by

Konsep Ahlul Bait: Islami atawa Kesukuan? (1)

ahlulbait

Konsep Ahlul Bait: Islami atawa Kesukuan? (1)

  1. Definisi Ahlulbait

“Ahlulbait” secara lughawi (literal) bermakna ahli sebuah rumah dan makna ini merujuk kepada anak-anak atau keturunan seseorang. Dalam terminologi Islam, Ahlulbait bermakna keluarga Nabi Muhammad Saw.
Azas apa yang terpenting yang dimiliki oleh Ahlulbait ini? Apakah perkataan Ahlulbait terdapat dalam al-Quran dan hadits-hadits Nabi? Ataukah ini sebuah konsep kuno kesukuan Arab yang tidak memiliki dasar sama sekali dalam Islam? Al-Quran  dan Hadits telah banyak bercerita tentang Ahlulbait ini. Betapapun, bahkan sebelum kita membuka al-Quran, kita memerlukan sebuah sebuah penjelasan tentang konsep Ahlulbait.
Istilah “keluarga Nabi” dapat diterapkan dalam tiga macam hubungan :

  • Mereka yang memiliki hubungan dengan Nabi lewat hubungan darah dan pertalian perkawinan saja.
  • Mereka yang memiliki hubungan dengan Nabi dengan jiwa dan ruhnya saja.
  • Mereka yang memiliki hubungan dengan Nabi lewat hubungan darah dan ikatan perkawinan sekaligus pertalian jiwa dan ruh.

 
Ketika al-Quran atau Nabi menggunakan istilah “Ahlulbait”, tidak bisa termasuk ke dalam kelompok yang pertama atau yang kedua dari tiga kelompok yang diuraikan di atas.
Kelompok yang pertama hubungannya dengan Nabi hanya bersifat hubungan fisik tetapi tidak bersifat ruhani, seperti putra Nabi Nuh atau istri Nabi Luth atau Abu Lahab, paman Nabi. Allah Swt berfirman kepada Nabi Nuh tentang nasib putranya “Innahu laisa min ahlik – ia bukan ahlimu (keluarga) – “Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya.” Dan ” Allah Berfirman : ” Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan) sesungguhnya (perbuatannya), perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu mohon kepadaku permohonan yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (Qs. Hudd [11] 45&46) Yakni, ia tidak terikat hubungan ruhani denganmu, ia hanya terikat hubungan fisik denganmu. Istri Nabi Luth dan paman Nabi, Abu Lahab, keduanya digolongkan sebagai penghuni neraka jahannam.
Kelompok yang kedua dipandang “Ahlulbait” hanya dalam istilah metaforis, tidak dalam artian yang sesungguhnya, seperti, Salman al-Farsi yang tentangnya Nabi bersabda: “Salman dari kami, Ahlulbait.” Dan ini yang tersisa adalah kelompok yang ketiga. [Bersambung]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed