by

Al-Shahifah Al-Mahdiyyah : Sarana Mendekatkan Diri pada Imam Akhir Zaman

BANYAK orang mengatakan bahwa zaman ini merupakan zaman akhir yakni zaman yang sudah mendekati kiamat. Berbagai bencana alam, malapetaka sosial, kerusuhan politik, degradasi moral dan aneka penderitaan menjadi pembenar atas istilah tersebut. Pertanyaannya, jika begitu realitasnya, mengapa orang tidak mencari pemimpin akhir zaman yang hakiki dan universal, yang menjadi renjana spiritual seluruh pencari Kebenaran lintas agama, yang akan menyelamatkan manusia dari kesengsaraan?

Penulis buku ini, Sayid Murtadha Mujtahidi al-Sistani, mengajak pembaca untuk mengikatkan diri pemimpin dengan akhir zaman, yakni Imam Muhammad al-Mahdi, cucu Rasulullah saw. Buku ini, kata penulis. ”berisikan kumpulan berbagai salat, doa dan ziarah yang berasal dari pribadi suci Imam Mahdi yang sampai di tangan kami, ataupun dinukil dari Yang Mulia Baqiyatullah (Peninggalan Allah) di muka bumi, yakni pemilik kekuasaan atas seluruh jin dan manusia di dunia.”

Berbagai doa, ziarah, munajat, salat dan sejumlah kisah hikmah yang dihimpun oleh penulis dalam buku ini dimaksudkan untuk mendekatkan pembaca kepada pribadi Imam Zaman, dengan harapan agar manusia tidak lalai dari tali Allah yang terakhir ini.

Salah satu hal yang juga ditekankan oleh penulis adalah falsafah kegaiban Imam Zaman as itu sendiri. Di sini, kiranya benar, ungkapan seorang metafisikawan seperti Fritjof Schuon, dalam Islam dan Filsafat Perennial, yang menyatakan bahwa Islam Syi’ah adalah Islam yang masih memiliki hubungan kuat dengan Langit (Tuhan).

Mengapa? Karena pemeluk mazhab ini merayakan paham Mahdiismenya itu bukan saja di tingkat wacana fllosofis tetapi merambahnya hingga ke alam praksis, ke rahsa sehingga ingatan kepada Imam Zaman akan menyelamatkan manusia, dengan
izin Allah, dari tumpukan kesulitan hidup, bencana, kefasadan soslal, dan berbagai bahaya Iainnya.
(Arif Mulyadi).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed