by

Haruskah manusia beragama?

Pertanyaan tersebut memunculkan beberapa pertanyaan berikut.
 

  1. Apakah hubungan antara kehidupan manusia dan agama?
  2. Bisakah kehidupan manusia berjalan tanpa agama?
  3. Apakah seseorang disebut beragama jika telah mengakui keberadaan Tuhan?

 
Setiap individu manusia memiliki kebebasan dalam menentukan hal hal bermanfaat dan hal hal yang merugikan bagi dirinya sesuai konsekuensi dari hukum pikirannya sendiri. Dalam kasus ini hukum hukum manusia akan menggantikan hukum Tuhan jika paradigma keuntungan dan kerugian yang digunakan, maka konsekuensi dari cara tersebut adalah hukum hukum Tuhan dan agama tidak dibutuhkan lagi.
Tetapi, jika diperhatikan lebih teliti ajaran islam mengajarkan sebaliknya. Islam tidak hanya memerintahkan penganutnya agar menyembah Tuhan saja, tetapi mencakup semua aspek kehidupan pribadi dan sosial manusia. Islam mengiringi seluruh kehidupan manusia dan menggariskan peraturan peraturan yang sesuai dengan individu dan masyarakat.
Dengan demikian, islam telah menjamin kebahagiaan setiap individu dan masyarakat dari setiap sisi, serta mengangkat manusia pada derajat tertinggi yang bisa dibuktikan dengan argumentasi bagi orang berakal sehat dan jujur.
Berdasarkan penjelasan diatas, agama adalah jalan hidup yang mustahil dihindari oleh manusia. Perbedaan agama dan hukum hukum manusia adalah, agama berasal dari Tuhan bukan bersumber dari pemikiran manusia. Dengan kata lain, agama meniscayakan penyembahan dan kepatuhan kepada Tuhan. Selain itu agama memiliki peran untuk memperbarui individu dan masyarakat atau dengan kata lain sebagai sarana mencapai kebahagiaan hakiki.
Individu dan masyarakat yang tidak terikat pada agama, dalam hidupnya akan terombang ambing dalam kesia-siaan, hal hal sepele, ketidak-perdulian dan hal hal negatif lainnya. Ketika manusia meninggalkan akalnya, maka kehidupannya tidak ubahnya seperti hewan dan tumbuh dalam kehidupan yang amoral. Individu dan masyarakat yang seperti itu akan gagal dan mustahil mencapai kebahagiaan abadi yang pada akhirnya akan muncul bertambah subur penyimpangan penyimpangan di dunia.
Cepat atau lambat, disadari atau tidak, satu satunya sarana untuk mencapai kebahagiaan hanyalah agama dan iman kepada Tuhan agar tidak muncul penyesalan di kemudian hari dan di masa depan.
-Syauqi Alwy-

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed