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُواْ عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ وَ اتَّقُوْا اللهَ وَ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ(194)

Bulan haram dengan bulan haram[21], dan (pelecehan terhadap) segala sesuatu yang harus dihormati berlaku hukum qishâsh. Oleh sebab itu, barangsiapa menganiaya kalian, maka aniayalah ia seimbang dengan penganiayaannya terhadapmu, dan bertakwalah kepada Allah[22] serta ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

وَ أَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَ لاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَ أَحْسِنُوْا إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ(195)

Dan infakkanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kalian menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan[23], serta berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.

وَ أَتِمُّوا الْحَجَّ وَ الْعُمْرَةَ ِللهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَ لاَ تَحْلِقُوْا رُؤُوْسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضاً أَوْ بِهِ أَذًى مِّنْ رَّأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَ سَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِالْحَرَامِ وَ اتَّقُوا اللهَ وَ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ(196)

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Jika kalian terkepung (oleh musuh atau karena sakit sehingga kalian tidak dapat memasuki Makkah setelah melakukan ihram), maka (sembelihlah) binatang kurban yang mudah didapat (dan kalian bisa keluar dari ihram), dan jangan kalian mencukur kepala sebelum binatang kurban itu sampai di tempat penyembelihannya. Jika salah seorang dari kalian sakit atau terdapat gangguan di kepalanya (lalu ia terpaksa mencukur kepala), maka wajib baginya untuk mengeluarkan fidyah berupa puasa, sedekah, atau binatang kurban. Jika kalian telah (merasa) aman, maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum melakukan haji, (wajib baginya untuk menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi, jika ia tidak menemukan (binatang kurban), maka ia wajib berpuasa selama tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari jika kalian telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Itu semua (kewajiban haji Tamattu’) hanya bagi orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram[24]. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

اَلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُوْمَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَ لاَ فُسُوْقَ وَ لاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَ مَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللهُ وَ تَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَ اتَّقُوْنِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ(196)

(Musim) haji terdapat dalam beberapa bulan yang telah ditentukan. Barangsiapa telah mewajibkan (atas dirinya) dalam bulan-bulan itu untuk mengerjakan haji, maka (ketahuilah bahwa) tidak boleh mendekati istri, berbuat fasik, dan mengadakan perdebatan dalam haji. Dan kebaikan yang kalian lakukan, niscaya Allah pasti mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلاً مِّنْ رَّبِّكُمْ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُواْ اللهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَ اذْكُرُوْهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَ إِنْ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّآلِّيْنَ(198)

Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (perniagaan) dari Tuhanmu (pada musim haji)[25]. Maka, apabila kalian telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah (baca : ingatlah Allah) di Masy`arilharam. Dan berzikirlah kepada-Nya (baca : ingatlah Ia) sebagaimana Ia telah memberikan pertunjuk kepada kalian meskipun sebelumnya kalian termasuk orang-orang yang sesat.

ثُمَّ أَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَ اسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(199)

Kemudian, bertolaklah (menuju Mina) dari tempat orang-orang lain bertolak dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُوْلُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ(200)

Jika kalian telah menyelesaikan manâsik (amalan-amalan khusus) haji, maka berzikirlah kepada Allah (baca : ingatlah Allah) sebagaimana kalian mengingat-ingat nenek moyang kalian, atau (bahkan) lebih dari itu. Maka, (dalam musim haji ini) ada sebagian manusia yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, sedangkan di akhirat mereka tidak memiliki bagian (sama sekali).

وِ مِنْهُمْ مَّنْ يَقُوْلُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ(201)

Dan ada sebagian mereka yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّمَّا كَسَبُوْا وَ اللهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ(202)

Mereka itulah yang mendapatkan bagian dari usaha mereka, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

وَ اذْكُرُوا اللهَ فِيْ أَيَّامٍ مَّعْدُوْدَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ وَ مَنْ تَأَخَّرَ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَ اتَّقُوا اللهَ وَ اعْلَمُوْا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ(203)

Dan berzikirlah kepada Allah dalam hari-hari yang telah ditentukan[26]. Barangsiapa dapat menyelesaikan (zikir itu) dengan cepat dalam dua hari, maka tiada dosa baginya, dan barangsiapa ingin menangguhkan (zikir tersebut dalam tiga hari), maka tiada dosa juga baginya. (Pilihan ini) bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kalian akan dikumpulkan kepada-Nya.

وَ مِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَ يُشْهِدُ اللهَ عَلَى مَا فِيْ قَلْبِهِ وَ هُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ(204)

Dan ada sebagian orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu dan menjadikan Allah sebagai saksi (atas kebenaran) isi hatinya, sedangkan ia adalah musuh yang paling keras.

وَ إِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيِْهَا وَ يُهْلِكَ الْحَرْثَ وَ النَّسْلَ وَ اللهُ لاَ يُحِبُّ الفَسَادَ(205)

Dan jika ia pergi (dari hadapanmu), ia berusaha di muka bumi ini untuk berbuat kerusakan di dalamnya dan merusak tanam-tanaman dan membasmi keturunan[27], dan Allah tidak menyukai kerusakan.

وَإِذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَ لَبِئْسَ الْمِهَادُ(206)

Dan apabila ia ditegor, “Takutlah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya (yang menyebabkan ia) berbuat dosa. Maka, cukuplah baginya neraka Jahanam. Dan neraka Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat tinggal.

وَ مِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللهِ وَ اللهُ رَؤُوْفٌ بِالْعِبَادِ(207)

Dan ada sebagian manusia yang relah menjual (baca : mengorbankan) dirinya karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا ادْخُلُوْا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَ لاَ تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ(208)

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (baca : sempurna), dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagimu.

فَإِنْ زَلَلْتُمْ مِّن بَعْدِ مَا جَاءتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ(209)

Jika kalian menyimpang (dari jalan Allah) setelah datang bukti-bukti (kebenaran) yang nyata kepada kalian, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana[28].

هَلْ يَنْظُرُوْنَ إِلاَّ أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللهُ فِيْ ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَامِ وَ الْمَلآئِكَةُ وَ قُضِيَ الْأَمْرُ وَ إِلَى اللهِ تُرْجَعُ الْأمُوْرُ(210)

Mereka tidak menanti-nantikan kecuali Allah dan malaikat datang  dalam naungan awan-awan putih, sedangkan segala sesuatu telah diputuskan. Dan hanya kepada Allah segala urusan akan dikembalikan[29].

سَلْ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِّنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ وَ مَنْ يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءتْهُ فَإِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ(211)

Tanyakan kepada Bani Israel, berapa banyak tanda-tanda (kebenaran) nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Dan barangsiapa merubah nikmat Allah setelah ia datang kepadanya, sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.

زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَ يَسْخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ اللهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ(212)

Kehidupan dunia telah dihias indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan (oleh karena itu,) mereka memperolok-olokkan orang-orang beriman (yang kadang-kadang mereka adalah orang miskin). Padahal, orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia dari mereka di hari Kiamat. Dan Allah akan memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan.

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللهُ النَّبِيِّيْنَ مُبَشِّرِيْنَ وَ مُنْذِرِيْنَ وَ أَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ وَ مَا اخْتَلَفَ فِيْهِ إِلاَّ الَّذِيْنَ أُوْتُوْهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَ اللهُ يَهْدِي مَنيَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ(213)

Sebelumnya, manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan akibat meluasnya kehidupan sosial), Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan dan menurunkan kitab (samawi) bersama mereka dengan benar untuk memberikan keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan tidak berselisih tentang kitab itu kecuali orang-orang yang telah mendapatkannya (dan) setelah datang kepada mereka bukti-bukti nyata karena (penyelewengan dan) kezaliman dalam diri mereka. Maka, Allah menunjukkan orang-orang yang beriman dengan izin-Nya kepada (hakikat) kebenaran yang telah mereka perselisihkan itu. Dan Allah selalu menunjukkan orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَ الضَّرَّاءُ وَ زُلْزِلُوْا حَتَّى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللهِ أَلاَ إِنَّ نَصْرَ اللهِ قَرِيْبٌ(214)

Apakah kalian mengira akan masuk surga, sedangkan (cobaan) seperti (cobaan) orang-orang terdahulu sebelum kalian belum menimpa kalian? Mereka telah ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (oleh beraneka-ragam cobaan) sehingga utusan (Allah) dan orang-orang beriman yang bersamanya berkata, “Bilakah pertolongan Allah itu (akan datang)?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat!

يَسْأَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَ الْأَقْرَبِيْنَ وَ الْيَتَامَى وَ الْمَسَاكِيْنِ وَ ابْنِ السَّبِيْلِ وَ مَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيْمٌ(215)

Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang (seharusnya) mereka infakkan. Jawablah, “Setiap kebaikan (baca : harta) yang kalian infakkan, hendaklah diberikan kepada orang tua, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan setiap kebaikan yang kalian lakukan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَ هُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَ عَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَ عَسَى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئًا وَ هُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَ اللهُ يَعْلَمُ وَ أَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ(216)

Telah diwajibkan atas kalian berperang, sedangkan berperang itu adalah sesuatu yang kalian benci. Boleh jadi kalian membenci sesuatu, sedangkan ia adalah baik bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, sedangkan ia adalah buruk bagi kalian. Dan Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.

يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ وَ صَدٌّ عَن سَبِيْلِ اللهِ وَ كُفْرٌ بِهِ وَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ إِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللّهِ وَ الْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ وَ لاَ يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوْكُمْ عَن دِيْنِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوْا وَ مَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهِ فَيَمُتْ وَ هُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ وَ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ(217)

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang di bulan haram. Katakanlah, “Berperang di bulan itu adalah dosa besar. Tetapi, menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kufur kepada-Nya, (menghalangi masuk) Masjidil Haram[30] dan mengusir penduduknya darinya adalah lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah[31] adalah lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan. Mereka akan selalu memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekufuran) jika mereka sanggup. Barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, lalu mati dalam kekafiran, segala amalan mereka sia-sia di dunia dan di akhirat, dan mereka adalah penghuni neraka, sedangkan mereka kekal di dalamnya.

إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ الَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَ جَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ أُولَئِكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَةَ اللهِ وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(218)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka dapat mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَ الْمَيْسِرِ قُلْ فِيْهِمَا إِثْمٌ كَبِيْرٌ وَ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَ إِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا وَ يَسْأَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبيِّنُ اللهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ(219)

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (minuman keras) dan judi. Katakanlah, “Keduanya memiliki dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi, dosanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan harta dari kebutuhan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian supaya kalian berpikir (merenung)

فِي الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ وَ يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاَحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ وَ إِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ وَ اللهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ وَ لَوْ شَاءَ اللهُ لَأَعْنَتَكُمْ إِنَّ اللهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ(220)

tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Mengurusi kehidupan mereka adalah suatu hal yang baik, dan jika kalian hidup bersama mereka, maka mereka adalah saudara-saudara kalian. Dan Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu[32]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.

وَ لاَ تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَ لَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَ لَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَ لاَ تُنْكِحُوا الْمُشِرِكِيْنَ حَتَّى يُؤْمِنُوْا وَ لَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَ لَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُوْنَ إِلَى النَّارِ وَ اللهُ يَدْعُوْ إِلَى الْجَنَّةِ وَ الْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَ يُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ(221)

Dan janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya sahaya yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik meskipun ia menarik hatimu. Dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari lelaki musyrik walaupun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya, dan Ia mejelaskan ayat-ayat-Nya kepada umat manusia supaya mereka sadar.

وَ يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيْضِ وَ لاَ تَقْرَبُوْهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَ يُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ(222)

Mereka bertanya kepadamu tentang darah haidh. Katakanlah, “Ia adalah sesuatu yang berbahaya. Oleh sebab itu, hindarilah wanita pada masa haidh dan jangan dekati mereka sehingga mereka suci. Jika mereka telah suci, maka datangilah (baca : dekatilah) mereka dari tempat yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَ قَدِّمُواْ لِأَنْفُسِكُمْ وَ اتَّقُوا اللهَ وَ اعْلَمُوْا أَنَّكُمْ مُّلاَقُوْهُ وَ بَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ(223)

Istri-istrimu adalah ladang (benih) kalian. Maka, datangilah ladang kalian itu kapan pun dan di mana pun kalian kehendaki, dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk diri kalian[33]. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kalian kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.

وَ لاَ تَجْعَلُوا اللهَ عُرْضَةً لِّأَيْمَانِكُمْ أَن تَبَرُّوْا وَ تَتَّقُوْا وَ تُصْلِحُوْا بَيْنَ النَّاسِ وَ اللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ(224)

Janganlah kalian jadikan Allah sebagai alasan bagi sumpah kalian (sehingga ia dapat menghalangi) kalian untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan perbaikan di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

لاَّ يُؤَاخِذُكُمُ اللهُ بِاللَّغْوِ فِيْ أَيْمَانِكُمْ وَ لَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوْبُكُمْ وَ اللهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ(225)

Allah tidak akan menyiksa kalian disebabkan sumpah kalian yang tidak disengaja. Tetapi, Ia akan menyiksa kalian disebabkan (sumpah) yang disengaja oleh hati kalian. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

لِّلَّذِيْنَ يُؤْلُوْنَ مِنْ نِّسَآئِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ فَإِنْ فَآؤُوْا فَإِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(226)

Orang-orang yang melakukan îlâ`[34] terhadap istri-istri, mereka memiliki kesempatan selama empat bulan (untuk merenung dan berpikir)[35]. Jika mereka kembali (kepada istrinya selama masa itu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَ إِنْ عَزَمُوا الطَّلاَقَ فَإِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ(227)

Dan jika memutuskan untuk menceraikanya, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

وَ الْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلاَثَةَ قُرُوْءٍ وَ لاَ يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللهُ فِيْ أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ وَ بُعُوْلَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِيْ ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوْا إِصْلاَحًا وَ لَهُنَّ مِثْلُ الَّذِيْ عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَ لِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكُيْمٌ(228)

Wanita-wanita yang dicerai hendaklah menunggu selama tiga kali suci (dari darah haidh). Mereka tidak boleh menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan suami-suami mereka lebih berhak (dari orang lain) untuk merujuk mereka selama masa menunggu itu jika mereka menghendaki perbaikan. Dan para wanita itu mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban yang harus mereka laksanakan sesuai dengan cara yang baik. Dan kaum lelaki mempunyai satu kelebihan atas mereka. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.

اَلطَّلاَقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوْفٍ أَوْ تَسْرِيْحٌ بِإِحْسَانٍ وَ لاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَأْخُذُوْا مِمَّا آتَيْتُمُوْهُنَّ شَيْئًا إِلاَّ أَنْ يَخَافَا أَلاَّ يُقِيْمَا حُدُوْدَ اللهِ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ يُقِيْمَا حُدُوْدَ اللهِ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيْمَا افْتَدَتْ بِهِ تِلْكَ حُدُوْدُ اللهِ فَلاَ تَعْتَدُوْهَا وَ مَنْ يَتَعَدَّ حُدُوْدَ اللهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ(229)

Talak (yang dapat dirujuk kembali) adalah dua kali. (Dalam tiap  kalinya), hendaknya ia menahan istrinya (baca : berdamai kembali dengannya) dengan baik atau menceraikannya dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kalian untuk mengambil kembali sesuatu yang telah kalian berikan kepada mereka, kecuali jika keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kalian khawatir keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tiada dosa atas mereka berdua berkenaan dengan fidyah (tebusan) yang diberikan oleh istri (untuk meminta cerai). Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kalian melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.

فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلاَ تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّىَ تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يَتَرَاجَعَا إِنْ ظَنَّا أَنْ يُقِيْمَا حُدُوْدَ اللهِ وَ تِلْكَ حُدُوْدُ اللهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُوْنَ(230)

Kemudian, jika si suami menalaknya (untuk ketiga kalinya), maka wanita itu tidak halal lagi baginya hingga ia menikah dengan orang lain[36]. Kemudian, jika ia (suami kedua) menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi mereka berdua (suami pertama dan istri) untuk kembali (membangun kehidupan bersama) jika mereka berharap dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah yang dijelaskan oleh-Nya kepada kaum yang mengetahui.

وَ إِذَا طَلَّقْتُمُ النَّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ أَوْ سَرِّحُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَ لاَ تُمْسِكُوْهُنَّ ضِرَارًا لَّتَعْتَدُوْا وَ مَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَ لاَ تَتَّخِذُوْا آيَاتِ اللهِ هُزُوًا وَ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ وَ مَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنَ الْكِتَابِ وَ الْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ وَ اتَّقُوا اللهَ وَ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ(231)

Jika kalian menceraikan istri-istri kalian, lalu mereka mendekati akhir masa ‘iddah, maka tahanlah mereka (baca : berdamailah kembali dengan mereka) dengan cara yang baik atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf. Janganlah kalian menahan mereka dengan tujuan (mengganggu dan) menyakiti sehingga kalian dapat menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat lalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kalian jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan. Dan ingatlah nikmat Allah pada kalian dan kitab dan hikmah yang telah diturunkan oleh-Nya kepada kalian; Ia selalu menasehati kalian dengannya. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاء فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلاَ تَعْضُلُوْهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ ذَلِكَ يُوْعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكُمْ أَزْكَى لَكُمْ وَ أَطْهَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ وَ أَنتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ(232)

Jika kalian telah menceraikan istri-istri kalian, lalu mereka telah menyelesaian masa ‘iddah mereka, janganlah kalian[37] menghalangi mereka untuk menikah kembali dengan bekas suami mereka jika telah terjadi kerelaan di antara mereka dengan cara yang makruf. Itu (adalah sebuah perintah) yang orang beriman kepada Allah dan hari akhir dapat mengambil nasihat darinya (dan mengamalkannya). Hal itu adalah lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.

وَ الْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَ علَى الْمَوْلُوْدِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَ كِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَآرَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَ لاَ مَوْلُوْدٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ وَ عَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَ تَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَ إِنْ أَرَدتُّمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوْا أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَّآ آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَ اتَّقُوا اللهَ وَ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ(233)

Para ibu hendaklah menyusui anak-anak mereka selama dua tahun penuh. (Hukum ini) bagi ibu yang ingin menyempurnakan masa menyusui. Dan kewajiban ayah adalah memberikan makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf (selama mereka  menyusui meskipun mereka telah diceraikan). Seseorang tidak mendapatkan beban melainkan sesuai dengan kadar kemampuannya. (Dikarenakan persengketaan dengan suaminya) janganlah seorang ibu menyengsarakan anaknya dan begitu juga ayah (karena persengketaan dengan istrinya)[38]. Dan pewaris pun memiliki kewajiban seperti itu[39]. Jika mereka berdua ingin menyapih (sebelum dua tahun) atas dasar kerelaan mereka dan bermusyawarah, maka tiada dosa atas mereka berdua. Dan jika kalian ingin mengambil ibu susu untuk anak kalian, maka tiada bagi kalian jika kalian telah menyerahkan hak ibu yang telah berlalu sesuai dengan yang layak. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kalian lakukan.

وَ الَّذِيْنَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَ يَذَرُوْنَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَ عَشْرًا فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا فَعَلْنَ فِيْ أَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ(234)

Orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan meninggalkan istri-istri, hendaknya mereka (para istri itu) menjalankan ‘iddah selama empat bulan sepuluh hari. Kemudian, jika mereka telah menjalani masa ‘iddah mereka, maka tiada dosa bagi kalian (para wali) berkenaan dengan apa yang telah mereka perbuat terhadap diri mereka sesuai dengan yang makruf[40]. Allah Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan.

وَ لاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا عَرَّضْتُم بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِيْ أَنْفُسِكُمْ عَلِمَ اللهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُوْنَهُنَّ وَ لَكِنْ لاَّ تُوَاعِدُوْهُنَّ سِرًّا إِلاَّ أَنْ تَقُوْلُوْا قَوْلاً مَّعْرُوْفًا وَ لاَ تَعْزِمُوْا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّىَ يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ وَ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا فِيْ أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوْهُ وَ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ(235)

Dan tiada dosa bagi kalian untuk meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kalian menyembunyikan (keinginan menikahi mereka tersebut) di dalam hati kalian. Allah mengetahui bahwa kalian akan selalu menyebut-nyebut (baca : mengingat-ingat) mereka. Akan tetapi, janganlah kalian menjanjikan pernikahan dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengatakan (kepada mereka) ucapan yang makruf. Dan janganlah kalian mengambil keputusan untuk menikah sebelum habis masa ‘iddah mereka. Dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian. Maka, takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Sabar.

لاَّ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوْهُنُّ أَوْ تَفْرِضُوْا لَهُنَّ فَرِيْضَةً وَ مَتِّعُوْهُنَّ عَلَى الْمُوْسِعِ قَدَرُهُ وَ عَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ مَتَاعًا بِالْمَعْرُوْفِ حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِيْنَ(236)

Tiada dosa atas kalian jika kalian menceraikan istri-istri kalian sebelum kalian menyentuh mereka atau sebelum menentukan mahar bagi mereka. Dan (ketika itu) berikanlah (sebuah hadiah) kepada mereka; bagi orang yang mampu menurut kemampuannya dan bagi orang yang miskin menurut kemampuannya (pula); sebuah hadiah yang layak. (Ini adalah sebuah perlakuan yang) sangat layak bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.

وَ إِنْ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِن قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوْهُنَّ وَ قَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيْضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ إِلاَّ أَنْ يَعْفُوْنَ أَوْ يَعْفُوَ الَّذِيْ بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ وَ أَنْ تَعْفُوْا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَ لاَ تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ إِنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ(237)

Jika kalian menceraikan mereka sebelum kalian menyentuh mereka dan kalian sudah menentukan mahar bagi mereka, maka bayarlah setengah dari mahar yang telah kalian tentukan itu, kecuali jika mereka mau memaafkan (mahar mereka) atau orang yang urusan pernikahan (putrinya[41]) berada di tangannya mau memaafkannya, dan kalian mau memaafkan (mahar) itu adalah lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kalian melupakan keutamaan (yang ada) di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala yang kalian lakukan.

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوَاتِ و الصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَ قُوْمُوا ِللهِ قَانِتِيْنَ(238)

Peliharalah semua shalat, dan (khususnya) shalat wusthâ (pertengahan)[42]. Dan berdirilah karena Allah dengan penuh kekhusyukan.

فَإنْ خِفْتُمْ فَرِجَالاً أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللهَ كَمَا عَلَّمَكُم مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَ(239)

Jika kalian dalam kondisi takut (karena menghadapi peperangan atau disebabkan oleh faktor lainnya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian, apabila kalian telah merasa aman, maka ingatlah kepada Allah[43] sebagaimana Ia telah mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui.

وَ الَّذِيْنَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَ يَذَرُوْنَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً لِّأَزْوَاجِهِمْ مَّتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْ مَا فَعَلْنَ فِيْ أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَّعْرُوْفٍ وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ(240)

Orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dan meninggalkan istri, hendaklah mereka berwasiat untuk istri itu dengan memberi nafkah (hidup) hingga setahun (dan) mereka tidak disuruh keluar (dari rumah suami mereka). Akan tetapi, jika mereka keluar (sendiri), maka tiada dosa bagi kalian[44] berkenaan kebaikan yang mereka lakukan atas diri mereka seindiri. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.

وَ لِلْمُطَلَّقَاتِ مَتَاعٌ بِالْمَعْرُوْفِ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ(241)

(Hendaklah suami memberikan) kepada istri-istri yang telah dicerai hadiah (matâ’) sesuai dengan yang layak. (Ini adalah) sebuah kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.

كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ(242)

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kalian supaya kalian merenungkan.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَ هُمْ أُلُوْفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللهُ مُوْتُوْا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ إِنَّ اللهَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَ لَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَشْكُرُوْنَ(243)

Apakah engkau tidak melihat (baca : mendapatkan berita tentang) orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan mereka berjumlah ribuan orang karena takut mati[45]? Lalu, Allah berfirman kepada mereka, “Matilah kalian”![46] Kemudian Allah menghidupkan mereka (supaya kisah hidup mereka menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang). Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap umat manusia, tetapi kebanyakan mereka enggan bersyukur.

وَ قَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ(244)

Berperanglah di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

مَّنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيْرَةً وَ اللهُ يَقْبِضُ وَ يَبْسُطُ وَ إِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ(245)

Siapakah yang mau memberikan pinjaman yang baik kepada (dan menafkahkan hartanya di jalan Allah), lalu Ia akan melipat-gandakan (pahala)nya baginya? Dan Allah akan menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلإِ مِن بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ مِنْ بَعْدِ مُوْسَى إِذْ قَالُوْا لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُّقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلاَّ تُقَاتِلُوْا قَالُوْا وَ مَا لَنَا أَلاَّ نُقَاتِلَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَ قَدْ أُخْرِجْنَا مِن دِيَارِنَا وَ أَبْنَآئِنَا فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلاَّ قَلِيْلاً مِّنْهُمْ وَ اللهُ عَلِيْمٌ بِالظَّالِمِيْنَ(246)

Apakah engkau tidak memperhatikan (cerita) sekelompok Bani Israel setelah Nabi Musa ketika mereka berkata kepada nabi mereka, “Angkatlah untuk kami seorang raja[47] supaya kami berperang di jalan Allah (di bawah pimpinannya)”. Ia menjawab, “Jika perang diwajibkan atas kalian, mungkin sekali kalian enggan berperang!” Mereka menjawab, “Mana mungkin kami enggan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman dan anak-anak kami?” Maka, ketika perang itu telah diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling kecuali sedikit dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.

وَ قَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوْتَ مَلِكًا قَالُوْا أَنَّى يَكُوْنُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَ نَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَ لَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَ زَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَ الْجِسْمِ وَ اللهُ يُؤْتِيْ مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَ اللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ(247)

Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thâlût sebagai raja kalian”. Mereka menjawab, “Bagaimana mungkin Thâlût memerintah kami, sedangkan kami lebih berhak untuk mengendalikan pemerintahan daripadanya dan ia pun tidak diberi harta yang melimpah?” (Nabi itu) berkata, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya untuk kalian dan menganugerahinya keluasan ilmu dan tubuh yang perkasa. Dan Allah memberikan kerajaan-Ny kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas , Maha Mengetahui”.

وَ قَالَ لَهُمْ نِبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوْتُ فِيْهِ سَكِيْنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَ بَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ آلُ مُوْسَى وَ آلُ هَارُوْنَ تَحْمِلُهُ الْمَلآئِكَةُ إِنَّ فِيْ ذَلِكَ لَآيَةً لَّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ(248)

Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda kerajaannya adalah peti (perjanjian) akan datang kepada kalian yang di dalamnya terdapat ketentraman dari Tuhan kalian dan sisa peninggalan keluarga Musa dan Harun dengan dipikul oleh para malaikat. Sesungguhnya dalam hal ini terdapat tanda (yang jelas) bagi kalian, jika kalian beriman.

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوْتُ بِالْجُنُوْدِ قَالَ إِنَّ اللهَ مُبْتَلِيْكُم بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ وَ مَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّيْ إِلاَّ مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُوْا مِنْهُ إِلاَّ قَلِيْلاً مِّنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مَعَهُ قَالُوْا لاَ طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوْتَ وَ جُنُوْدِهِ قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ أَنَّهُمْ مُّلاَقُوا اللهِ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً بِإِذْنِ اللهِ وَ اللهُ مَعَ الصَّابِرِيْنَ(249)

Tatkala Thalut (telah dinobatkan menjadi raja dan) keluar membawa tentaranya, ia berkata, “Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan sebuah sungai. Maka, barangsiapa meminum airnya, ia bukanlah pengikutku dan barangsiapa tidak meminumnya kecuali mencedok satu cedok air dengan tangannya, maka ia adalah dari pengikutku”. Mereka semua meminumnya kecuali sedikit dari mereka. Ketika Thâlût dan orang-orang beriman yang bersamanya[48] telah menyeberangi sungai itu, (melihat sedikitnya jumlah pasukan) mereka berseru, “Hari ini kita tidak memiliki kekuatan untuk melawan Jâlût dan bala tentaranya”. Orang-orang yang meyakini akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (Al-Baqarah: 249)

وَ لَمَّا بَرَزُوْا لِجَالُوْتَ وَ جُنُوْدِهِ قَالُوْا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَ انْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ(250)

Tatkala mereka berhadapan dengan Jâlût dan bala tentaranya, mereka hanya berdoa, “Wahai Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami, kokohkanlah langkah-langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”.

فَهَزَمُوْهُم بِإِذْنِ اللهِ وَ قَتَلَ دَاوُوْدُ جَالُوْتَ وَ آتَاهُ اللهُ الْمُلْكَ وَ الْحِكْمَةَ وَ عَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ وَ لَوْلاَ دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَ لَكِنَّ اللهَ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِيْنَ(251)

Maka, mereka berhasil mengalahkan bala tentara Jâlût dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud[49] berhasil membunuh Jâlût. Dan Allah menganugrahkan kerajaan dan hikmah kepadanya, dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya bumi ini akan hancur berantakan. Tetapi, Allah mempunyai karunia kepada semesta alam.

تِلْكَ آيَاتُ اللهِ نَتْلُوْهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ وَ إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَ(252)

Itu semua adalah tanda-tanda (kebesaran) Allah. Kami membacakannya kepadamu dengan hak (benar), dan sesungguhnya engkau termasuk di antara para utusan.

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِّنْهُمْ مَّنْ كَلَّمَ اللهُ وَ رَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ وَ آتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَ أَيَّدْنَاهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِ وَ لَوْ شَاءَ اللهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِيْنَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِّنْ بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَ لَكِنِ اخْتَلَفُوْا فَمِنْهُمْ مَّنْ آمَنَ وَ مِنْهُمْ مَّنْ كَفَرَ وَ لَوْ شَاءَ اللهُ مَا اقْتَتَلُوْا وَ لَكِنَّ اللهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ(253)

Rasul-rasul itu Kami lebih utamakan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berbicara dengannya dan mengangkat sebagian yang lain ke derajat-derajat (tertentu). Dan Kami menganugrahkan tanda-tanda (kebesaran Kami) yang jelas kepada Isa putra Maryam serta Kami memperkuatnya dengan Rûhul Qudus. Seandainya Allah menghendaki, niscaya orang-orang yang datang setelah mereka itu tidak akan saling berperang (dan bertikai) setelah tanda-tanda yang jelas itu datang kepada mereka. Akan tetapi, mereka saling berselisih; sebagian ada yang beriman dan sebagian ada yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan saling berperang. Akan tetapi, Allah akan melakukan apa yang dikehendaki-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا أَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِّنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لاَّ بَيْعٌ فِيْهِ وَ لاَ خُلَّةٌ وَ لاَ شَفَاعَةٌ وَ الْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ(254)

Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang hari yang pada hari itu tiada lagi jual beli, persahabatan karib, dan syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَ لاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَ مَا فِي الْأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَ مَا خَلْفَهُمْ وَ لاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضَ وَ لاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ(255)

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Hidup nan Berdiri Sendiri. Ia tidak mengantuk dan tidak tidur. Hanya bagi-Nya seluruh yang ada yang di langit dan di bumi. Tidak ada orang yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Ia mengetahui segala yang berada di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak menguasai sedikit pun dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi seluruh langit dan bumi, dan Ia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Ia Maha Tinggi nan Maha Agung.

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّيْنِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَ يُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَ اللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ(256)

Tiada paksaan dalam (memeluk) agama (Islam). Jalan kebenaran telah jelas dari jalan yang kesesatan. Oleh karena itu, barangsiapa mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah, sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar nan Maha Mengetahui.

اَللهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ وَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُم مِّنَ النُّوْرِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ(257)

Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindung mereka adalah thaghut. Thaghut itu mengeluarkan mereka dari cahaya (iman) kepada kegelapan (kufur). Mereka itu adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِيْ حَآجَّ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ رِبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيْمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ قَالَ أَنَا أُحْيِيْ وَ أُمِيْتُ قَالَ إِبْرَاهِيْمُ فَإِنَّ اللهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَ وَ اللهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ(258)

Apakah engkau tidak memperhatikan orang yang berdebat dengan Ibrahim tentang Tuhannya karena Ia telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan)? Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku adalah Dzat yang dapat menghidupkan dan mematikan!” Orang itu berkata, “Saya juga dapat menghidupkan dan mematikan!” Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari arah timur, maka terbitkanlah matahari itu dari arah barat!” Lalu, orang yang kafir itu terdiam (seribu bahasa). Dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

أَوْ كَالَّذِيْ مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَ هِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوْشِهَا قَالَ أَنَّى يُحْيِيْ هَذِهِ اللهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَل لَّبِثْتَ ماِئَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَ شَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَ انْظُرْ إِلَى حِمَارِكَ وَ لِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ وَ انْظُرْ إِلَى العِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوْهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ(259)

Ataukah seperti orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Ia berkata, “Bagaimana mungkin Allah akan menghidupkan kembali negeri ini setelah ia hancur?” Maka, Allah mematikannya selama seratus tahun. Kemudian, Ia menghidupkannya kembali. Allah bertanya, “Berapa lama kalian tinggal di sini?” Ia menjawab, “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman, “Sebenarnya engkau telah tinggal di sini selama seratus tahun lamanya. Lihatlah makanan dan minumanmu. Ia masih belum berubah (dengan berlalunya masa itu). Dan lihatlah keledaimu (yang telah hancur menjadi tulang-belulang). Kami akan menjadikanmu sebagai tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Dan lihatlah kepada tulang-belulang keledai itu bagimana Kami menyusunnya kembali, lalu Kami membalutnya dengan daging?” Maka, tatkala telah nyata baginya (bagaimana Allah menghidupkan segala yang telah mati), ia berkata, “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

وَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيْمُ رَبِّ أَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَ لَكِنْ لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِيْ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًا وَ اعْلَمْ أَنَّ اللهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ(260)

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Rabbi, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati”. Allah berfirman, “Belum yakinkah engkau?” Ibrahim menjawab, “Aku telah meyakininya. Akan tetapi, supaya hatiku mantap”. Allah berfirman, “Ambillah empat ekor burung, lalu cingcang (dan campur-aduklah). Kemudian, letakkanlah sebagian darinya di atas setiap, lalu panggillah burung-burung itu. Niscaya burung-burung itu akan datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa nan Maha Bijaksana” (Al-Baqarah: 260).

مَّثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ وَ اللهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَ اللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ(261)

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai yang pada setiap tangkainya terdapat seratus biji. Dan Allah melipat-gandakan (pahala) bagi yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) nan Maha Mengetahui.

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ثُمَّ لاَ يُتْبِعُوْنَ مَا أَنْفَقُوْا مَنًّا وَ لاَ أَذًى لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ(262)

Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang diinfakkan itu dengan mengungkit-ungkitnya dan tindak menyakiti (perasaan si penerima), pahala mereka terdapat di sisi Tuhan mereka, tiada kekhawatiran bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَ مَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى وَ اللهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ(263)

Perkataan yang baik dan pemberian maaf adalah lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan tindak menyakiti (perasaan si penerima). Dan Allah Maha Kaya nan Maha Penyantun.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تُبْطِلُوْا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَ الْأذَى كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَ لاَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لاَّ يَقْدِرُوْنَ عَلَى شَيْئٍ مِّمَّا كَسَبُوْا وَ اللهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِيْنَ(264)

Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan mengungkit-ungkit dan tindak menyakiti, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya` kepada manusia dan ia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Perumpamaannya adalah seperti batu licin yang di atasnya terdapat tanah. Lalu, hujan lebat menimpanya, dan ia menjadi bersih nan licin (tak bertanah). Mereka tidak mampu (mendapatkan) sesuatu dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

وَ مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللهِ وَ تَثْبِيْتًا مِّنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ(265)

Dan perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka karena mengharap keridhaan Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah bagaikan sebuah kebun di dataran tinggi yang disirami oleh hujan lebat. Lalu, kebun itu menghasilkan buah-buahannya sebanyak dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka gerimis (pun sudah cukup untuk membuahkan semua hasil itu karena kesuburannya). Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian lakukan.

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُوْنَ لَهُ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَ أَعْنَابٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَ أَصَابَهُ الْكِبَرُ وَ لَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيْهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ(266)

Apakah ada orang di antara kalian yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, ia memiliki segala macam buah-buahan dalamnya, kemudian masa lanjut usianya datang, sedangkan ia mempunyai keturunan yang masih lemah (baca : kecil), lalu kebun itu ditimpa angin puting-beliung yang membawa api, dan kebun itu terbakar?[50] Begitulah Allah menjelaskankan ayat-ayat-Nya kepada kalian supaya kalian merenungkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا أَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَ مِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْأَرْضِ وَ لاَ تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَ لَسْتُمْ بِآخِذِيْهِ إِلاَّ أَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ وَ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ(267)

Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik dan sebagian dari apa yang telah Kami keluarkan dari bumi untuk kalian. Dan janganlah kalian memilih yang buruk (tidak suci) untuk kalian infakkan, padahal kalian sendiri enggan untuk menerimanya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya[51]. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya nan Maha Terpuji.

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَ يَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَ اللهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَ فَضْلاً وَ اللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ(268)

(Ketika kalian berinfak), setan menjanjikan kemiskinan kepada kalian dan menyuruh kalian berbuat kejahatan, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya[52] bagi kalian. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَ مَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَ مَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُولُوا الْأَلْبَابِ(269)

Ia akan menganugrahkan hikmah kepada yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa dianugerahi hikmah tersebut, ia telah dianugerahi kebaikan yang yang tak terhingga. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dan memahami hal itu).

وَ مَا أَنْفَقْتُمْ مِّنْ نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّنْ نَّذْرٍ فَإِنَّ اللهَ يَعْلَمُهُ وَ مَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارٍ(270)

Setiap infak yang kalian infakkan atau nadzar yang kalian nadzarkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang zalim tidak memiliki penolong.

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَ إِن تُخْفُوْهَا وَ تُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لُّكُمْ وَ يُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ(271)

Jika kalian menampakkan sedekah, maka hal itu adalah baik. Dan jika kalian menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka hal itu adalah lebih baik bagi kalian. Dan Ia akan menutupi sebagian dosa-dosa kalian, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan.

لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَ لَكِنَّ اللهَ يَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ وَ مَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِأنْفُسِكُمْ وَ مَا تُنْفِقُوْنَ إِلاَّ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ وَ مَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَ أَنْتُمْ لاَ تُظْلَمُوْنَ(272)

Petunjuk mereka bukanlah berada di (tangan)mu. Akan tetapi, Allah akan memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Kebaikan yang kalian infakkan (di jalan Allah), ia adalah untuk kalian sendiri. Dan janganlah berinfak melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan kebaikan yang kalian infakkan, niscaya pahalanya akan diberikan kepada kalian secara sempurna, sedangkan kalian tidak akan dizalimi (baca : dirugikan).

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِيْنَ أُحْصِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ لاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيْمَاهُمْ لاَ يَسْأَلُوْنَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَ مَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيْمٌ(273)

(Secara khusus, hendaknya infak kalian itu diberikan) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah (sehingga) mereka tidak dapat melakukan perjalanan di muka bumi (untuk mencari nafkah sehari-hari). Orang yang tidak tahu akan menyangka mereka sebagai orang-orang kaya karena memelihara harga diri (untuk tidak meminta-minta). Kalian (tentu) mengenal mereka dari wajah-wajah mereka. Mereka enggan meminta kepada orang lain secara paksa. Dan kebaikan yang kalian infakkan (di jalan Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَ النَّهَارِ سِرًّا وَ عَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ(274)

Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di malam dan siang hari secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka akan mendapat pahala di sisi Tuhan mereka, tiada kekhawatiran bagi mereka, dan mereka tidak bersedih hati.

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوْا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَ أَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَ حَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهِ فَانْتَهَىَ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَ أَمْرُهُ إِلَى اللهِ وَ مَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ(275)

Orang-orang yang memakan (mengambil) riba, (pada hari Kiamat) mereka tidak akan dapat berdiri melainkan seperti orang yang kerasukan setan hingga gila berdiri. Hal itu dikarenakan mereka berkata, “Sesungguhnya jual-beli itu adalah sama dengan riba”, sedangkan Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Orang yang telah sampai kepadanya nasihat (baca : larangan) dari Tuhannya, lalu ia berhenti (dari mengambil riba), maka kentungan-keuntungan (hasil riba) yang telah diambilnya dahulu (sebelum datangnya larangan itu) adalah miliknya, dan urusannya (diserahkan) kepada Allah. Dan orang-orang yang mengulangi (mengambil riba) lagi, maka mereka adalah penghuni neraka. Mereka akan kekal di dalamnya.

يَمْحَقُ اللهُ الْرِّبَا وَ يُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَ اللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيْمٍ(276)

Allah akan memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak mencintai orang kafir yang berbuat dosa.

إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَ أَقَامُوا الصَّلاَةَ وَ آتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ(277)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, pahala mereka berada di sisi Tuhan mereka, tiada kekhawatiran bagi mereka, dan mereka tidak bersedih hati.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَ ذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ(278)

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa-sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian beriman.

فَإِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللهِ وَ رَسُوْلِهِ وَ إِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوْسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُوْنَ وَ لاَ تُظْلَمُوْنَ(279)

Maka, jika kalian tidak melakukan (hal itu), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian. Dan jika kalian bertaubat, maka harta kalian (tanpa keuntungan) adalah milik kalian; kalian tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

وَ إِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَ أَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ(280)

Dan jika (orang yang berutang itu) berada dalam kesukaran, maka tangguhkanlah sampai ia mendapat kelapangan. Dan menyedekahkan (utang itu jika ia benar-benar tidak mampu untuk mengembalikan pinjamannya) adalah lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui (pahala yang tersembunyi di balik sedekah itu).

وَ اتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ إِلَى اللهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَ هُمْ لاَ يُظْلَمُوْنَ(281)

Dan takutlah terhadap suatu hari yang pada hari itu kalian akan dikembalikan kepada Allah. Kemudian, masing-masing manusia akan mendapatkan balasan apa yang telah dikerjakannya secara sempurna, sedangkan mereka tidak akan dianiaya (dirugikan) sedikit pun.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُ وَ لْيَكْتُبْ بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَ لاَ يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللهُ فَلْيَكْتُبْ وَ لْيُمْلِلِ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ وَ لْيَتَّقِ اللهَ رَبَّهُ وَ لاَ يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإنْ كَانَ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيْهًا أَوْ ضَعِيْفًا أَوْ لاَ يَسْتَطِيْعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَ اسْتَشْهِدُوْا شَهِيْدَيْنِ منْ رِّجَالِكُمْ فَإِنْ لَّمْ يَكُوْنَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَ امْرَأَتَانِ مِمَّنتَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاء أَنْ تَضِلَّ إْحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى وَ لاَ يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوْا وَ لاَ تَسْأَمُوْا أَنْ تَكْتُبُوْهُ صَغِيْرًا أَو كَبِيْرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللهِ وَ أَقْومُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلاَّ تَرْتَابُوْا إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيْرُوْنَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلاَّ تَكْتُبُوْهَا وَ أَشْهِدُوْا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَ لاَ يُضَآرَّ كَاتِبٌ وَ لاَ شَهِيْدٌ وَ إِنْ تَفْعَلُوْا فَإِنَّهُ فُسُوْقٌ بِكُمْ وَ اتَّقُوا اللهَ وَ يُعَلِّمُكُمُ اللهُ وَ اللهُ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ(282)

Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian mengambil utang untuk masa tertentu, maka tulislah hal itu. Dan hendaklah seorang penulis di antara kalian menulisnya dengan adil (benar). Dan orang yang memiliki kemampuan menulis janganlah enggan untuk menulis sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya. Maka, hendaklah ia menulis dan orang yang berutang itu mendiktekan (apa yang akan ditulis itu), bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan jangan mengurangi sedikit pun dari utang itu. Jika orang yang berutang itu tolol, lemah (akalnya), atau ia sendiri tidak mampu mendiktekan (karena bisu), maka hendaklah walinya mendiktekan dengan adil. Dan ambillah dua orang saksi dari orang-orang laki di antara kalian (untuk itu). Jika dua orang lelaki tak ada, maka satu orang lelaki dan dua orang wanita dari saksi-saksi yang kalian setujui (dan percaya) supaya jika salah seorang dari dua wanita itu ingin melakukan penyelewengan, maka seorang lagi dapat mengingatkannya. Janganlah para saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil. Dan janganlah kalian jemu untuk menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Hal itu adalah lebih adil di sisi Allah, lebih lurus untuk kesaksian, dan lebih dapat mencegah keraguan (dan perselisihan di antara) kalian. (Tulislah utang-piutang itu) kecuali jika hal itu berupa perdagangan tunai yang kalian jalankan di antara kalian. Maka, tiada dosa bagi kalian (jika) kalian tidak menulisnya. Dan ambillah saksi jika kalian mengadakan jual-beli (secara kontan), dan janganlah seorang penulis dan saksi ditekan (karena ia mengatakan yang benar). Jika kalian lakukan (hal itu), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan dalam diri kalian. Bertakwalah kepada Allah. Allah akan mengajari kalian, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَ إِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَ لَمْ تَجِدُوْا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَّقْبُوْضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِيْ اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَ لْيَتَّقِ اللهَ رَبَّهُ وَ لاَ تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ وَ مَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ(283)

Jika kalian dalam perjalanan dan tidak menemukan seorang penulis, maka hendaklah ada barang gadai yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi, jika sebagian kalian saling mempercayai, maka (barang gadai tidak diperlukan dan) orang yang dipercayai itu hendaklah menunaikan amanahnya (utangnya pada waktu yang telah disepakati), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Janganlah kalian menyembunyikan kesaksian. Dan barangsiapa menyembunyikannya, maka hatinya telah berdosa. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.

ِللهِ مَا فِي السَّمَاواتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَ إِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْ أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَ اللهُ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ(284)

Hanya bagi Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam diri kalian atau menyembunyikannya, niscaya Allah akan memperhitungkannya. Lalu, Ia akan mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهِ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَ مَلآئِكَتِهِ وَ كُتُبِهِ وَ رُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهِ وَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَ أَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَ إِلَيْكَ الْمَصِيْرُ(285)

Rasul dan Mukminin telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. Semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan antara rasul-rasul-Nya”, dan mereka berkata, “Kami mendengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami dan hanya kepada-Mulah tempat kembali”.

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ عَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَ لاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَ لاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَ اغْفِرْ لَنَا وَ ارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ(286)

Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. Ia akan mendapatkan pahala (dari kebaikan) yang telah dilakukannya dan mendapatkan siksa (dari kejahatan) yang telah dikerjakannya. (Orang-orang yang beriman berdoa), “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau siksa kami jika kami lupa atau bersalah. Wahai Tuhan kami, janganlah Kau bebankan kepada kami beban berat sebagaimana telah Kau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Kau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup untuk memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan kasihanilah kami. Engkaulah Penolong kami. Maka, tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed