by

Kepeloporan Syi'ah Dalam Ilmu Al-Qur'an (1) : Ilmu Tafsir

image
Tentang Orang Pertama yang Mengarang Kitab Mengenai Ilmu Tafsir Al-Qur’an
Orang pertama yang mengarang buku seputar ilmu Tafsir ialah seorang tabi’in bernama Said ibn Jubair r.a. Kala itu, ia adalah orang yang paling ahli di bidang Tafsir di antara para tabi’in, sebagaimana yang dilaporkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Itqon dari riwayat Qotadah seraya menyebutkan tafsirnya. Juga Ibnu Nadim menyinggung nama Said di dalam Al-Fehrest tatkala menyebutkan karya-karya yang dikarang seputar tafsir Al-Qur’an. Sementara itu, sebelum Said, belum ada tafsir yang pernah dinisbahkan kepada selainnya.
Said meninggal dunia pada tahun 94 H.
Tak syak lagi, ia adalah salah satu Syi’ah yang tulus. Ulama-ulama kami telah memberikan kesaksian ini secara tegas di dalam kitab-kitab ilmu Rijal, seperti Allamah Jamaluddin ibn Al- Muthahhar di dalam Al-Khulashah dan Abi Amr Al-Kasyi di dalam Kitabun fir-Rijal. Yang terakhir ini di dalam kitabnya meriwayatkan sejumlah riwayat dari Imam-imam a.s.  Mengenai sanjungan mereka kepadanya, kesyi’ahannya dan ketulusannya pada Syi’ah. Al-Kasyi mengatakan: “Alasan pembunuhan Hajjaj ibn Yusuf atas Said tidak lain adalah karena persoalan ini, yakni kesyi’ahannya, pada tahun 94 H.
Dan perlu diketahui bahwa sekelompok dari tabi’in Syi’ah telah memulai mengarang di bidang tafsir Al-Qur’an setelah Said ibn Jubair. Di antara mereka adaiah As-Sudi Al-Kabir Ismail ibn Abdurrahman Al-Kufi Abu Muhammad Al— Qurasyi yang wafat pada 127 H. Dalam Al-Ithqon, As- Suyuthi mengatakan “Katya tafsir terbaik adalah tafsir Ismail As-Sudi. Darinyalah para imam-imam mazhab menukil banyak riwayat.”
Saya katakan bahwa selain As-Suyuthi, An-Najasyi pun telah menyebutkan tafsir As-Sudi. Begitu pula Syeikh Abu Ia’far Ath-Thusi di dalam Asma’ Mushannifis Syi’ah. Adapun Ibnu Qutaibah secara tegas memberikan kesaksiannya atas kesyi’ahan As-Sudi di dalam Kitabul Ma’arif, juga Ibn Hajar Al-‘Asqolani di dalam At-Taqrib dan Tahzibut Tahzib. Ismail As-Sudi adalah salah satu sahabat Imam Ali ibn Husein, Imam Muhammad Al-Baqir dan Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s.
Di antara mereka adalah Muhammad ibn As—Saib ibn Bisyr Al-Kalbi, pengarang tafsir yang terkenal itu, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Nadim tatkala ia mengurut nama kitab-kitab yang dikarang berkenaan dengan tafsir Al—Quran. Ibn Uday dalam Al-Kamil-nya mengatakan: “Al-Kalbi mempunyai hadis—hadis yang sahih dan khas (Syi’ah, pent.) yang diriwayatkannya dari Abu Soleh, dan ia terkenal pandai di bidang tafsir. Bahkan, tak seorang pun yang mengarang tafsir setebal dan seindah tafsir Al-Kalbi.”
As-Sam’ani berkata: “Muhammad ibn As-Saib, pengarang tafsir, adalah warga kota Kufah. Ia menganut ajaran Raj’ah. Anaknya bemama Hisyam yang bernasab mulia dan penganut mazhab Syi’ah yang kuat.”
Saya katakan bahwa Ibn Saib adalah seorang Syi’ah dan sahabat dekat Imam Ali Zainal Abidin dan Imam Muha- mmad Al-Baqir a.s. Ia wafat pada tahun 146 H.
Di antara mereka adalah Jabir ibn Yazid Al-Ia’fi, seorang tokoh besar di bidang tafsir Al-Quran. Ia mempelajari ilmu ini dari Imam Muhammad Baqir a.s. dan ia termasuk orang-orang yang dekat dengan beliau. Jabir telah mengarang kitab tafsir Al-Quran dan kitab-kitab lainnya. Tercatat pada tahun 127 127 H., ia meninggal dunia. Tafsir Jabir tidaklah sama dengan tafsir Imam Al-Baqir a.s. yang telah disebutkan oleh Ibnu Nadim tatkala ia mengurut nama kitab-kitab yang dikarang di bidang tafsir. Ibnu Nadim mengatakan: “Kitab Muhammad ibn Ali ibn Husein Al-Baqir a.s. telah diriwayatkan oleh Abul Jarud Ziyad ibn Munzir, Imam mazhab Jarudiyah Zaidiyah.”
Saya katakan bahwa terdapat sekelompok dari perawi-perawi terpercaya Syi’ah seperti: Abu Bashir Yahya ibn Qosim Al-Asadi dan selainnya, yang telah menukil kitab Imam Al-Baqir a.s. tersebut dari Abul Jarud di masa-masa kemurnian kesyi’ahannya; yakni sebelum ia menganut mazhab Zaidiyah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed