by

Entitas Cahaya (4); Ahlulbait Adalah Cahaya

cahaya nabi
Ahlulbait Cahaya Ilahi
Setelah al-Quran mempresentasikan bahwa Allah adalah ‘Cahaya Di Atas Cahaya’ (QS.Annur[24]:35), pada ayat berikutnya, Dia berfirman:
“Di rumah-rumah, yang Allah swt perintahkan untuk ditinggikan dan disebut nama-Nya di dalamnya, yaitu bertasbih pada waktu pagi dan waktu petang.” (QS.an-Nur[24]:36).
Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Anas ibn Malik ra, bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. perihal ‘rumah-rumah’ dalam ayat ini. Beliau saw menjawab, Rumah nabi-nabi.” Sembari menunjuk ke arah rumah Fatimah, puteri beliau, mereka bertanya, Apakah rumah Fatimah termasuk di dalamnya?” Beliau saw bersabda: Ia adalah paling mulianya.”[1]
Sebab itu pula, beliau saw mengenalkan puterinya sebagai ‘Cahaya’. Mari kita tengok riwayat al-Hamadani prihal ini:
“Dari Imam Husein bin Ali as. beliau berkata: “Ketika Rasulullah saw sedang berada di rumah Ummu Salamah, lalu turunlah kepadanya seorang malaikat berkepala duapuluh, pada tiap kepala terdapat seribu lisan, ia bertasbih dan menyucikan Allah swt, dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh siapapun. Telapak tangannya lebih luas dari tujuh petala langit dan bumi. ”
“Nabi saw menduga ia adalah Jibril, sehingga beliau saw bersabda: Wahai, Jibril! Engkau belum pernah mendatangiku dalam rupa ini sama sekali.”
Malaikat itu berkata, Ya Rasulullah, aku bukanlah Jibril. Aku adalah Sharsha’il. Aku diutus oleh Allah swt untuk menikahkan cahaya dengan cahaya.”
Beliau saw. bertanya: Siapa dengan siapa?”
Ia menjawab, Puterimu Fatimah, dengan Ali bin Abi Thalib.”
Kemudian, beliau saw menikahkan Fatimah dengan Ali, disaksikan Jibril, Mikail dan Sharsha’il.
Imam Husein melanjutkan: “Nabi saw melihat di kedua pundak Sharsha’il tertulis Tiada Tuhan selain Allah. Muhammad adalah utusan-Nya. Dan Ali adalah penyanggah surga.” Maka, beliau saw bertanya: Wahai Sharsha’il, sejak kapan ucapan ini tertulis di pundakmu?”
Ia menjawab: “12 ribu tahun, sebelum Allah swt menciptakan dunia ini.” [2]
Kisah pernikahan ‘Cahaya’ ini juga disitir oleh ulama lain dari riwayat Abdurrazzaq:
“Jibril dan Mikail telah mengikat pernikahan Ali dan Fatimah di langit ketujuh. Jibril berbicara atasnama Ali, dan Mikail mewakili Fatimah.” Ia juga menukil hadits dari Khubbab bin Art bahwasanya Allah swt mewahyukan kepada Jibril: “Nikahkanlah cahaya dengan cahaya.” Bertindak sebagai wali, adalah Allah swt. Yang meminang adalah Jibril. Mikail yang menemani. Yang mengundang adalah Israfil. Yang membaca natsar (sajak) adalah ‘Azrail. Dan seluruh malaikat di langit dan bumi menjadi saksi”. [3]
Dalam dua riwayat di atas, Fatimah dan Ali, keduanya disebut sebagai “cahaya”. Karena, keduanya adalah manusia yang paling dekat secara historis dan filosofis dengan Nabi saw.
 
Meraih Cahaya Nabi Muhammad saw
Berangkat dari fakta ini, maka setiap mukmin yang mengikuti agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. pasti akan hidup dengan cahaya. Pengikut beliau saw yang mengamalkan kandungan al-Qur’an yang sarat cahaya, sunnah yang penuh cahaya,  pasti akan hidup dalam keterangbenderangan dan penuh dengan cahaya. Allah swt berfirman:
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?” (QS.az-Zumar[39]:22).

Tak semestinya, seorang muslim jauh dari cahaya.

Bila kita menyaksikan seseorang hidup dalam kegelapan dan kebingungan, berarti ia telah melakukan penyelewengan, ia menjauh dari Allah swt Sang Sumber Cahaya, Nabi saw pembawa cahaya, dan dari al-Qur’an yang penuh dengan cahaya. Sebab mestinya, setiap muslim harus hidup dalam cahaya. Allah swt menegaskan pula dalam firman-Nya:
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (QS.al-An’am[06]:122).
Imam ash-Shadiq as menafsirkan kata maytan dalam ayat ini dengan seorang kafir[4] yang kemudian memperoleh hidayah untuk memeluk Islam. Dia akan hidup dalam cahaya. Allah swt juga berfirman:
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“…(yaitu) pada hari ketika Anda melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang Anda kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS.al-Hadid[57]:12).
Kesimpulannya, Setiap muslim mestinya diliputi cahaya dan memperolehnya pula kelak. Sebab, hidupnya di dunia berpegangan pada tali Allah swt, rasul-Nya, Ahlulbait Nabi-Nya dan al-Quran. Semuanya adalah cahaya.
‘Cahaya’, itulah keyword (kata kunci) dari seluruh pembicaraan tentang Nabi saw. Karenanya, di antara rahasia perintah shalawat adalah agar terjadi pencurahan cahaya dari Allah swt. Allah swt berfirman:

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan Anda dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS.al-Ahzab[33]:43).

Yang menyebut asma Nabi saw dan bershalawat kepadanya harus memperoleh  ‘cahaya’. Begitu pula, setiap muslim yang konsisten mencintai dan mengikutinya. Bilamana terjadi kerusakan, keterpurukan dan keterbelakangan di tengah-tengah kita yang menyebabkan kegelapan, ketegangan dan ketidaknyamanan, semua terjadi karena kita terpisah dari ‘Cahaya’. Bila di dalam hati kita ada Sang Nabi, pasti hati ini dipenuhi cahaya. Terkait ini, terdapat senandung indah dari pecinta beliau (shahib al-Ratib, shahib al-Maulid):
كُلُّ بَيْتٍ أنت سَاكنُهُ * غَيْرُ مُحْتَاجٍ إلى سُرُجِ
Setiap rumah yang Engkau adalah penghuninya…
Tidaklah akan membutuhkan lentera…[5]
 
Kesimpulan
Fakta, bahwa hanya terdapat entitas tunggal yaitu ‘Cahaya’ akan menggiring kita pada kesadaran, bahwa kita adalah satu (dalam makna). Cahaya. Oleh karenanya bentuk lain ‘peneladanan’ adalah kita tunjukkan bahwa—dalam ragam madzhab dan aliran pemikiran—adalah ummat wahidah (umat yang satu), sebagaimana firman Allah swt:
“Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kalian semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (QS.al-Mu’minun[23]:52).
Oleh sebab itu, kita harus merealisasikan langkah-langkah konkret; dimulai dari diri sendiri untuk mengejawantahkan seluruh risalah yang dibawa oleh beliau saw. Sehingga cahaya itu berpendar dalam diri, keluarga dan kaum muslimin. Pada gilirannya, harapan untuk merajut ummatan wahidah dapat terwujud di bawah lindungan Sang Mahacahaya, Allah swt.[]
[1]             Al-Thabathaba’i,Tafsir al-Mizan,15/73. Riwayat senada juga termuat dalam Tafsir al-Qummi,Tafsir Surat an-Nur ayat 36,33/11.
 
[2] al-Hamadani, Fathimah Bahjatu qalb al-Musthafa, bab.28:zawajuha as.
 
[3] Al-Majlisi, Bihar al-Anwar, jil.43, hal.109; Manaqib Áli Abi Thalib, jil.03, hal.147; Fadhil al-Mas’udi, al-Asrar al-Fathimiyah, hal.153; al-Hamadani, Fathimah Bahjatu qalb al-Musthafa, bab.28:zawajuha as.
 
[4] Syubbar, Tafsir al-Qur’an al-Karim, jil.01, hal.164; al-Burhan, jil.02, hal.456; Kanz al-Daqaiq, jil.02, hal.411.
 
[5] Ibnu ‘Ajibah, Al-Bahr al-Madid, jil.03, hal.289; al-Razi, Mafatih al-Ghaib, jil.08, hal.270; al-Naisaburi, Tafsir al-Naisaburi, tafsir ayat:tarhaquhum dzillah (QS.Yunus[10]:27); al-Fairuz Abadi, Bashair Dzawi al-Tamyiz, jil.01,hal.492; Mahmud, al-Kasyf ‘an Haqiqat al-Sufiyah, jil.01, hal.473.
 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed