by

Ayatullah Shafi Ghulpaghani: Sunni-Syiah Harus Bersatu Dalam Menghadapi Musuh

Dalam berbagai kesempatan tema dan seruan persatuan selalu didengungkan oleh Wali Faqih Imam Ali Khamenei dan ulama-ulama Syiah moderat lainnya. Baik dalam forum nasional maupun international, baik dalam kunjungan luar negeri atau dalam menerima tamu dari negara lain. Hal ini juga disampaikan oleh  Ayatullah al Uzhma Shafi Ghulpaghani.
Bahwa persatuan Islam harus selalu disampaikan dalam masyarakat dunia, apapun aliran dan darimanapun asalnya. Karena perpecahan dan konflik yang terjadi di dunia Islam adalah adu domba yang dilakukan musuh Islam, Amerika dan Israel.
Ayatullah al Uzhma Shafi Ghulpaghani mengatakan “Sunni dan Syiah harus bersatu dalam menghadapi musuh bersama, yaitu munculnya kelompok-kelompok takfiri (baca: ISIS) yang kehadirannya dimanfaatkan musuh-musuh Islam untuk memecah belah umat Islam.”
Hal ini disampaikan dalam menerima tamu dari sejumlah ulama Sunni dari India, Indonesia dan beberapa negara lainnya di kediamannya, di Qom, Republik Islam Iran, Selasa (31/5) . Imam marja’ ini juga menyampaikan bahwa :
“Kebanggaaan kita, bahwa kita adalah umat Nabi Muhammad Saw, yang berpegang teguh pada tauhid dan kecintaan kepada Ahlul Bait As. Saya berharap semoga Allah Swt tetap menghidupkan dan mematikan kita dalam Islam dan mencapai keberhasilan-keberhasilan di dunia ini.” Ujar ulama marja taklid Syiah tersebut.”
“Di majelis ini yang duduk bersama berasal dari bangsa, suku dan negara yang berbeda, namun kita disatukan oleh ikatan iman kepada Allah Swt dan Nabi-Nya.” tambahnya.
Selanjutnya ia menambahkan, “Sebagai umat Islam, kita harus memposisikan Al-Qur’an lebih tinggi dari yang lainnya, harus mendapat perhatian dan fokus yang lebih besar, baik dalam membacanya, mengkajinya, mentadabburinya dan mengamalkan kandungan-kandungan di dalamnya. Dan yang sangat membahagiakan dari pertemuan ini, meskipun di majelis ini yang duduk bersama berasal dari bangsa, suku dan negara yang berbeda, namun kita disatukan oleh ikatan iman kepada Allah Swt dan Nabi-Nya.”
“Ikatan iman inilah yang harus kita jaga, untuk terus memupuk persatuan dan rasa persaudaraan. Sunni dan Syiah harus bersatu dalam menghadapi musuh bersama, yaitu munculnya kelompok-kelompok takfiri (baca: ISIS) yang kehadirannya dimanfaatkan musuh-musuh Islam untuk memecah belah umat Islam.” Lanjutnya.
Dalam lanjutan penyampaiannya, Ayatullah Ghulpaghani menegaskan persatuan umat Islam bukan hal yang bisa ditawar-tawar melainkan sebuah kewajiban yang harus segera ditunaikan. Dengan menukil ayat Al-Qur’an, واعتصموا بحبل الله جمیعا و لاتفرقوا (Berpegang tegulah pada tali Allah dan janganlah bercerai berai), ia berkata, “Ini perintah tegas dari Al-Qur’an, bahwa umat Islam tidak boleh saling melalaikan dan menjauh satu sama lain, melainkan saling merangkul dan bersatu. Bersama-sama berpegang teguh pada tali Allah Swt, yaitu ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Sunnah-sunnah Nabi-Nya.”
“Kebanggaan kita, agama kita adalah agama terbaik dari agama-agama langit yang ada, yang menyempurnakan ajaran agama-agama sebelumnya, yang memuat semua kandungan yang dibutuhkan umat manusia, baik lahir maupun batin, baik dalam urusan dunia, maupun akhirat.” Tambahnya.
Pada bagian akhir penyampaiannya, Ayatullah Ghulpaghani mengatakan, “Saya mendoakan untuk semua umat Islam agar mendapatkan keberhasilan termasuk dalam menghadapi musuh. Kita semua punya cita-cita besar yang sama untuk meninggikan kalimat Allah Swt dan mengharumkan Islam. Keinginan bersama kita adalah kembali kepada Al-Qur’an dan berpegang pada tali Allah Swt. Nilai-nilai tauhid harus menjadi landasan utama dari setiap aktivitas dan pergerakan kita.”
sumber : ABNA

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed