by

Tanya-Jawab Seputar Khilafah dan Wilayah

Kaum Syi’ah mengatakan bahwa tidak ada keraguan bahwa bersama Nabi, Nubuwah pun berakhir pula. Sekarang tidak ada lagi Nabi dan tidak ada lagi agama baru yang akan dibawa manusia mana pun. Hanya ada satu agama dan itulah Islam. Nabi Islam adalah Nabi terakhir. Tetapi persoalan sang hujjah dan insan al-kamil tidaklah berakhir. Karena manusia pertama adalah dari kategori ini, manusia terakhir pun seperti dia.
Di antara kalangan Sunni hanya kaum Sunni sajalah yang percaya kepada ajaran ini, walau mereka menyebutnya dengan nama yang berbeda. Itulah kenapa kita lihat bahwa beberapa orang sufi, sekalipun mereka itu Sunni, tetapi mereka menerima ajaran Imamah dalam beberapa tulisan mereka dengan pengertian yang sama dengan ajaran Syi’ah. Muhyuddin Ibnu Arabi adalah orang Andalusia (Spanyol). Andalus merupakan salah satu negeri yang penduduknya tidak sekedar Sunni tetapi juga secara fanatik anti terhadap Syi’ah.
Mereka juga pengikut Nasibiisme (paham anti keturunan Nabi). Alasannya adalah bahwa Andalus pertama ditaklukkan oleh Bani Umayah, yang menguasainya selama kurun waktu yang cukup lama. Bani Umayah sangat membenci Ahlul Bait Nabi. Mungkin di Andalus tidak ada orang Syi’ah dan jika ada, jumlah mereka pun sangat kecil. Meskipun Muhyuddin seorang Andalus, karena rasa sufismenya ia percaya bahwa bumi tidak pernah tanpa seorang Wali dan Hujjah. Sehubungan dengan ini ia menerima sudut pandang Syi’ah dan bahkan ia menceritakan nama-nama para Imam.
Sewaktu menyebut nama Imam terakhir (Imam Mahdi), ia malah mengklaim bahwa secara pribadi ia pernah bertemu dengan Muhammad bin Hasan al-Askari (Imam Mahdi) di tempat ini, dan itu sekitar beberapa tahun setelah 600 H. Meskipun demikian, ia telah banyak membuat pernyataan yang menentang ajaran Syi’ah, suatu kecondongan dari paham Sunninya. Tetapi karena kecenderungannya terhadap sufisme, ia mengakui bahwa tidaklah mungkin di segala zaman tidak ada seorang Wali (atau hujjah sebagaimana kata Imam kami) di muka bumi. Bahkan ia mengklaim: ‘Aku telah bertemu dengan Muhammad bin Hasan al-‘Askari, yang sekarang dalam persembunyian dan usianya sekarang 300 tahun lebih.
Pertanyaan :
Seperti Anda katakan, memang pokok masalah utama perselisihan antara Syiah dan Sunni adalah masalah Khilafah dan Wilayah. Sayangnya, kebanyakan orang Syiah yang tidak mengetahui karakter hakiki imamah, bertanya mengapa Al-Qur’an hanya menyebut kata wilayah saja, dan tak ditemukan kata khilafah di dalamnya, padahal khilafah beda dengan wilayah.
Itulah sebabnya kenapa saya ingin mengetahui dengan pasti apakah kata “maula” juga diterjemahkan “khalifah”. Kemudian saya mendapati bahwa kamus terkenal “al-Munjid” menyebut “khalifah” sebagai salah satu arti dari “maula”. Dengan deikian, menurut hemat saya, masalah ini sekarang perlu dipecahkan. Dalam hubungan ini, saya ingin tahu mana kata yang benar, khalifah atau khalif . Tentu saja Al-Qur’an menggunakan kata “khalifah”.
Jawaban :
Tidak betul. Dalam Al-Qur’an kata “khalifah” tidak digunakan dalam pengertian seperti yang biasa kita gunakan, meskipun dalam tradisi Syiah kata ini sering digunakan dalam pengertian ini. Namun penggunaan kata khusus tidak begitu penting. Arti penting khalifah dalam bangunan khalifah (wakil) Allah SWT sangat berbeda dengan arti pentingnya dalam bangunan khalifah Rasul (pengganti Nabi saw). Kita tidak perlu memberikan penekanan yang tidak perlu pada apakah kata mi digunakan dalam Al-Qur’an atau sunah atau tidak. Yang penting adalah pengertian kata itu, bukan kata itu sendiri.
Anda katakan bahwa khalif adalah salah satu arti dari maula. Itu tidak betul. Menurut saya, Anda keliru. Dalam “al-Munjid” kata itu adalah halif bukan khalif. Arti halif adalah sekutu atau pendukung. Di kalangan kaum Arab, dua atau lebih individu atau suku suka bersumpah mau saling membantu. Mereka disebut hulafa, dan masing-masing disebut halif-nya yang lain. Jadi kalau kata maula digunakan dalam pengertian halif, artinya tetap saja pembantu dan pendukung.
(Murtadha Muthahhari dalam buku “Khilafah dan Imamah)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed