by

Tafsir QS. Ar-Rahman, Ayat 19-22 : Falsafah Yaumul Mahabbah

Yaumul Mahabbah, pernikahan Agung antara Imam Ali bin Abi Thalib as dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra as. 1 Dzulhijjah 1437 H/ 3 September 2016.
Rasulullah saaw bersabda: “Fathimah adalah belahan jiwaku. Dia adalah malaikat berwajah manusia. Setiap kali aku merindukan aroma surga, aku pun mencium putriku, Fathimah”.
Imam Ali as berkata: “Demi Allah..Fathimah tidak pernah membuatku marah dan tidak pernah menolak permintaanku. Setiap aku memandangnya segala kegalauan dan kesedihan pasti lenyap.”
TAFSIR  QS. AR-RAHMAN  : 19-22
Allah Swt berfirman Surat Rahman ayat 19-22 :
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ، بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ، يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing, Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
Beberapa ahli Tafsir seperti: Marhum Faidh dalam shafi, Allamah Hilli dalam Kasful Yaqin, Mula Fathullah dalam Manhaj Shadiqin, Bihar anwar Majlisi dan Majmaul Bayan menafsirkan ayat diatas sebagai dua lautan malakuti yaitu Ali As dan Fatimah.
Lautan pertama lautan Ke-Wasyian yang terpancar dalam diri penutup para Wasyi Ali as, Lautan kedua Lautan Kenabian dan kerasulan yang terpancar dalam diri Shiddiqah Thahirah Fatimah Zahra as.
Penjelasan lebih detailnya:
Allah Swt ketika menciptakan Manusia membentuk dua garis wilayah. Pertama garis Wishayah, kedua garis Garis kenabian. Untuk itu Rasulullah saww bersabda,
لکل نبی وصی او ما من نبی ما کان له وصی
Setiap Nabi pasti memiliki Wasyi, Tidaklah nabi diutus kecuali bersamanya pasti ada Wasyi.
Dua garis ini selalu ada semenjak diciptakannya Adam as sebagai Khalifah dimuka bumi. Kenabian Adam as- Kewasyian Syist,  Kenabian Musa as – Kewasyian Yusya bin Nun, Kenabian Isa as- Kewasyian Syam’un bin Imran as dan seterusnya….sampai titik terakhir di penutup para Nabi Muhammad saww dan Penutup para Wasyi Ali bin abi thalib as.
Karena Pintu kenabian ditutup pasca Muhammad saww dan Kewasyian ditutup pasca Ali as, maka Allah swt membutuhkan TEMPAT PENGGABUNGAN KENABIAN DAN KEWASYIAN untuk menyiapkan era baru yang disebut dengan era IMAMAH.
TEMPAT atau JEMBATAN itu adalah SAYIDAH FATIMAH AZZAHRA as, sosok penggabungan antara dua garis yang selama ini memenuhi sejarah manusia  dari zaman Adam as hingga Khatam Muhammad saww,  serta dari zaman Syist as hingga Amirul Mukminin as.
Dua Lautan Bertemu (Lautan Kenabian dan Kewasyian) kemudian keluar dari kedua lautan tersebut , Intan dan Mutiara (Era Baru dari garis kenabian dan kewasyian yaitu era Imamah yang dipimpin oleh Imam Hasan as dan Imam Husein as).
Yaumul Mahabbah adalah kecintaan Allah swt terhadap Umat manusia untuk tetap memberikan mereka Hujjah dimuka bumi ini pasca ditutupnya para Nabi dan Para Wasyi.
Yaumul Mahabbah menjelaskan kepada kita tentang Tugas dan peran Sayidah Fatimah as sebagai jembatan dan tempat yang menampung dua Garis ilahi untuk diwariskan kepada Imam Hasan as, Imam Husein as dan 9 imam dari keturunan Husein as.
Kita tidak mungkin membayangkan dan mustahil mampu membayangkan kebesaran jembatan dan tempat itu yang menampung segala keutamaan (Ilmu,Akhlak dan segala Fadhilah) 124000 Nabi dan Wasyi yang tertampung dalam diri Fatimah Al-Zahra as.
Disinilah falsafah Hadist qudsi yang mengatakan, “Kalau bukan karena Fatimah as, maka aku tidak akan menciptakan kalian berdua wahai Muhammad saww dan Ali as.”
Karena Al-Zahra as memiliki peran sentral sebagai jembatan antara ERA KENABIAN DAN KEWASYIAN menuju era IMAMAH dan WILAYAH.
Kalau tidak ada Fatimah Zahra as, maka Imamah dan Wilayah tidak akan Terealisasi. Ketika era Imamah dan wilayah tidak ada, maka era Kenabian dan Kewasyian akan menjadi sia-sia.
Sia-sia karena ada kekosongan Hujjah dibumi Allah swt, dan memperlihatkan kedustaan Allah swt yang mengatakan Aku jadikan dimuka bumi ini Khalifah dan bumi tidak akan kosong dari Hujjah.
Sia-sia karena terputusnya pembawa kesempurnaan ilahiah, sehingga tujuan Allah swt menciptakan alam semesta menjadi sia-sia.
Laula Fatimah, Ma khalaqtukuma, Kalau bukan karena Fatimah as, maka aku tidak akan menciptakan kalian, karena tanpa Fatimah as maka tujuan penciptaan akan menjadi sia-sia.
اسعد الله ایامنا و ایامکم بلقاء البحرین حتی یخرج منهما الامامة و الولایة
Selamat Hari Mahabbah Kullu Am wa antum Fi Shaffil Mahdi as
Sumber : Facebook Ahmad Anbika dan Ali Yahya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed