by

Hadits Tsaqalain Menurut Syiah dan Ahlusunnah

Hadits Tsaqalain Menurut Syiah
Hadits Tsaqalain dianggap sebagai hadits utama yang menjadi rujukan kaum Syiah tentang wasiat Nabi untuk menjaga kemuliaan Itrah Ahlu Bait. Hadits tersebut selengkapnya berbunyi;
“Aka tinggalkan kcpadamu dua bal yang berat (Tsaqalain) yaitu Al-Qur’an dan keturunanku” (Ahlu Bait). jika kamu memegang teguh keduanya niscaya kamu tidak akan sesat selamanya. Kamu akan celaka jika berani mendahului mereka atau menyia-nyiakan mereka. Dan janganlah kamu mengajari mereka karma mereka lebih tabu dari kamu.” [1]
Hadits Tsaqalain ini disebutkan Syiah di dalam hampir semua kitab-kitab haditsnya, sebagaimana juga hadits ini disebut dalam lebih dua puluh kitab hadits pegangan utama mazhab Ahlu Sunnah.
Hadits Tsaqalain ini secara jelas tanpa dikurangi dan ditambah-tambahkan menunjukkan bahwa telah tersesatlah orang yang tidak berpegang teguh pada keduanya (Al-Qur’an dan Ahlu Bait) dan celaka pula karena berani mendahului Ahlu Bait dengan lebih mengutamakan Imam yang lain daripada Ahlu Bait Rasul (saw).
Pandangan ini sekaligus sebagai dasar penolakan Syiah terhadap pihak lain yang tetap meyakini bahwa mereka berpegang teguh hanya pada Al-Qur’an.
Pendapat ini keliru karena Al-Quran bersifat umum dan masih membutuhkan penjelasan-penjelasan rinci Iainnya dari Sunnah Nabi. Dan untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan rincinya tentu harus kembali kepada Ahlu Bait Nabi yang suci sebagaimana yang pernah Rasul (saw) wasiatkan. Inilah makna sabda Rasul yang menyatakan
“Ali bersama Al-Qur’an dan Al-Qur’an bersamanya”. Keduanya tidak akan berpisah sehingga menjumpaiku nanti pada hari akhir.”[2]
Dan “Ali bersama kebenaran dan kebenaran bersama Ali, keduanya tidak akan berpisah hingga menjumpaiku pada hati akhir.” [3]
Jelaslah dari hadis-hadis tersebut bahwa orang yang meninggalkan Ali adalah orang yang meninggalkan tafsir hakiki atas Al-Qur’an dan terjerumus dalam kesalahan dan kesesatan yang berarti telah meninggalkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang sebenarnya.
Dan kalau kita melihat pesan Rasul yang mengabarkan bahwa umat Islam ini akan terpecah menjadi 73 golongan dan hanya satu yang selamat. Tampaklah jelas siapa golongan selamat yang dimaksud. Golongan itu tak lain adalah Syiah pengikut Sunnah Imam Ali dan Ahlu Bait Rasul yang suci

“Mereka itulah golongan terbaik. Balasannya dari Allah adalala surga Aden yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya Allah ridha pada mereka dan mereka ridha pada Allah. Itulah balasan bagi orang yang takut pada Tihan-Nya” (al-Bayyinah : 7-8).

Hadits Tsaqalain Menurut Ahlu Sunnah
Sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas, kesahihan Hadits Tsaqalain ini tidak hanya diakui kalangan Syiah saja tapi juga diakui kalangan Ahlu Sunnah. Pengakuan Ahlu Sunnah akan kesahihan tersebut secara implisit menandakan adanya pengakuan bahwa mereka sendiri tidak berpegang teguh pada Itrah Ahlu Bait yang suci.
Anehnya banyak Ulama-ulama Ahlu Sunnah yang tetap menolak hadits tersebut dan malah sebaliknya berpegang teguh pada hadits : “Aku tinggalkan untukmu Kitabullah dan sunnahku”.
_________________________
[1]  Shahih Bukhori Muslim. Sunan At-Tirmidzy. Mustadrak Al Hakim, Musnad, Ahmad Kanzul Ummal, Khasais Al Nasai, Thabaqat Ibnu Saad, Al Tabrani. Al Sayuti.
Ibnu Hajar dan Ibnu Atsir. Untuk mengetahui nomorJuz dan halaman silahkan lihat kitab Al-Murajaat hal. 82 dan seterusnya.
[2] Muntakhab Al Hakim juz 3. h. 124
[3] Kanzul Ummal juz 5, h. 30. Tarikh Ibnu Asakir juz 3, h. 119, Tarikh Baghdad juz 14, H. 321, Tarikh AI Khulafa juz 1, h. 73
[4] Hadits Mursal dan tidak diriwayatkan Bukhori Muslim.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed