by

Syiah Takfiri : Yasir Al-Habib, Ulama Syiah Ciptaan Inggris

Yasir Al-Habib adalah seorang Ulama Syiah ciptaan Inggris, yang memiliki organisasi Khiddam Al-Mahdi di Kuwait, yang menciptakan perpecahan antara Sunnah dan Syiah. Oleh sebab itulah, Kepolisian Kuwait menangkapnya dan menjebloskannya ke dalam penjara. Namun, selang beberapa bulan, atas permintaan, komisi HAM AS dan Inggris, dia dibebaskan. Setelah melepaskan kewarganegaraan Kuwaitnya, dia mendapatkan suaka dari Inggris. Tentunya Inggris, menyediakan segala sarana untuk rohaniawan yang satu ini.
Karena, tidak berselang lama, dia memiliki segala sarana di kota London. Dia mendirikan Huseiniyyah dan Pusat kajian keilmuan. Menyebarkan majalah, serta membuat Stasiun Televisi yaitu “Fadak TV”. Sehingga dia dapat menyebarkan perkataannya di seluruh penjuru dunia dan menyempurnakan pengabdiannya terhadap Inggris. Untuk itu, pada bulan Ramadhan tahun 1431 H bertepatan dengan wafatnya Sayyidah Aisyah ra. Ummul Mukminin , dia membuat suatu majelis di London, di atas mimbar, dia mencaci dan menisbahkan kalimat-kalimat kasar terhadap Sayyidah Aisyah.
Bersamaan dengan itu, website dan stasiun televisi Fadak, menjadikan acara tersebut mendunia. Hal-hal tersebut dilakukannya, di mana, sebelumnya dia juga mencetak karya tulisnya dalam rangka menebarkan tuduhan keji kepada Sayyidah Aisyah ra.
Kami dan anda semua sekarang dan sebelumnya telah mengetahui . Banyak dana yang telah dikeluarkan, agar suatu kelompok (Syiah) menulis buku, untuk menyerang dan mencela Ahlussunah, dan begitu juga sebaliknya.  Dana pembuatan dan penyebaran kedua kitab ini berasal dari satu saku yang sama .
Perkara ini memberikan keuntungan pada kelompok Wahabi. Karena hal ini sangat membantu mereka untuk memberikan tekanan terhadap Syiah. Sebagaimana reaksi yang ditunjukkan oleh, mufti pertama Saudi, yaitu Syeikh Abdul Aziz Al-Syeikh setelah penghinaan yang dilakukan oleh Yasir Al-Habib terhadap Ummul Mukminin Aisyah.
Penyebaran madzhab Syiah di negara-negara Islam dan Arab menjadi vakum. Dalam pertemuannya dengan para Imam Shalat Jum’at dan shalat jamaah masjid Saudi, ia mengatakan : “ceramah-ceramah Yasir Al-Habib, ulama Syiah asal Kuwait, menyebabkan orang-orang Ahlussunnah yang cenderung kepada Syiah, mengurungkan diri dari jalan kesesatan itu, dan memilih untuk tetap di jala yang lurus.”
Selain itu, perbuatan bodoh Yasir Habib, menimbulkan problem bagi para penganut Syiah di Kuwait, Irak, Libanon dan Saudi Arabia. Oleh sebab itu, para ulama Syiah di negara tersebut, mengambil sikap tegas dan keras di hadapannya .
Meskipun ceramah-ceramah ulama pemecah belah persatuan Islam ini memberikan keuntungan kepada Kelompok Wahabi dan penentangan yang dilakukan ulama besar Syiah tidak cukup untuk membendung dampak-dampak negatif atas tindakan tersebut, di sisi lain, orang-orang Syiah di Arab Saudi terus menerus mendapatkan tekanan.
Para ulama dan cendekiawan kota Ehsa (Saudi) sepakat untuk meminta fatwa kepada pemimpin tertinggi Republik Islam Iran. Fatwa (Jawaban) Rahbar kepada mereka, bagaikan air yang disiram di atas api . “Melecehkan simbol-simbol yang disucikan oleh Ahlussunah, termasuk mencela istri-istri nabi Muhammad saw adalah HARAM. Perkara ini mencakup para Nabi, khususnya Nabi Muhammad saw.”
Fatwa tersebut muncul di berbagai stasiun TV satelit. Dan setidaknya dapat memadamkan api fitnah yang dinyalakan oleh Yasir Al-Habib. Dengan semua ini, Yasir Al-Habib tetap melanjutkan kegiatannya tersebut. Dia menjadikan Iran sebagai musuh No. 1 baginya. Dia tidak memperdulikan celaan dan penghinaan terhadap para ulama besar Syiah. Yasir Al-Habib menganggap sesar siapa saja yang bersama Republik Islam Iran. Dia juga menganggap Hizbullah Libanon sebagai Partai Setan dan anti Syiah. Termasuk menghina ulama-ulama besar Syiah yang menjadi panutan mayoritas muslim Syiah, seperti  menghina Ayatullah Bahjat dan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Dari tindakan bodoh Yasir Al-Habib, Imam Khamenei mengatakan “ini adalah diantara perkara yang sangat penting. Siapa saja yang ingin orang-orang mencintai dan masuk madzhab Ahlul bait as. Mereka harus tahu, bahwa dengan berkelahi, saling mencela dan bermusuhan tidak akan mengajak seorangpun kepada Mazhab Syiah dan memahamkan apa itu wilayah Ahlulbait as. Menciptakan perdebatan dan pertengkaran, hanya akan menimbulkan permusuhan dan kebencian, dan permusuhan, kebencian dan perpecahan adalah apa yang diinginkan dan diusahakan oleh Amerika saat ini.”
 
Sumber : Chanel Youtube Maula TV

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed