by

Riwayat – Riwayat Shalawat (1)

salam-dan-sholawat-kepada-rasulullah1Shalawat merupakan dzikir paling penting, karena ia merupakan tali penghubung kita manusia biasa dengan Rasulullah, dengan Tuhan. Shalawat juga merupakan kunci dalam shalat, dalam doa. Tidak sedikit riwayat-riwayat yang menunjukkan keajaiban dan manfaat Shalawat. Oleh karena itu, penting untuk menukilkan dan menterjemahkan berbagai riwayat hadis dan kisah nyata yang berkaitan dengan halawat. Semoga kita bisa mengambil manfaat darinya dan juga bisa  mengamalkannya.
RIWAYAT KE- 1: Diriwayatkan dari Rasulullah saaw, bahwasanya beliau bersabda: “Pada malam mi’raj, aku diperjalankan oleh Allah swt ke langit, aku melihat ada sesosok malaikat yang  memiliki 1000 tangan. Pada setiap tangannya ada 1000 jari yang  dengannya  ia menghitung. Lalu aku bertanya kepada malaikat Jibril as: “Siapakah malaikat ini? Dan apa yang  dihitung olehnya?”, Jibril as berkata: “Ini adalah malaikat yang  ditugaskan untuk  mengatur turunnya hujan. Dia hafal berapa jumlah tetesan hujan yang  turun dari  langit ke bumi”.
Aku bertanya kepada malaikat tersebut: “Apakah engkau mengetahui berapa jumlah tetesan air hujan yang  turun ke bumi dari sejak diciptakannya dunia?”, dia menjawab: “Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran kepada makhluknya, aku mengetahui berapa jumlah tetesan hujan yang  turun dari langit ke bumi, aku mengetahuinya dengan  detail berapa jumlah tetesan hujan yang turun di lautan, di daratan, di tengah-tengah penduduk, di kebun, dan di pekuburan.
Lalu Rasulullah saaw bersabda: “Aku takjub dengan  kemampuan menghafal dan daya ingat hitungannya”. Malaikat itu lalu berkata: “Wahai Rasulullah, ada hitungan yang  aku tidak  mampu untuk menghafal, mengingat, dan menghitungnya”. Rasulullah saaw bersabda: “Hitungan apakah itu?”, Malaikat itu berkata: “Segolongan kaum dari  umatmu yang  hadir berkumpul, lalu ketika namamu disebut di tengah-tengah mereka, mereka bershalawat kepadamu, maka aku tidak mampu untuk menghitung jumlah pahala shalawat tersebut!”.
RIWAYAT KE-2 (Pahala shalawat di dalam kitab):
Diriwayatkan dari Rasulullah saaw, di mana beliau bersabda: “Barangsiapa menuliskan kalimat shalawat di dalam sebuah kitab, para malaikat akan senantiasa memohonkan ampunan baginya selama namaku ada pada kitab tersebut”.
RIWAYAT KE-3 (Tentang Orang yang  tidak dapat mencium wanginya surga):
Diriwayatkan dari Rasulullah saaw, bahwasanya beliau bersabda: “Barangsiapa yg bershalawat kepadaku namun tdk menyertakan keluargaku (Ahlul Baitku) dlm shalawatnya, maka ia tdk akan dapat mencium wanginya surga, yg mana wanginya itu dapat tercium dr jarak perjalan 500 tahun.
RIWAYAT KE-4 (Tentang keridhaan Tuhan dan pensucian amal):
Diriwayatkan dari Rasulullah saaw, dimana beliau bersabda: “Shalawat kalian kepadaku adalah penyebab terkabulnya doa kalian, ridhanya Tuhan kalian, dan tersucikannya amal-amal kalian”.
RIWAYAT KE-5 (Satu shalawat menyamai 10.000 shalawat): “Alkisah, ada seorang laki-laki  mendatangi Sultan Mahmud Sabkatkin dan berkata: “Beberapa hari yang lalu, aku berkeinginan untuk bisa melihat Nabi saaw di alam mimpi, agar aku dapat memberitahu beliau tentang penderitaanku. Namun nasib baik belum  berpihak kepadaku. Hingga pada malam kemarin aku memperoleh kemuliaan tersebut, dimana aku bermimpi mengunjungi baginda dan menyaksikan keindahan dan kesempurnaannya. Aku berkata kepadanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki hutang sebesar 10.000 dirham, dan aku tidak mampu untuk melunasinya. Aku takut ajal menghampiriku sedangkan hutangku terus-menerus membayangiku”.
Lalu beliau berkata kepadaku: “Pergilah ke Mahmud Sabkatkin, dan pintalah kepadanya uang sejumlah itu!”. Aku berkata kepadanya: “Aku khawatir dia tidak percaya padaku, dan meminta tanda (tentang benarnya mimpi) tsbt”. Beliau bersabda: “Katakan padanya, bahwa tandanya adalah engkau selalu bershalawat kepadaku di awal malam sebanyak 30.000 kali dan di akhirnya sebanyak 30.000 kali”. Ketika Sultan Mahmud mendengar mimpi tsbt, dia menangis dan membenarkan mimpi tsbt.
Lalu dia memberinya uang sejumlah yang  diinginkan dan ditambahkan 1.000 dirham lagi. Orang-orang yang hadir di situ terkejut, lalu mereka berkata: “Wahai Sultan, bagaimana bisa engkau mempercayai perkataan lelaki ini, sedangkan kami bersamamu dari awal hingga akhir malam, dan kami tidak melihatmu sibuk berzikir. Walaupun jika ada orang yang  menekuni zikir tersebut  sehari semalam, niscaya ia tidak akan mampu untuk mengulangnya hingga 60.000 kali!”. Sultan Mahmud pun berkata: “Sungguh, aku telah mendengar dari para ulama, bahwa ada satu shalawat, yang  apabila seseorang membacanya sekali, sesungguhnya sama dengan  bershalawat 10.000 kali. Dan aku selalu mengulang shalawat tersebut  sebanyak 3 kali di awal malam, dan 3 kali di akhirnya. Maka, orang ini telah berkata jujur dalam ucapannya.
Shalawat tersebut yaitu: ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMADIN WA AALIHI MAKHTALAFAL MALAWAANI WA TA’AQABAL ‘ASHROONI WA KARROL JADIDAANI WASTAQBALAL FARQODAANI, WA BALLIGH RUHAHU WA ARWAHA AHLI BAITIHI MINNI AT-TAHIYYATA WAS-SALAM. (Artinya: “Wahai Allah, limpahkanlah shalawat kpd junjungan kami dan nabi kami Muhammad dan Ahlul Baitnya selama silih bergantinya siang dan malam dan merunduknya kedua bintang kutub utara, sampaikanlah salam dan tahiyat dariku kepada ruhnya dan arwah Ahlul Baitnya”).
RIWAYAT KE-6 (Melunasi hutang dengan  shalawat): Dahulu kala, ada seorang zahid memiliki hutang sebesar 500 dirham, lalu ia melihat Nabi saaw di dalam  mimpinya. Lalu Nabi saaw bersabda kepadanya : “Pergilah ke Abul Hasan al-Kisa’i –dia adalah orang terkenal di Naisabur (Masyhad) yang  suka memberikan pakaian kepada 10.000 orang fakir setiap tahunnya–, dan katakanlah padanya, “Sesungguhnya Rasulullah saaw menyampaikan salam kepadamu dan bersabda: “Lunasilah hutang lelaki ini. Jika ia meminta tanda yg membenarkan kejujuranmu, maka katakanlah, “Tandanya adalah bahwa  engkau senantiasa bershalawat kepada Nabi di setiap malam 100 kali, namun engkau telah lupa bershalawat kepada Nabi sebanyak dua malam”.
Kemudian, orang  zahid itupun pergi ke Abul Hasan al-Kisa’i dan menyebutkan kepadanya perihal mimpi tersebut, tetapi ia tidak menghiraukannya. Lalu, orang  zahid tersebut  berkata: “Tandanya adalah begini dan begini….”. Al-Kisa’i langsung menjatuhkan diri dari kursinya, lalu bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur, dan dia berkata: “Ini adalah rahasia antara aku dgn Allah ta’ala yg tdk diketahui oleh seseorangpun. Dan sungguh benar adanya bahwa aku telah lupa membaca zikir yang  penuh berkah (yakni shalawat) sejak 2 malam yang  lalu”.
Kemudian ia memerintahkan agar memberi 2.500 dirham kepada  lelaki tsbt, dan berkata, “Adapun yang  1.000 dirham yang  pertama adalah untuk kabar gembira yang  dibawanya dari Nabi saaw, dan 1.000 dirham yang  kedua adalah sebagai upah kedatangannya kepada kita, dan adapun yang  500 dirham adalah untuk menunaikan perintah Nabi saaw (yakni melunasi hutang). Lalu ia pun berkata kepada orang  zahid tersebut : “Setiap kali engkau memiliki hajat, datanglah kepada kami!”.
Bersambung..
Disusun oleh Ust Risky di Iran
 
Bersambung

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed