by

Amalan di Malam Lailatul Qadar Dalam Literatur Syiah

Malam 19 Bulan Suci Ramadhan adalah awal malam dari malam-malam Lailatul Qadr, dan malam Lailatul Qadr adalah malam yang keutamaannya tidak tertandingi oleh malam-malam lainnya, amalan di dalamnya lebih baik dari seribu amal, di malam tersebut semua perkara manusia dalam setahun akan ditentukan, para Malaikat dan Ruh Suci turun dengan izin Allah datang kepada Imam Mahdi af dan hadir di sisi beliau lalu menyampaikan ketentuan-ketentuan setiap manusia.
Amalan Malam Lailatul Qadar ada dua bagian; bagian pertama bersifat umum dilakukan di setiap malam Lailatul Qadr (malam 19, 21 dan 23), dan bagian yang kedua bersifat khusus dilakukan di malam 19, atau 21, atau 23.
Bagian Pertama
Ada beberapa amalan, diantaranya:
1. Mandi
Allamah Majlisi ra berkata: yang afdhol hendaknya mandi di saat terbenamnya matahari supaya ketika mendirikan sholat Isya dalam keadaan mandi.
2. Sholat dua rakaat, di setiap rakaatnya setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlash sebanyak 7 kali, lalu setelah selesai sholat membaca sebanyak 70 kali:
استغفر الله و أتوب إليه
Astagfirullâh wa atûbu ilaihi.
Disebutkan dalam hadits Nabawi barangsiapa yang melakukan amalan tersebut maka dia tidak beranjak dari tempatnya kecuali Allah mengampuni dosanya dan dosa-dosa kedua orang tua nya.
3. Mengambil Mushaf Al-Qur’an dan membukanya lalu meletakkannya di antara kedua tangan seraya membaca:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِكِتابِكَ المُنْزَلِ وَما فِيْهِ وَفِيْهِ اسْمُكَ الاكْبَرُ وَأَسْماؤُكَ الحُسْنى وَمايُخافُ وَيُرْجى أَنْ تَجْعَلَنِي مِنْ عُتَقائِكَ مِنَ النّارِ
Allahumma inna as’aluka bi kitabikal munzal wa ma fihi, wa fihi ismukal akbar wa asmaukal husna wa ma yukhafu wa yurja an taj’alani min ‘utaqaika minan nar.
Lalu berdoalah meminta hajat kita.
4. Mengambil Mushaf Al-Qur’an lalu meletakkannya di atas kepala dan membaca:
اللَّهُمَّ بِحَقِّ هذا القُرْآنِ وَبِحَقِّ مَنْ أَرْسَلْتَهُ بِهِ، وَبِحَقِّ كُلِّ مُؤْمِنٍ مَدَحْتَهُ فِيْهِ، وَبِحَقِّكَ عَلَيْهِمْ فَلا أَحَدَ أَعْرَفُ بِحَقِّكَ مِنْكَ ].
10 kali بِكَ يااللهُ
10 kali بِمُحَمَّدٍ
10 kali بِعلِيٍّ
10 kali بِفاطِمَةَ
10 kali بِالحَسَنِ
10 kali بِالحُسَيْنِ
10 kali بِعَليٍّ بْنِ الحُسَيْنِ
10 kali بِمُحَمَّدِ بْنِ عَليٍّ
10 kali بِجَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ
10 kali بِمُوسَى بْنِ جَعْفرٍ
10 kali بِعَليٍّ بْنِ مُوسى
10 kali بِمُحَمَّدِ بْنِ عَليٍّ
10 kali بِعَليِّ بْنِ مُحَمَّدٍ
10 kali بالحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ
10 kali بِالحُجَّةِ
Lalu mintalah hajatmu!
5. Ziarah Imam Husein as, disebutkan di dalam hadits “ketika malam Lailatul Qadr tiba terdengar suara penyeru dari langit ketujuh dari ‘Arsy ; sesungguhnya Allah mengampuni orang yang berziarah ke makam Imam Husein as”.
6. Menghidupkan 3 malam Lailatul Qadr, di dalam hadits disebutkan: barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadr dosa-dosanya akan diampuni meskipun dosanya sebanyak bintang-bintang di langit, beratnya seberat gunung-gunung dan luasnya seluas lautan.
7. Sholat 100 rakaat, yang merupakan memiliki keutamaan yang sangat banyak dan lebih afdholnya di setiap rakaat nya setelah membaca al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas 10 kali.
8. Membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَمْسَيتُ لَكَ عَبْداً داخِراً لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلا ضَرّاً وَلا أَصْرِفُ عَنْها سُوءً، أَشْهَدُ بِذلِكَ عَلى نَفْسِي، وَأَعْتَرِفُ لَكَ بِضَعْفِ قُوَّتِي، وَقِلَّةَ حِيلَتِي، فَصَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَأَنْجِزْ لِي ما وَعَدْتَنِي وَجَمِيعَ المُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِناتِ مِنَ المَغْفِرَةِ فِي هذِهِ اللَّيْلَة، وَأَتْمِمْ عَلَيَّ ما آتَيْتَنِي فَإِنِّي عَبْدُكَ المِسْكِينُ المُسْتَكِينُ الضَّعِيفُ الفَقِيرُ المَهِينُ. اللَّهُمَّ لا تَجْعَلْنِي ناسِيا لِذِكْرِكَ فِيما أَوْلَيْتَنِي، وَلا لاِحْسانِكَ فِيما أَعْطَيْتَنِي وَلا آيساً مِنْ إِجابَتِكَ وَإِنْ أَبْطَأْتَ عَنِّي فِي سَرَّاءَ أَوْ ضَرَّاءَ أَوْ شِدَّةٍ أَوْ رَخاءٍ أَوْ عافِيَةٍ أَوْ بَلاءٍ أَوْ بُؤْسٍ أَوْ نَعَماءَ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعاءِ.
Al-Kaf’ami meriwayatkan doa tersebut dari Imam Ali Zainal Abidin as, bahwa beliau di malam-malam Lailatul Qadr selalu membaca doa ini dalam keadaan berdiri, duduk, rujuk, dan sujud.
Allamah al-Majlisi ra berkata: Sesungguhnya amalan yang paling utama di malam-malam Lailatul Qadr adalah beristighfar dan berdoa untuk perkara dunia dan akhirat diri sendiri, kedua orangtua, sanak kerabat dan saudara-saudara mukmin baik yang hidup maupun yang telah tiada, berzikir, dan bersholawat kepada Nabi Muhammad saw dan Keluarganya sebanyak yang kita mampu, dan disebutkan juga di sebagian hadits bahwa disunnahkan membaca doa Jausyan Kabir di malam-malam tersebut.
Bagian Kedua
Amalan khusus malam 19:
1. Membaca:
سْتَغْفِرُ الله رَبِّي وأَتُوبُ إِلَيْهِ
Sebanyak 100 kali
2. Dan juga :
اللَّهُمَّ الْعَنْ قَتَلَةَ أَمِيرِ المُؤْمِنِينَ
Sebanyak 100 kali
3. Membaca doa :
يا ذا الَّذِي كانَ قَبْلَ كُلِّ شَيْءٍ ثُمَّ خَلَقَ كُلِّ شَيْءٍ ثُمَّ يَبْقى وَيَفْنى كُلُّ شَيْءٍ، يا ذا الَّذِي لَيْسَ كَمِثْلِه شَيْءٌ، وَيا ذا الَّذِي لَيْسَ فِي السَّماواتِ العُلى وَلا فِي الأَرْضِينَ السُّفْلى وَلا فَوْقَهُنَّ وَلا تَحْتَهُنَّ وَلا بَيْنَهُنَّ إِلهٌ يُعْبَدُ غَيْرُهُ، لَكَ الحَمْدُ حَمْداً لا يَقْوى عَلى إِحْصائِهِ إِلاّ أَنْتَ، فَصَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍصَلاةً لا يَقْوى عَلى إِحْصائِها إِلاّ أَنْتَ.
4. Membaca doa:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيما تَقْضِي وَتُقَدِّرُ مِنَ الاَمْرِ المَحْتُومِ وَفِيما تَفْرُقُ مِنَ الاَمْرِ الحَكِيمِ فِي لَيْلَةِ القَدْرِ وَفِي القَضاء الَّذِي لا يُرَدُّ وَلا يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِي مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الحَرامِ المَبْرُورِ حَجُّهُمُ المَشْكُورِ سَعْيُهُمُ المَغْفُورِ ذُنُوبُهُمُ المُكَفَّرِ عَنْهُم سَيِّئاتُهُمْ، وَاجْعَلْ فِيْما تَقْضِي وَتُقَدِّرُ أَنْ تُطِيلَ عُمْرِي وَتُوَسِّعَ عَلَيَّ فِي رِزْقِي (وَتَفْعَلَ بِي كَذا وَكَذ)
Mengganti kalimat
(وَتَفْعَلَ بِي كَذا وَكَذ)
Dengan meminta hajat kita.
Semoga bermanfaat..

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed