by

Pelajaran Pertama: Khauf dan Khasyyah

harapan, hope, Khauf dan Raja', Akhlak Mulia, Syiah menjawab

Pelajaran Pertama

Khauf dan Khasyyah

Wahai sudaraku yang mulia, takutlah kepada Allah ‘azza wa jalla dan ingatlah akan keagungan dan kebesaran-Nya, hendaklah engkau senantiasa memikirkan tentang hal ihwal hari perhitungan amal dan ingatlah berbagai macam azab Allah Swt. Gambarkanlah tentang kematian dan kesulitan yang akan terjadi di alam barzakh dan pembalasan pada hari kiamat, baca dan renungkanlah ayat-ayat dan riwayat-riwayat yang berhubungan dengan surga, neraka dan hal ihwal orang-orang yang takwa dan orang-orang yang saleh. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya setiap kali makrifah dan pengetahuan seorang hamba tentang kebesaran Khaliq Sang Pencipta yang Maha Agung itu bertambah, maka ia akan lebih banyak mengetahui aib dan cacat dalam dirinya dan akan bertambah pula rasa takutnya kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt menisbatkan khauf dan khasyyah kepada-Nya dengan takut dan khasyyahnya para ulama.  Allah Swt berfirman:
 “Sesungguhnya di antara para hamba-hamba- Nya hanya para ulamalah yang takut kepada Allah Swt “(Qs. al-Faathir:28)
Rasulullah Saw bersabda:
“ Sesungguhnya aku adalah hamba yang paling takut kepada Allah Swt”[1]
Seorang perawi yang bernama Sa’labi meriwayatkan sebuah hadis dengan sanad dari Abi Ishaq dari Abi Huzaifah bahwa seorang sahabat nabi berkata kepada beliau: “Ya Rasulallah, betapa cepatnya engkau beruban”,
Rasul Saw menjawab:
“Sesungguhnya Hud dan saudari-saudarinya telah membuatku beruban”[2]
Di dalam hadis yang lain Rasulullah Sawbersabda:
“Telah membuatku beruban surat Hud, Waqiah, Mursalat, dan ‘Amma Yatasaalun”[3]
Walaupun engkau belum pernah berjumpa dan melihat para nabi,  tetapi pasti engkau telah mendengar kisah-kisah tentang takutnya para nabi dan para muqarrabbin (orang-orang yang dekat dengan Allah Swt), ghaibubah-nya Amirul mu’minin ‘Ali bin Abi Talib As dan  tadarruk-nya Sayyidus Sajidin di dalam munajat-munajatnya.


[1]Jam’us-sa’aadat, J. 1, Pasal Khauful-mahmud, hal 218.
[2] Tafsir Nur Tsaqalain, J. 2, hal. 334, dalam tafsir surah Huud.
[3] l Khisal, J.1, hal. 119, Bab keempat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed