by

Prinsip Kemahdian Dalam Al-Qur'an

DaIam perbincangan dengan para uIama, kami mengemukakan beberapa ayat suci aI-Quran berkenaan dengan prinsip kemahdian serta janji dan berita baik Ilahi tentang keadaan di akhir zaman. Ayat-ayat itu iaIah sebagai berikut:

1, Ayat 8 hingga 9 surah al-Shaff:

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.

Banyak mufasir Syi’ah maupun Sunni menegaskan bahwa maksud dari firman IIahi ”tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya” iaIah kemunculan juru selamat dan tegaknya keadiIan dalam tatanan global.

Fakhrurrazi dalam Tafsir al-Kabir-nya menyebutkan riwayat bahwa Abu Hurairah berkata, ”Allah berjanji akan memenangkan IsIam atas seluruh agama lain, dan janji ini akan terpenuhi ketika Isa aI-Masih as muncul.” Sudda juga mengatakan bahwa janji itu baru akan terpenuhi ketika Imam Mahdi as datang, dan ketika itu semua orang memeluk Islam atau jika tidak, dia harus menyerahkan upeti.

Sementara itu, Qurtubi membantah keyakinan sebagian orang bahwa Imam Mahdi tak Iain adalah Isa aI-Masih. Qurtubi menegaskan bahwa Imam Mahdi adalah keturunan Rasulullah saw. Qurtubi juga mengutip riwayat dari Abu Hurairah dan Sudda tersebut. Qurtubi mengatakan, ”Sebagian orang berpendapat bahwa Mahdi adaIah Isa.

Pendapat ini tidak benar karena berbagai hadis sahih dan mutawatir menyebutkan bahwa Mahdi adalah itrah RasuluIIah saw. Karena itu, Mahdi tidak bisa dikaitkan dengan Isa, dan bukanlah hadis sahih yang menyebutkan ”Tiada Mahdi kecuali Isa.”

Baihaqi dalam kitab Al-Ba’ats wa al-Nusyur juga menyebutkan bahwa hadis itu mardud (tertolak) karena para perawinya yaitu Muhammad bin Khalid al-Jundi dan Abban bin Abl Ayyasy adalah orang-orang yang tidak diketahui ldentitasnya (majhul). Karena itu, sanad hadis yang dihubungkan kepada Hasan Bisri itu terputus.

Selain itu, sudah jelas banyak hadis lain dengan sanad yang sahih dan mutawatir yang menyebutkan bahwa Mahdi akan keluar dan dia adalah pria keturunan Rasulullah saw.

Zamakhsyari dalam menafsirkan kalimat ”tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya” pada ayat tersebut menuliskan: Yang dimaksud dengan penyempurnaan cahaya Allah ialah penyempurnaan kebenaran dan penyampaiannya kepada tujuan.

Dengan demikian, Allah Swt yang telah menurunkan agama Islam sebagai petunjuk bagi manusia untuk meraih kesempurnaan telah berjanji akan menyempurnakan pengaruh agama ini hingga ke titik final berupa tegaknya pemerintahan llahi di muka bumi, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini:

2. Ayat 55 surah al-Nur:

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amaI-ama/ yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa.

Rasulullah Saw bersabda, ”Seandainya usia dunia ini hanya tersisa satu hari, maka Allah akan memperpanjang dari itu sampai datang seorang lelaki dari keturunanku yang namanya adalah namaku dan kuniyah-nya adalah kuniyah-ku, yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan, sebagaimana kezaliman dan penindasan telah memenuhinya.”

Dengan kata lain, Imam Mahdi akan memenuhi semua ruang batin umat manusia dengan tauhid dan makrifat setelah sebeIumnya terpenuhi dengan syirik dan kejahilan. Keadilan yang terbesar adalah keadilan ketika sanubari manusia terpenuhi oleh tauhid dan makrifat, sedangkan kezaliman yang terbesar adalah kehancuran sanubari manusia akibat syirik dan kejahilan.

Dunia secara kasat mata juga akan demikian; selain akan berkuasa atas dunia secara Iahiriah, Imam Mahdi as kelak juga akan berkuasa atas batin manusia. Dengan kekuasaan atas batin mereka itulah beliau akan memenuhi dunia dengan keadilan dan ketenteraman sekaligus memenuhi jiwa manusia dengan pancaran cahaya makrifat.

Dalam hadis lain Rasulullah saw juga bersabda,”Bumi telah dilipatkan di depanku sehingga aku melihat belahan-belahan timur dan baratnya, dan kerajaan umatku akan mencapai seluruh apa yang telah diperlihatkan kepadaku.” Hadis ini tak lain berkenaan dengan keadaan di akhir zaman.

Dari Miqdad juga diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda,”Di muka bumi ini tidak akan ada rumah ataupun tenda kecuali Allah telah memasukkan kalimat Islam pada rumah dan tenda itu dengan memuliakan setiap orang yang mulia dan menghinakan orang yang hina.”

Dua hadis ini dikutip oleh Aminuddin Thabarsi ra dalam Tafsir al Jawami’ pada bagian akhir penafsiran ayat suci: Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka

Diriwayatkan pula bahwa Ali bin Husain as berkata, ”Demi Allah, mereka adalah para pengikut kami Ahlulbait, dan ini akan terwujud di tangan seorang pria dari kami yang tak Iain adalah Mahdi umat ini, sebagaimana tentang dia Rasulullah saw bersabda, ‘Seandainya usia dunia ini hanya tersisa satu hari, maka Allah akan memperpanjang dari itu sampai datang seorang lelaki dari keturunanku yang namanya adalah namaku dan kuniyah-nya adalah kuniyah-ku, yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan, sebagaimana kezaliman dan penindasan telah memenuhinya.”

Tentang ini Sayid Haidar Amuli mengatakan: Pernyataan Isa putra Maryam, ”Kami membawakan tanzil kepada kalian, sedangkan takwil akan dibawa oleh Parakletos pada akhirzaman”adalah berkenaan dengan masalah ini, dan Parakletos tak lain adalah Imam Mahdi as.

Dengan demikian, makna dari pernyataan Nabi Isa as ialah bahwa Imam Mahdi as akan membawa dan menyampaikan takwil dan hakikat al-Quran, karena pada al-Quran terdapat lahir dan batin, takwil dan tafsir, yang jelas dan yang samar, dan hukum-hukum selain itu, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Pada al-Quran terdapat lahir dan batin, sedangkan pada batin al-Quran masih terdapat batin lain hingga tujuh Iapis.” Allah Swt dalam surah al-Anbiya’ ayat 105 juga berfirman, Tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya.

3. Ayat 105 surah al-Anbiya’:

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.

Ayat ini berkenaan dengan masalah kemahdian dan prinsip bahwa sejarah bergerak menuju perbaikan, ketenteraman, kesejahteraan, dan persatuan umat manusia. Dengan demikian, segala sesuatu pada prinsipnya sedang bergerak di jalan Allah Swt. Penjelasan tentang ayat ini telah kami paparkan dalam diskusi kami tentang kemahdian dalam al-Quran.

4. Ayat 137 surah al-A’raf:

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

Ayat ini juga turut menyemarakkan diskusi kami tentang kedatangan Isa al-Masih as dan Imam Mahdi as. Kami juga telah memaparkan berbagai hadis tentang ayat-ayat suci al-Quran yang turun berkaitan dengan kemunculan kedua manusia itu di akhir zaman. Di samping itu kami juga menjelaskan panjang lebar keterangan para mufasir besar.

(Tulisan Muhammad Imami Kasyani di bab terakhir buku “The Last Messiah” jilid 2.)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed