by

Khotbah Terakhir Nabi Muhammad SAW

424737_10150511084931268_301729376267_9194495_552180598_n
Khotbah Nabi Muhammad saw Terakhir Di Madinah Yang Memuat 120 Hukum (Dikutip dari Kitab I’qobul Amal : 281- 295)
حدثني محمد بن موسى بن المتوكل قال حدثني محمد بن جعفر قال حدثني موسى بن عمران قال حدثني عمي الحسين بن زيد عن حماد بن عمرو الصيني عن أبي الحسن الخراساني عن ميسر بن عبد االله عن أبي عبد االله عن أبي عائشة السعدي عن يزيد بن عمر بن عبد العزيز عن أبي سلمة بن عبد الرحمن عن أبي هريرة و عبد االله بن عباس قالا خطبنا رسول االله ص قبل وفاته و هي آخر خطبة خطبها بالمدينة حتى لحق باالله تعالى فوعظ بمواعظ ذرفت منها العيون و وجلت منها القلوب و اقشعرت منها الجلود و تقلقلت منها الأحشاء أمر بلالا فنادى الصلاة جامعة فاجتمع الناس
و خرج رسول االله ص حتى ارتقى المنبر فقال
Ash-Shaduq meriwayatkan di dalam kitab ‘Iqab al-Amal, dari Muhammad bin Musa bin Mutawakkil, dari Muhammad bin Ja’far al- Asadi, dari Musa bin ‘Imran an-Nakha’i, dari pamannya Husain bin Yazid an-Naufali, dari Hamad bin Amr an-Nashibi, dari Abu Hasal alKhurasani, dari Maisarah bin Abdullah, dari Abu Aisyah as-Sa’di, dari Yazid bin Umar bin Abdulziz, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah dan Abdul lah bin Abbas yang berkata, Rasulullah saw berpidato kepada kami sebelum wafatnya, dan itu merupakan pidato terakhir yang di- sampaikannya di Madinah sebelum wafat nya. Beliau menasihati kami dengan nasihat-nasihat yang membuat air mata bercucuran, hati bergetar, kulit merinding dan perut ber- gerak- gerak. Rasulullah saw memerintahkan Bilal menyerukan sholat berjamaah dan Bilal pun menyerukannya. Maka orang-orang berkumpul dan Rasulullah saw keluar menaiki mimbar. Kemudian Rasulullah saw bersabda:
 
يا أيها الناس ادنوا و أوسعوا لمن خلفكم قالها ثلاث مرات فدنا الناس و انضم بعضهم إلى بعض فالتفتوا فلم يروا خلفهم أحدا ثم قال يا أيها الناس ادنوا و وسعوا لمن خلفكم فقال رجل يا رسول االله لمن نوسع قال للملائكة فقال إنهم إذا كانوا معكم لم يكونوا من بين أيديكم و لا من خلفكم و لكن يكونوا عن أيمانكم و عن شمائلكم فقال رجل يا رسول االله لم لا يكونون من
 
“Wahai manusia, mendekatlah dan berilah tempat bagi mereka yang ada di belakang kalian.” Maka orang-orang pun mendekat dan merapat satu sama lainnya. Mereka menoleh kebelakang tetapi tidak melihat siapa pun. Kemudian Rasulullah saw kembali berkata, “Wahai manusia, mendekatlah dan berilah tempat bagi mereka yang ada di belakang kalian.” Seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, buat siapa kami memberi tempat?” Rasulullah saw menjawab, “Buat para malaikat.” Rasulullah saw menambahkan, “Para malaikat jika bersama kalian, mereka tidak di depan dan tidak di belakang kalian, melainkan di samping kanan dan samping kiri kalian.” Kemudian seseorang bertanya : “Wahai Rasulullah, mereka tidak ada di depan dan di belakang kami, apakah kami lebih mulia dari mereka atau mereka lebih mulia dari kami?” Rasulullah saw berkata, “Kalian lebih utama dari para malaikat. Duduklah.” Maka orang itu pun duduk. Kemudian Rasulullah saw berpidato:
 
الحمد الله نحمده و نستعينه و نؤمن به و نتوكل عليه و نشهد أن لا إله إلا االله وحده لا شريك له و أن محمدا عبده و رسوله و نعوذ باالله من شرور أنفسنا و من سيئات أعمالنا من يهدي االله فلا مضل له من يضلل الله فلا له
 
Sagala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, beriman kepada-Nya dan bertawakkal kepada-Nya. Kami bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi- Nya, dan bahwa Muhammad itu hamba dan utusan-Nya. Kami berlindung dari keburukan diri kami dan kejelekan amal kami. Siapa saja yang diberi petunjuk kepada Allah maka tidak ada satu pun yang dapat menyesatkannya dan siapa saja yang disesatkan Allah maka tidak ada satupun yang dapat memberi petunjuk kepadanya :
 
أيها الناس إنه كائن في هذه الأمة ثلاثون كذابا أول من يكون منهم صاحب صنعاء و صاحب اليمامة
 
Wahai manusia, di umat ini ada tiga puluh pendusta. Yang pertama adakah Penguasa Shon’a dan Penguasa Yamamah.
١. يا أيها الناس إنه من لقي االله عز و جل يشهد أن لا إله إلا االله مخلصا لم يخلط معها غيرها دخل الجنة فقام علي بن أبي طالب ع فقال يا رسول االله بأبي أنت و أمي كيف يقول مخلصا لا يخلط معها غيرها فسر لنا هذا نعرفه فقال نعم حرصا على الدنيا و جمعها من غير حلها و رضى بها و أقوام يقولون أقاويل الأخيار و يعملون عمل الجبابرة و الفجار فمن لقي االله و ليس فيه شيء من هذه الخصال و هو يقول لا إله إلا االله
 
فله الجنة فإن أخذ الدنيا و ترك الآخرة فله النار
 

  1. Wahai manusia, siapa saja yang bertemu Allah Azza Wajalla dalam keadaan bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dengan tulus dan tidak mencampurkannya dengan yang lain maka ia masuk surga. Ali bin Abi Thalib a.s. berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibuku, bagaimana seseorang mengatakannya dengan ikhlas dan tidak mencampurkan-Nya dengan yang lain, jelaskan kepada kami hingga kami mengetahuinya. Rasulullah saw bersabda, “Yaitu rakus kepada dunia, mengumpulkannya dari yang tidak halal dan merasa puas dengannya, dan kaum yang berkatakata seperti orang yang baik namun berbuat seperti orang yang zalim. Siapa saja yang menjumpai Allah dalam keadaan tidak memiliki sifat-sifat ini di dalam dirinya dan mengatakan, ‘Tidak ada tuhan selain Allah’ maka surga baginya. Jika ia mengambil dunia dan meninggalkan akhirat maka baginya neraka.

٢. و من تولى خصومة ظالم أو أعانه عليها نزل به ملك الموت بالبشرى بلعنة االله و نار جهنم خالدا فيها و بئس المصير و من خف لسلطان جائر كان قرينه في النار و من دل سلطانا على الجور قرن مع هامان   و كان هو و السلطان من أشد أهل النار عذا
 

  1. Barang siapa yang berkenan terhadap orang zalim atau membantunya melakukan kezaliman maka malaikat maut akan turun kepadanya dengan membawa berita gembira berupa laknat Allah dan neraka Jahannam, ia kekal di dalamnya, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Barangsiapa bersikap ringan kepada penguasa dzalim dalam suatu keperluan maka ia akan menjadi temannya di neraka. Barangsiapa menuntun seorang penguasa kepada perbuatan zalim, maka ia akan bersama Haman, dan ia serta penguasa itu akan termasuk penghuni neraka yang paling keras siksaannya.

 
٣.  و من عظم صاحب دنيا و أحبه لطمع دنياه سخط االله عليه و كان في درجته مع قارون في الباب الأسفل
 

  1. Barangsiapa yang memuliakan dan mencintai pemilik dunia karena mengharap dunianya maka Allah murka kepadanya dan ia akan berada dalam peti mati di dasar neraka bersama Qarun.

 
٤. و من بنى بيتا رياء و سمعة حمله يوم القيامة إلى سبع أرضين ثم يطوقه نارا يوقد في عنقه ثم يرمي به في النار فقلنا يا رسول االله كيف يبني رياء و سمعة  قال يبني فضلا على ما يكفيه أو يبني مباها
 

  1. Barangsiapa membangun rumah karena riya atau nama baik, maka pada Hari Kiamat ia akan membawa rumah itu ke tujuh lapis langit, lalu rumah itu dikalungkan ke lehernya dalam keadaan berupa api, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka. Kami berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana ia memba- ngun karena riya dan bangga?” Rasulullah saw menjawab, “Ia membangun melebihi apa yang mencukupinya atau membangun untuk bermegah-megahan.

 
٥. و من ظلم أجيرا أجره أحبط االله عمله و حرم عليه ريح الجنة و ريحها يوجد من خمسمائة عام
 

  1. Barangsiapa menzalimi seorang buruh dalam upahnya maka Allah gugurkan amalnya dan Allah haramkan wangi surga atasnya. Adapun wangi surga sudah tercium dari jarak perjalanan lima ratus tahun.

 
٦. و من خان جاره شبرا من الأرض طوقه االله تعالى يوم القيامة إلى سبع أرضين نار حتى يدخله جهنم
 

  1. Barangsiapa melanggar hak tetangganya meski sejengkal tanah maka pada Hari Kiamat, Allah akan mengalungkannya dalam keadaan berupa api di lehernya dan membawanya hingga tujuh lapis bumi, lalu ia dimasuk kan ke dalam neraka Jahannam.

 
٧. و من تعلم القرآن ثم نسيه متعمدا لقي االله يوم القيامة مجذوما و مغلولا و يسلط االله عليه بكل آية حية موكلة به
 

  1. Siapa yang mempelajari Al-Qur’an kemudian melupakannya dengan sengaja maka pada Hari Kiamat, ia akan menjumpai Allah dalam keadaan terpotong dan terbelenggu, dan untuk setiap ayatnya Allah jadikan seekor ular yang menguasainya.

 
٨. و من تعلم القرآن فلم يعمل به و آثر عليه حب الدنيا و زينتها استوجب سخط االله تعالى و كان في الدرجة مع اليهود و النصارى الذين ينبذون كتاب االله وراء ظهورهم
 

  1. Siapa yang belajar Al-Qur’an namun tidak mengamalkannya dan terpengaruh kecintaan keapada dunia dan perhiasannya maka ia patut mendapat murka Allah, dan ia sederajat dengan orang Yahudi dan Kristen yang membuang kitab Allah di belakang punggung mereka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed