by

Peran Destruktif Hawa Nafsu

Hawa Nafsu dan Thaghut
Hawa nafsu dan thâghût -selanjutnya tagut- adalah faktor bipolar (berkutub dua) yang sangat berpengaruh dalam merusak hidup manusia. Hawa nafsu beraksi merusak manusia dari dalam, sedang tagut merusak manusia dari luar. Setan beroperasi dalam jiwa manusia melalui hawa nafsu dan di masyarakat melalui tagut.
Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan kita untuk mencegah jiwa dari rayuan hawa nafsu, bahkan menyingkirkannya jauh-jauh.
Allah SWT berfirman: “Janganlah kalian ikut i ajakan hawa nafsu.” Q.S. Al-Nisâ` 135. Allah SWT berfirman: “… Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan
menyesatkan kamu dari jalan Allah…” Q.S. Shâd 26
Allah SWT berfirman: ” … Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu…”Q.S.A\-Maidah 48.
Sebagaimana pula Allah menyuruh kita untuk mengingkari dan menjahui thaghut.
Allah SWT berfirman: ”…Mereka hendak berhakim kepada tagut. Padahal niereka telah diperintah mengingkarinya. Q.S. An-Nisâ’ 60.
Allah SWT berfirman: Dan orang-orangyang menjauhi tagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku”. Q.S. Az-Zumar 17.
Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk inenyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah tagut itu…” Q.S. An- Nahl 36
Akal dan Agama
Dalam menghadapi hawa nafsu dan tagut, Allah telah memberi manusia akal dan agama sebagai petunjuk jalan yang lurus. Peran akal ialah mengatur prilaku manusia dari dalam (jiwa) dan agama mengatur prilaku manusia dari luar.
Diriwayatkan dari Amiril Mukminin Ali as: “Akal merupakan syariat dalam diri manusia, dan syariat adalah akal di luar manusia.”[31]
Imam Musa Al-Kâzhim as berucap: “Allah mempunyai dua hujjah (bukti) atas manusia. Hujjah yang tampak (zhâhir) dan tersembunyi (bâthin). Hujjah yang tampak ialah para Rasul as dan imam as, sedaugkan hujjah yang tersembunyi ialah akal.”[32]
Akal dan agama selalu bahu-membahu dalam diri manusia dan di masyarakat luas untuk menghadang hawa nafsu dan tagut.  Diriwayatkan dari Imam Ali as: “Perangilah hawa nafsumu dengan akalmu.”[33]
Watak Destruktif Hawa Nafsu
Hawa nafsu sebagai daya yang mutlak dengan tuntutan yang mutlak memiliki kemampuan luar biasa untuk merusak jiwa manusia. la tidak dapat diserupai, bahkan setan dan tagut sekalipun.
Lacurnya, daya yang berkapasitas besar untuk merusak ini, laten dan tersimpan dalam jiwa manusia. Tiada jalan bagi manusia untuk bisa menghindar dari jangkauannya.
Oleh karena itu, hawa nafsu merupakan satu dari dua hal yang sangat dikhawatirkan Rasulullah SAWW bila pada umatnya. Rasulullah SAWW bersabda: “Sungguh yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah hawa nafsu dan panjang angan-angan. Hawa nafsu akan membendung seorang dari Al-Haq (kebenaran), sedang panjang angan-angan akan melalaikan seorang dari akhirat.”[34]
Dalam sebuah riwayat, Imam Ali as bertutur: “Kelezatan (duniawi) itu merusak.”[35]
Footnote :
[31] Majma’ul Bahrain, karya Al-Thuraihi, bagian “Akal”.
[32] Bihârul Anwâr, 1:137; Ushûlul Kâfî, 1:16.
[33] Nahjul Balâghah.
[34] Bihârul Anwâr, 70:88.
[35] Ghurarul Hikam, karya Al-Âmidi, 1:13.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed