by

Tanya-Jawab : Antara Imamah dan Administrasi Pemerintahan

Kesan yang  diambil dari pembahasan terdahulu bahwa ada hingga ruang lingkup tertentu suatu batas antara Imamah dan administrasi pemerintahan. Anda (Ayatullah Muthahhari) telah mengatakan bahwa Imamah melibatkan tugas dan fungsi tertentu, dan administrasi pemerintahan hanya salah satu darinya.
Pertanyaan :
Saya tidak tahu tugas lain apakah yang secara langsung menyatakan administrasi apa pun juga. Dari Islam, sejauh apakah kita mengetahui Islam menunjukkan bahwa tidak ada batas antara dunia ini dan akhirat atau antara aktivitas duniawi ini dan aktivitas dunia yang akan datang.
Amal perbuatan yang berhubungan dengan akhirat ada sangkut pautnya dengan kehidupan duniawi ini, dan amal perbuatan yang berhubungan dengan dunia ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan kehidupan sosial serta untuk membantu menegakkan sistem pemerintahan yang adil.
Kami melihat Al-Qur’an mengemukakan tentang orang-orang yang amal ibadahnya sebagai model kehidupan, ditujukan untuk memperbaiki kehidupan duniawi dan menegakkan pemerintahan yang adil. Hal ini memberikan kepentingan yang sangat besar terhadap Jihad. Kami dapati bahwa segala usaha dan segala gaya hidup para Imam ditujukan untuk memperoleh kembali hak kepemimpinan mereka dan mengadministrasi suatu pemerintahan.
Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara orang-orang yang berjuang secara terang-terangan dan orang-orang yang berjuang secara rahasia di dalam penjara atau di tempar-tempat persembunyian mereka. Saya tidak tahu tugas apalagi selain daripada urusan pemerintahan yang dapat membenarkan lembaga Imamah, karena hanya administrasi pemerintahan sajalah yang dapat membenarkan segala aktivitas yang berhubungan dengan Imamah.
Jawab:
Persoalan batas cuma anda yang mengemukakannya. Saya tidak pemah menggunakan kata ini dan saya tidal: berfikir bahwa adalah tepat untuk menggunakannya. Sebagaimana telah saya katakan di mana Syi’ah percaya bahwa kedudukan Imamah lebih tinggi daripada pemerintahan, yang mana hanyalah salah satu dari fungsinya. Fungsi lainnya yang merupakan suatu kedudukan atau maqam yang lebih tinggi adalah tugas seorang Imam menguraikan dan menjelaskan Islam.
Di samping itu, Imam adalah wewenang yang ma’shum (suci dari dosa) atas hukum-hukum agama. Kami mengatakan bahwa salah satu fungsi Nabi adalah mengadministrasi pemerintahan. Tetapi hak kepengurusan yang diberikan padanya ini tidaklah dari umat. Allahlah yang memberikan hak ini padanya, atas dasar ia lebih utama dari siapa pun. Dengan kata lain, Nabi memimpin karena beliau adalah pengurai hukum-hukum Ilahi dan mempunyai hubungan spiritual dengan dunia ghaib. Saya tidak pernah ingin mengatakan bahwa ada suatu batas antara dunia ini dengan akhirat. Saya juga tidak membagi-bagi fungsi seorang Imam dan penguasa. Saya tidak mengatakan bahwa seorang Imam menjaga berbagai urusan umat yang berhubungan dengan akhirat dan seorang penguasa yang menjaga berbagai urusan dunia ini. Jika saya telah berkata demikian, kritik anda ini dapat dibenarkan. Kaum Syi’ah memiliki satu teori.
Jika ini terbukti, persoalan kepemimpinan secara otomatis terselesaikan. Kami yakin bahwa Imamah itu dekat dengan Nubuwah. Sebagajmana pada masa hadirnya seorang Nabi, persoalan kepemimpinan selainnya tidaklah muncul. Demikian juga pada masa hadimya seorang Imam, persoalan tidaklah muncul. Persoalan bentuk pemerintahan dalam pengertian modern muncul hanya ketika kita menganggap tidak ada Imam atau ketika sang Imam berada dalam okultasi sebagaimana situasinya di zaman kita ini.
Sebaliknya, pada masa hadirnya seorang Imam pada masa kedudukan yang diyakini oleh kaum Syi’ah, kedudukannya sudah cukup jelas.
(Lihat buku “Imamah dan Khilafah” Karya Murtadha Muthahhari)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed