by

Menjawab Syubhat : Sikap Kritis Terhadap Sahabat

image
Salah satu masalah yang menjadi
syubhat di antara Sunni dan Syiah
adalah masalah penilaian terhadap sahabat Nabi. Isu yang muncul adalah bahwa Syiah merendahkan sahabat, bahkan mengutuk dan mengkafirkan mereka, kecuali empat sahabat yaitu Salman Al-Farisi, Abu Dzar AI-Ghifari, Ammar bin Yasir, dan Miqdad.
Semua isu telah dijawab dengan tuntas oleh para ulama Syiah. lntinya, semua isu itu tidak benar. Syiah tidak mengkafirkan atau mengutuk para sahabat Nabi. Masalah ini sudah cukup gamblang diakui oleh para ulama Sunni sendiri.
Akan tetapi, memang ada cara pandang yang berbeda antara Sunni dan Syiah terkait dengan sahabat. Ahlussunnah menyucikan para sahabat dan menolak segala macam usaha untuk mengungkit-ungkit kesalahan mereka. Sunni kemudian membentengi keyakinan bahwa seluruh sahabat itu dijamin adil dan mulia dengan mengatakan bahwa mengkritik sahabat sama saja dengan menghancurkan agama Islam.
Hal itu adalah karena mereka meyakini bahwa agama Islam ini disampaikan oleh Rasulullah, dan sampai kepada kita melalui para sahabat. Jika para sahabat disalahkan, maka akan putuslah mata rantai ajaran Islam ini kepada kita.
Madzhab Syiah menolak yang demikian itu. Madzhab ini mengatakan bahwa kritik dan koreksi terhadap sahabat bukan bertujuan (dan artinya tidak sama dengan) menghancurkan agama Islam atau merusak mata rantai sampainya ajaran Islam kepada kita. Hal itu didasarkan kepada minimalnya dua argumen.
Argumen pertama, kritik tersebut hanya tertuju kepada sebagian sahabat (bahkan sebagian kecil), bukan seluruh sahabat. Lebih jauh lagi, sebagian kecil dari sahabat yang dikritik itu pun, sebagiannya adalah mereka yang melakukan kesalahan-kesalahan yang masih bisa ditolerir, sehingga bisa jadi tidak mengganggu posisi mereka sebagai perawi
dan penyampai hadits Nabi. Dalam ilmu hadits. Kritik jelas boleh dilakukan. Dan terbukanya peluang kritik terhadap para sahabat dengan seluas-luasnya tidak menyebabkan timbulnya masalah sebagaimana yang dikhawatirkan oIeh para pengikut Ahlussunnah.
Kemudian, argumen kedua, mengapa menurut madzhab Ahlul Bait para sahabat Nabi boleh dikritik, adalah karena jika para sahabat tidak boleh dikritik karena mereka itu adalah penyampai ajaran Islam dan dari merekalah kaum Muslimin mengambil ajaran AI-Quran dan sunnah Nabi, maka seharusnya yang demikian ini berlaku juga pada generasi tabi’in yang datang setelah generasi sahabat.
Artinya, tabi’in pun tidak boleh dikritik karena mereka juga penyampai dan sumber pengambilan ajaran Islam. Padahal Ahlussunnah meyakini bahwa generasi tabi’in dan tabi’it tabi’in adalah orang-orang yang tidak kebal kritik, meskipun mereka itu memiliki posisi yang sama dengan para sahabat, yaitu sama-sama perawi dan penyampai hadits serta ajaran-ajaran Islam secara keseluruhan kepada generasi-generasi selanjutnya.
Dalam masalah Ini, argumentasi Ahlussunnah yang mengatakan bahwa para sahabat adalah ‘udul (semuanya adil), suci, dan memiliki kemuliaan sedemikian rupa, adalah karena mereka itu perawi dan sumber pengambilan ajaran Islam setelah Nabi, adalah argumentasi yang aneh. Menurut Syiah, cara berargumentasi seperti ini adalah terbalik. Seharusnya seseorang dibuktikan dulu kemuliaannya, kesuciannya, dan keadilannya, baru kemudian dia akan bisa diterima sebagai perawi dan penyampai ajaran Islam.
Sebagai analogi, kita bisa melihat profesi seseorang sebagai guru. Tidak mungkin seseorang akan diyakini sebagai orang yang pandai hanya karena ia berprofesi sebagai guru. Yang benar, seseorang harus pandai terlebih dahulu, baru kemudian dia dapat bertugas sebagai guru, karena kepandaian dan keluasan ilmu adalah syarat untuk seseorang dapat menjadi guru. Kepandaian harus ada lebih dulu, baru kemudian dengan modal kepandaian itu dia bisa menduduki posisi sebagai guru.
Demikian pula posisi seseorang sebagai perawi dan penyampai ajaran Islam. Siapa pun dia, harus didahului dengan syarat keadilan, kejujuran, dan sebagainya, baru ia bisa menjadi seorang yang perawi. Wallahu a’lam.
Sumber : ‘Itrah edisi 29, hlm. 61-62

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed