by

Riwayat-riwayat Shalawat (2) : Melunasi Hutang

image
Dalam kesempatan ini alfaqir sekali lagi sangat takjub ketika membaca, menerjemahkan dan menukilkan sebagian kecil riwayat-riwayat yang berkenaan dengan shalawat ini. Para pembaca semua juga pasti merasa takjub ketika mengetahui keutamaan-keutamaan shalawat bukan?
Untuk melanjutkan uraian yang sempat terputus tentang shalawat, kali ini akan dilanjutkan mulai riwayat yang ke 6 sampai riwayat yang ke-9.
RIWAYAT KE-6 (Melunasi hutang dengan shalawat):
Dahulu kala, ada seorang zahid memiliki hutang sebesar 500 dirham, lalu ia melihat Nabi saaw di dlm mimpinya. Lalu Nabi saaw bersabda kpdnya: “Pergilah ke Abul Hasan al-Kisa’i –dia adalah orang terkenal di Naisabur (Masyhad) yang suka memberikan pakaian kepada 10.000 orang fakir setiap tahunnya, dan katakanlah padanya, “Sesungguhnya Rasulullah saaw menyampaikan salam kepadamu dan bersabda: “Lunasilah hutang lelaki ini. Jika ia meminta tanda yang membenarkan kejujuranmu, maka katakanlah, “Tandanya adalah bahwa engkau senantiasa bershalawat kepada Nabi di setiap malam 100 kali, namun engkau telah lupa bershalawat kepada Nabi sebanyak dua malam”.
Kemudian, orang zahid itupun pergi ke Abul Hasan al-Kisa’i dan menyebutkan kepadanya perihal mimpi tsbt, tetapi ia tidak menghiraukannya. Lalu, orang zahid tsbt berkata: “Tandanya adalah begini dan begini….”. Al-Kisa’i langsung menjatuhkan diri dari kursinya, lalu bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur, dan dia berkata: “Ini adalah rahasia antara aku dengan Allah ta’ala yang tidak diketahui oleh seseorangpun. Dan sungguh benar adanya bahwa aku telah lupa membaca zikir yang penuh berkah (yakni shalawat) sejak 2 malam yang lalu”.
Kemudian ia memerintahkan agar memberi 2.500 dirham kepada lelaki tersebut, dan berkata, “Adapun yang 1.000 dirham yang pertama adalah untuk kabar gembira yang dibawahnya dari Nabi saaw, dan 1.000 dirham yang kedua adalah sebagai upah kedatangannya kepada kita, dan adapun yang 500 dirham adalah untuk menunaikan perintah Nabi saaw (yakni melunasi hutang). Lalu ia pun berkata kepada orang zahid tsbt: “Setiap kali engkau memiliki hajat, datanglah kepada kami!”.
🌀 RIWAYAT KE-7 (Menyembuhkan orang sakit dengan shalawat)
Suatu hari, seorang wanita meminta kesembuhan bagi anak lelakinya yang buta dan tuli kepada Nabi Muhammad saaw. Lalu Nabi saaw bersabda kepadanya: “Pergilah, dan perbanyaklah membaca shalawat kepadaku!”. Wanita itupun pulang ke rumahnya sambil bershalawat kepada Nabi saaw dan Ahlul Baitnya di setiap langkah jalannya.
Ketika telah sampai di rumahnya, ia melihat anak lelakinya tetsebut telah sembuh dan sehat wal afiyat. Ia pun segera kembali kepada Nabi saaw dan mengabarkan tentang kesembuhan anak lelakinya kepada baginda. Pada saat itu Malaikat Jibril as turun kepada Nabi saaw dan berkata, “Allah swt telah berfirman: “Sebagaimana telah aku sembuhkan anak lelaki tersebut dgn keberkahan bershalawat kepadamu dan Ahlul Baitmu, maka Aku juga akan mengampuni dosa-dosa umatmu di hari kiamat dengan keberkahan bershalawat kepadamu dan Ahlul Baitmu”.
🌀 RIWAYAT KE-8 (Menghapuskan dosa2 dgn bershalawat):
Rasulullah saaw bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka tidak akan tersisa dosa-dosanya walaupun sebesar atom”.
🌀 RIWAYAT KE-9 (Diundurnya penulisan dosa di catatan amal):
Diriwayatkan dari Rasulullah saaw, bahwasanya beliau bersabda: “Tidak ada seorangpun yang bershalawat kepadaku satu kali, dimana kedua malaikat pencatat amal mendengarnya, maka kedua malaikat tersebut tidak akan mencatat baginya dosa-dosanya selama 3 hari”.
Marilah kita perbanyak bershalawat kepada baginda Nabi saaw dan Ahlul Bait as! Ya rob jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang senantiasa bershalawat kepada kekasih-Mu dan Ahlul Bait as hingga akhir hayat kami. Amiiin ya Rabbal ‘alamin…
Bersambung…
Sumber : disusun oleh Ust. Ricky di Iran

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed