by

Pengantar Doa Kumayl

Doa Kumayl adalah  yang diajarkan oleh Maulana Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as pada Kumail bin Ziyad.
Ya Illahi
Kini aku datang menghadap kepada-Mu. 
Setelah semua kecerobohan dan Pelanggaran, 
Ku mohon maaf… 
Aku menyesal.. 
Dengan hati yang hancur dan luluh 
Ku mohon ampun.. 
Ku berserah diri.. 
Ku akui segala kenistaanku
Tiada kutemui tempat melarikan diri 
Dari dosa-dosa yang telah ku lakukan Tiada tempat berlindung 
Agar ku terlepas dari noda dan beban Melainkan Kau kabulkan permohonan ampunku 
Dan memasukkan aku ke dalam lautan kasih-Mu 
Inilah salah satu kutipan dari alunan Doa Kumail yang menggambarkan penyesalan hati dan ratapan jiwa scorang hamba yang ingin kembali padajalan penciptanya. Doa yang diajarkan oleh Maulana Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as pada salah seorang murid serta pengikut setianya yaitu Kumail bin Ziyad.
Sekilas kita memandang pada cuplikan doa tadi, seolah-olah Imam Ali bin Abi Thalib memikul dosa yang sangat besar, padahal beliau adalah manusia suci setelah Rasulullah saw.
Sebagaimana Allah SWT menyebutkan  dalam Alquran surah al Ahzab ayat 33. beliau adalah pemegang wasiat Nabi, beliaupun penghulu kaum Mukminin di surga kelak bersama Nabi.
Inilah keistimewaan murid setia Nabi, bagaimana beliau merendah diri di hadapan Allah swt. Inilah ratap tangis dan doa keluarga Rasulullah saw. Inilah cara mereka bermunajat pada Allah SWT.
Padahal Allah telah menjamin mereka dengan surga seperti yang tertera dalam Alquran surah al Insan. Tetapi mereka senantiasa mendekatkan diri pada Allah, selalu beristighfar, memohon petunjuk.
Kerendahan hatinya, keluhuran budinya merupakan figur serta suri teladan umat Nabi Muhammad yang ingin menelusuri jalan kebenaran.
Beliau pun selalu mengingatkan pengikut Nabi Muhammad dengan khotbah-khotbahnya tentang bahayanya dunia dan beratnya siksa, selalu mengajak kepada kebajikan dan tobat.
Beliau berkata:
“Berbuatlah amal baik selagi Anda masih dalam kekuasaan hidup. Buku-buku catatan amal masih terbuka. Tobat masih diberikan. Pelari dari Allah masih dipanggil.
Orang yang berdoa masih diberi harapan. Sebelum cahaya dipadamkan. Sebelum waktu habis kadaluwarsa. Sebelum hidup berakhir. Sebelum pintu tobat tertutup. Sebelum malaikat naik ke langit.”
Dalam perkataan lain beliau berkata :

“janganlah Anda memandang kecilnya dosa yang Anda perbuat , tetapi pandanglah kepada siapa engkau berbuat dosa.”

Marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar semua dosa kita diampuni, agar selumh amal kita diterima, karena Allah SWT telah menjanjikan kita dalam Alquran akan menerima doa yang dipanjatkan hambanya.
Allah berfirman dalam surah al-Mu’minin ayat 60 :
Dan Allah berfirman, “Mintalah (berdoalah) kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doamu”
Semoga dengan doa dan munajat Imam Ali bin Abi Thalib yang diajarkan pada muridnya, Kumail, ini akan menjadikan batu loncatan pada ampunan serta kasih sayang Ilahi pada kita semua.
(Pengantar buku “Doa Kumail, Doa Thaif, Doa Keselamatan, Doa Tawassul, Doa Ziarah” oleh Al Muhdhar, Khadijah Sundus Husein)
Dengarkan dan baca doanya di sini https://youtu.be/JAXh8Ot0HAs (Doa Kumayl/Hazrat Haidr as)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed