by

Ulama Al Azhar Protes Pelarangan Shalat Jum'at Warga Syiah Bahrain

Sejumlah pengajar Universitas Al Azhar, Mesir menilai dialog yang adil sebagai bentuk penghormatan terhadap tuntutan rakyat dan jalan keluar dari krisis Bahrain, adalah hal yang urgen.

Stasiun televisi Bahrain, LuaLua, Senin (15/8) malam melaporkan, ulama-ulama Al Azhar, Mesir mengumumkan, pelarangan shalat Jumat terbesar warga Muslim Syiah negara ini adalah langkah berbahaya yang menargetkan warga Syiah negara itu.

Ulama Al Azhar menyampaikan protes kepada pemerintah karena rezim Al Khalifa melarang pelaksanaan shalat Jumat warga Muslim Syiah negara itu di wilayah Al Diraz. Menurut mereka, pelarangan melaksanakan shalat Jumat melanggar syariat agama.

Farid Ibrahim, dosen akidah Islam di Universitas Al Azhar menuturkan, selama demonstrasi rakyat Bahrain yang dilakukan setelah shalat Jumat berlangsung damai, maka mereka harus dibiarkan dan rakyat harus mencoba jalan lain untuk meraih hak-haknya.

Pemeirntah melarang Allamah Sayid Abdullah Al Gharifi, salah satu ulama besar negara ini dan Syeikh Muhammad Al Sanqur, salah satu Imam Jumat negara itu, untuk masuk ke wilayah Al Diraz.

Abdulmajeed Al Shawadifi, dosen Universitas Al Azhar yang juga wartawan menuturkan, tekanan terhadap para ulama Bahrain yang sama sekali tidak melakukan tindak kejahatan, tidak melanggar hukum dan tidak pernah mengancam pemerintahan, adalah langkah yang keliru. (HS)

Seperti dilansir Tasnim News, aparat keamanan melarang Imam shalat Jumat masuk ke Masjid Imam Shadiq as. Mereka juga menangkap beberapa jamaah shalat.

Sejak tiga pekan terakhir, aparat keamanan rezim Al-Khalifa secara berturut-turut menghalangi warga Syiah Bahrain menunaikan shalat Jumat.

Organisasi HAM mendesak supaya rezim Al Khalifa menghentikan aksi represif terhadap warga Syiah. Aktivis HAM Jalal Firuz menilai pencabutan kewarganegaaraan Sheikh Isa Qassim dan puluh warga lainnya sebagai keputusan ilegal.
“Keputusan rezim Al Khalifa tersebut akan menyulut banjir besar protes dari rakyat,” ujarnya.
Sebelumnya, Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) Bahrain menilai langkah ilegal rezim Al Khalifa terhadap warga negara ini terkait pemberlakuan berbagai pembatasan ketat dalam menjalankan ritual keagamaan sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Sumber : parstoday.com/id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed