by

Mukadimah Keadilan Ilahi (Bagian 1)

Dalam benak manusia seringkali muncul pertanyaan yang mesti dijawab yaitu, apakah definisi keadilan. Sebelum pertanyaan ini terjawab maka akan menjadi sulit bagi manusia untuk percaya dengan keadilan yang merupakan salah satu sifat Tuhan.
Kata adil digunakan dalam empat hal yaitu
Keseimbangan
Adil disini berarti seimbang. Contohnya seperti ketika masyarakat ingin bertahan maka harus dalam kondisi seimbang, yaitu segala sesuatu harus berada dalam ukuran yang semestinya, bukan dalam porsi setara. Setiap masyarakat yang seimbang membutuhkan macam macam aktivitas. Seperti politik, ekonomi, pendidikan, hukum dan kebudayaan. Semua aktivitas itu harus berjalan di antara anggota masyarakat dan setiap anggota masyarakat harus dimanfaatkan untuk aktivitas secara proporsional.
Demikian juga seluruh alam berada dalam keadaan seimbang dan simetris. Kalau tidak maka alam semesta tidak akan berdiri tegak, tidak ada sistem, tidak ada perhitungan, perjalanan tertentu di dalamnya. Al –Quran menyatakan : Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). (QS Al-Rahman : ayat 7)
Sebagian mufasir ketika membahas ayat di atas menyebutkan bahwa yang dimaksud ayat itu adalah keadaan alam yang tercipta secara seimbang. Segala objek dan partikelnya telah diletakkan dalam ukuran yang semestinya. Tiap tiap ciptaan diukur dengan sangat cermat.
Lawan keadilan dalam pengertian ini adalah tidak seimbang, bukan kezhaliman. Karena itu, keadilan dengan pengertian ini berada di luar pembahasan. Sebagian orang berusaha menjawab segala masalah dalam keadilan Tuhan dari perspektif seimbang dan tidak seimbangnya alam, sebagai pengganti dari perspektif  keadilan dan kezhaliman. Mereka berusaha untuk menjadi puas dengan pandangan bahwa semua diskriminasi yang terjadi, baik disertai atau tidak disertai, dan semua kejahatan yang ada sebenarnya merupakan keharusan dan keniscayaan bagi sisem alam yang menyeluruh. Keadilan dalam pengertian keseimbangan sebagai lawan tidak seimbang akan muncul ketika kita melihat sistem alam sebagai keseluruhan. Sedangkan keadilan dalam pengertian sebagai lawan dari kezhaliman dan yang terjadi ketika kita melihat setiap individu secara terpisah adalah pembahasan yang berbeda.
Persamaan dan Non-diskriminasi
Pengertian keadilan yang kedua adalah persamaan dan penafian terhadap diskriminasi dalam bentuk apapun. Ketika dikatakan bahwa si fulan adil, maka yang dimaksud adalah bahwa si fulan memandang semua individu sama rata, tanpa membedakan dan mengutamakan. Dalam pengertian ini, keadilan sama dengan persamaan.
Definisi keadilan seperti ini menuntut penegasan, kalau yang dimaksud dengan keadilan adalah keniscayaan tidak terjaganya beragam kelayakan yang berbeda beda dan  memandang segala sesuatu dan semua orang sama rata, maka keadilan seperti ini identik dengan kezhaliman itu sendiri. Apabila tindakan memberi sama rata dipandang sebagai adil, maka tidak memberi kepada semua secara sama rata juga mesti dipandang sebagai adil.
Adapun jika yang dimaksud dengan keadilan adalah terpelihara persamaan pada saat kelayakan memang sama, pengertian itu dapat diterima. Sebab, keadilan meniscayakan persamaan seperti itu. Pengertian adil ini terkait dengan makna keadilan yang ketika yang akan dijelaskan selanjutnya.
Pemberian hak kepada hak yang berhak
Pengertian ketiga keadilan adalah pemeliharaan hak hak individu dan pemberian hak kepada setiap objek yang layak menerimanya. Dalam pengertian ini, kezhaliman adalah pelenyapan dan pelanggaran terhadap pihak pihak lain. Pengertian keadilan ini, yaitu keadilan sosial adalah keadilan yang harus dihormati di dalam hukum manusia dan setiap individu benar benar harus berjuang menegakkannya. Keadilan dalam  pengertian ini berdasarkan dua hal yaitu :
Pertama, hak dan prioritas. Yaitu adanya berbagai hak dan prioritas sebagian individu bila kita bandingkan dengan sebagian yang lain. Misalnya, apabila seorang mengerjakan sesuatu yang membuahkan hasil, maka mendapatkan prioritas atas hasil pekerjaannya. Penyebab timbulnya prioritas itu adalah pekerjaan dan aktivitasnya sendiri. Demikian halnya dengan seorang bayi yang baru dilahirkan. Ketika dilahirkan ibunya, sang bayi memiliki klaim prioritas atas air susu ibunya. Sumber prioritas itu adalah rencana penciptaan dalam bentuk sistem keluarnya air susu ibu untuk bayi tersebut.
Kedua, karakter khas manusia yang tercipta dalam bentuk yang dengannya manusia menggunakan sejumlah ide i’tibari tertentu sebagai alat kerja agar alat kerja itu bisa mencapai tujuannya. Ide ide itu akan membentuk serangkaian gagasan gagasan i’tibari yang penentuannya bisa dengan perantara seharusnya. Ringkasnya adalah agar setiap individu masyarakat bisa meraih kebahagiaan dalam bentuk lebih baik, semua hak dan prioritas itu mesti dipelihara. Pengertian keadilan manusia seperti itu diakui oleh kesadaran semua orang. Sedangkan titiknya yang berseberangan adalah kezhaliman yang ditolak oleh kesadaran semua orang.(Bersambung)
-Syauqi Alwy-

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed