by

HAKEKAT NISFU SYA'BAN

Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan menurut kalender Hijriyah Qamariyah. Bulan Sya’ban terletak sesudah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan. Jumlah harinya 29 hari atau 30 hari. Nisfu Sya’ban berarti pertengahan bulan Sya’ban, yakni hari ke-15 bulan Sya’ban.

Di dalam riwayat yg cukup banyak disebutkan bahwa malam dan siang hari nisfu Sya’ban memiliki fadilah atau keutamaan yg sangat banyak, di antaranya pengampunan dosa, pengabulan doa dan munajat, dipenuhinya segala hajat duniawi dan ikhrawi kita, dll.

Malam niafu Sya’ban adalah malam yg penuh barakah. Karn itu di malam ini kita dianjurkan untuk tidak tidur dengan tujuan untuk beribadah. Diriwayatkan bahwa Imam Ali as tdk pernah tidur di malam nisfu Sya’ban, seperti dalam riwayat ini:

Dari Sa’ad bin Sa’ad, dari Imam Ali ar-Ridha as berkata: _”Imam Ali as tidak pernah tidur di tiga malam berikut: Malam kedua puluh tiga (23) bulan Ramadhan, malam Idul Fitri, dan malam nisfu Sya’ban, dimana di dalamnya dibagikannya rejeki, ditentukannya ajal dan apa2 yg akan terjadi selama setahun”._

Di dalam riwayat lain juga dikatakan bahwa malam nisfu Sya’ban merupakan malam yg paling utama setelah malam qadr ( _Lailatul qadr_ ).

Di malam ini terdapat amalan2 mustahab (Dianjurkan) untuk diamalkan, tentu saja semua amalan2 ini sangat mulia di sisi Tuhan dan akan mendatangkan pahala yg berlimpah dari-Nya. Amalan2 tersebut adalah sebagai berikut:

1. Dianjurkan untuk mandi.

Dari Abi Bashir, dari Abi ‘Abdillah as, beliau berkata: _”Berpuasalah kalian pada bulan Sya’ban, dan mandilah di malam pertengahan bulan itu. Sesungguhnya pada yg demikian terdapat keringanan (ampunan) dari Allah swt dan rahmat”._

2. Menghidupkan malam nisfu Sya’ban dengan ibadah.

Sebagaimana telah disebutkan di dalam riwayat2, diriwayat juga dari Zaid bin Ali: _”Ali bin Husain as (Zainal Abidin) senantiasa mengumpulkan kami di malam nisfu Sya’ban, kemudian ia membagi malam itu menjadi tiga bagian, satu bagian ia shalat bersama kami, lalu ia berdoa dan kami mengaminkan doanya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, kamipun memohon ampun juga. Kemudian kami meminta agar dimasukkan surga sampai terbitnya fajar”._

3. Dianjurkan untuk menziarahi Imam Husain as.

Diriwayatkan bahwa di malam nisfu Sya’ban kita dianjurkan untuk berziarah ke pusara suci Imam Husain as di Karbala, dan bagi yg jauh dari Karbala dianjurkan untuk membaca doa ziarah Imam Husain as.

Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata: “Barang siapa menziarahi pusara Imam Husain as di malam nisfu Sya’ban, Allah akan mengampuni dosanya yg telah lalu dan yg akan datang”.

Ini adalah amalan2 malam nisfu Sya’ban secara global. Untuk amalan2 yg terincinya, ikhwan dan akhwat bisa merujuk ke kitab Mafatihul Jinan. Selamat beribadah!

Oleh: R. Zulfahmi khan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed