by

Nama-Nama Imam Syiah dan Sahabat di Masjid Nabawi, Pesan Ukhuwah

nabawi2-660x330Masjid Nabi di Madinah rupanya menyimpan pesan persaudaraan Syiah dan Sunni. Bagaimana tidak, di tengah penghancuran situs-situs sejarah yang masif di Kota Madinah dan di tengah tercabiknya persaudaraan Syiah dan Sunni,  sisa-sisa kerukunan dua Madzhab ini masih terpelihara di Mesjid ini dengan baik. Nama 12 Imam Syiah terpampang indah bersanding dengan nama-nama para sahabat dan tabiin. Kaligrafi itu terpahat di bangunan yang dikenal dengan nama bangunan Majidi,  yang merupakan ruang terbuka di Mesjid Nabawi (sekarang merupakan tempat payung besar).
Pahatan Kaligrafi Nama12 Imam Syiah di Masjid Nabawi
Meski sepanjang sejarah kaum nashibi dan pendengki Ahlulbait berupaya menghilangkan nama suci Ahlulbait dari panggung sejarah, namun keagungan dan kesucian nama Ahlulbait tak pernah lekang oleh zaman. Jejak-jejak bersejarah Ahlulbait tersebar di berbagai penjuru, mengabarkan keagungan Ahlulbait. Demikian juga di Masjid Nabawi, Madinah, masjidnya Nabi besar Muhammad SAW, jejak-jejak ini terukir indah.
Kaum Muslimin yang melaksanakan ibadah Haji atau Umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi, akan disuguhi deretan kaligrafi nama ke-12 Imam Ahlulbait as yang diukir indah di dinding masjid Nabawi. Mulai dari nama Imam Ali bin Abi Thalib as, hingga Imam ke-12, Imam Mahdi al-Muntazhar as.
nama-12-Imam-syiah-di-Masjid-Nabawi-2-300x219
Tulisan 12 Imam Ahlulbait di masjid Nabi ini merupakan bukti bahwa sosok suci Ahlulbait itu eksis dan diakui oleh kaum Muslimin.
Bukti bahwa Ahlulbait diakui dan dihormati oleh kaum Muslimin. Ahlulbait itu ada. Ahlulbait itu itrahnya jelas, dari jalur orang-orang yang dimuliakan.
Sepanjang sejarah, nashibi pembenci Ahlulbait selalu berupaya menghilangkan dan menghancurkan jejak-jejak sejarah Ahlulbait (keluarga Nabi). Di Saudi sendiri 95% lebih tercatat situs-situs bersejarah dihancurkan oleh pemerintahan Wahabi Saudi. Tetapi berkat perlindungan Allah SWT, tulisan di masjid Nabawi itu selamat.
Harmoni Syiah-Sunni 
Hisam Sulaiman, dari Expedia Tours Travel yang tiap tahun selalu mengantarkan Muslimin yang melakukan ibadah Umrah dan Haji menyebutkan waktu pertama kali melihat kaligrafi itu dirinya terkejut.
ia mengatakan “Ketika saya duduk bercengkrama di tempat itu, saya sering berusaha membaca nama-nama yang dipahat di dinding mesjid. Ketakjuban saya terpatri kepada nama-nama yang merupakan nama-nama Imam Ahlul Bait. Mulai dari Imam Ali hingga Al Mahdi. bahkan pada kaligrafi Imam Mahdi saya diberitahu sebuah keunikan yang membedakan darikaligrafi lainnya”.
Dari keberadaan kaligrafi nama sahabat dan Imam-imam syiah di Mesjid itu, ia menangkap kesan dan pesan. kesannya adalah pernah terjadi satu masa di tempat tersuci ummat Islam ini,  Islam bisa hidup harmonis dan rukun dalam balutan kecintaan kepada Rasulullah saw.sebab tak mungkin menorehkan pahatan itu, di tempat yang jadi pusat perhatian kaum muslimin jika tidak ada kerukunan pada saat itu.
Menurut Ustaz Ahmad Baragbah, kaligrafi nama 12 Imam Ahlulbait itu dibuat pada masa Turki Utsmani. Arsiteknya dari Turki Utsmani. Saat itu suasana di Makkah dan Madinah masih baik untuk ukhuwah kaum Muslimin. Malah sejarahnya, bahkan ulama-ulama berbagai mazhab diberi kesempatan jadi Imam jamaah di situ, baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi. Di mana nama-nama Imam Ahlulbait, Imam mazhab, dan Khalifah ditulis di situ berdampingan.
Dalam kedamaian dan kelembutan cinta sang Rasul pula Syiah dan Sunni larut dan bersatu. Di hadapan Rasul, tak penting lagi jubah golongan, yang penting adalah kemampuan menunjukan amal terbaik yang memberi dapat dan manfaat buat manusia. Bukankah Rasul pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang palingbermanfaat untuk manusia lainnya”. Kalau anda mengaku muslim (sunni atau syiah) tunjukan karya terbaikmu. mungkin itu yang diingini Nabi.
7 9_9
Ayat-ayat Al Quran banyak yang mengajak dan mengingatkan kita agar menghindarkan perselisihan. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”Ali Imran 103.
Dan juga ayat yang berbunyi,“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat”Ali Imran : 105. Dan itulah pesan yang bisa ditangkap. Ketika Rasul dalam keadaan sakit, beliau sering mengucapkan kata “ummatku, ummatku, ummatku”. Mungkin perselisihan ini yang dikhawatirkan Rasulullah saw.
Rasul menginginkan ummatnya bisa bersatu dalam keragaman, dan beragam dalam kesatuan. Menjadi ummatan wahidah, dan akhirnya menjadi ummat terbaik yang bias menjadi ummatan wasatan. Ummat yang menengahi permasalahan dunia. Bukan ummat yang diadu domba.
Rahasia dibalik Kaligrafi Nama Imam Mahdi
page
Seorang pekerja seni kerap kali menyelipkan pesan tersembunyi dalam karya-karyanya. Seperti lukisan monalisa yang menyimpan banyak misteri dalam senyum menawannya. Pada patung Lincoln, jika dilihat dari sisi kanan maka pada tatanan rambut belakang Lincoln akan terlihat siluet wajah pematungnya yaitu Daniel ChesterFrench.Di antara nama yang terpahat indah itu, ada satu nama yang menarik yaitu Nama Muhammad Al Mahdi, atau kita lebih mengenalnya dengan nama Imam Mahdi yang merupakan imam ke 12 dari madzhab Ahlul Bait. Sebagian oran mengatakan Imam Mahdi sebagai nama fiktif, ternyata ada di masjid Nabawi.
Awalnya Hisam Sulaiman tidak begitu ngeh dengan pesan tersembunyi pada pahatan kaligrafi ini, sampai seorang teman dari Madinah bernama Ahmad Husein menceritakan keunikan pahatan ini. Ia mengatakan bahwa dalam pahatan itu, huruf ya tidak ditulis dengan proporsional dan tidak sesuai dengan kaidah kaligrafi. Huruf ya itu akan terbentuk proporsional jika disambungkan dengan huruf mim yang terletak persis di atasnya. Dengan demikian terbentuk rangkaian huruf Ha dan Ya. Pada rangkaian tulisan ha dan ya itulah pesan pemahat tersebut diletakan. Sehingga pahatan kaligrafi tersebut dapat dibacaMuhammad Al Mahdi Hayyun (Muhammad Al Mahdi masih hidup).
Itu bukti bahwa pada waktu itu, belum ada kepentingan politik yang menonjol, jadi keadaan kaum Muslimin aman-aman saja dalam ukhuwah. Sekarang ini kan tampak jelas, ya katakanlah zaman Syah. Ketika Syah berkuasa di Iran mereka kan tidak berani memusuhi Syiah. Karena Syah juga ditopang Amerika. Sekarang, ketika Iran mandiri, bebas dari cengkeraman Amerika, Iran diusik Saudi, Qatar, dan sebagainya yang dibekingi Amerika.”
 
Sumber : http://fxmuchtar.com/ dan ahlulbaitindonesia.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. ahlulbayt itu milik kami umat islam makanya nama beliau itu ada disetiap masjid kami..tapi kita berbeda dalam hal mahdi..dalam sunni imam mahdi bernama IMAM MUHAMMAD ABDULLAH ALMAHDI..kalo di syiah bernama imam muhammad muntazar….jelaskan? bedanya ..

News Feed