by

Mirza Ali : Fatwa Imam Ali Khamenei Memperkuat Persaudaraan Sunni-Syiah

”Musuh selalu berusaha menciptakan perpecahan dan ikhtilaf di tengah umat Islam, terutama antara Syi’ah dan Ahlusunnah. Aksi penodaan yang terjadi belakangan adalah salah satu aksi makar mereka yang terburuk untuk memecah belah umat Islam,” – Mirza Ali –

Pada artikel-artikel terdahulu telah kami tampilkan komentar-komentar dan respon ulama-ulama ahlussunnah terkait fatwa Imam Ali Khamenei tentang haramnya bagi muslim Syiah mencela simbol-simbol kehormatan muslim ahlussunnah, seperti istri nabi dan sahabat-sahabatnya. Pada kesempatan ini – yang sudah kesekian kali dan masih banyak lagi – respon positif dan apresiasi datang dari Ulama Ahlussunah Haji Abdul Hay Akhund Mirza Ali.
“Kasus Penodaan yang Terjadi Belakangan adalah Trik Musuh”
Haji Abdul Hay Akhund Mirza Ali, merupakan seorang imam Jumat Ahlusunnah kota Aq-Qala menyatakan, ”Fatwa bervisikan persatuan yang dikeluarkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam menunjukkan keluasan wawasan dan kesigapan beliau, dan fatwa ini juga memperkuat solidaritas dan rasa persaudaraan antara Syi’ah dan Ahlusunnah.”
Mirza Ali juga menyebut fatwa Ayatullah Ali Khamenei telah menggagalkan aksi makar musuh yang terjadi belakangan ini. ”Pemimpin Besar Revolusi Islam sebagai penyeru persatuan dan persaudaraan antar umat Islam telah memperlihatkan kedalaman dan kesahihan pengetahuannya, juga besarnya kepedulian dan hasratnya kepada persatuan umat Islam.”
Menurut Mirza Ali, musuh-musuh Islam tak hentihentinya berupaya mengadu domba umat Islam. ”Musuh selalu berusaha menciptakan perpecahan dan ikhtilaf di tengah umat Islam, terutama antara Syi’ah dan Ahlusunnah. Aksi penodaan yang terjadi belakangan adalah salah satu aksi makar mereka yang terburuk untuk memecah belah umat Islam,” ungkapnya.
Akhund Mirza Ali kemudian menegaskan misi persatuan yang dibawa oleh Revolusi Islam Iran. ”Sejak kemenangan revolusi yang berlandaskan ajaran Islam kita melihat banyak perkembangan dalam persatuan dan persaudaraan antara Syi’ah dan Ahlusunnah, dan bahkan antara agama Ilahi yang semuanya memiliki kehormatan dalam kehidupan masyarakat.”
sumber : Buku “Fatwa Resmi Syiah Terhadap Simbol Ahlussunnah” disusun oleh Dr. Tabraiyyan dan Dr. Tasykiri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed