by

Menjawab Tuduhan : Syiah Pembunuh Imam Husain as ?

”Celakalah kalian, hai pengikut keluarga Abu Sufyan! Jika kalian tidak memiliki agama dan tidak takut Hari Kiamat, maka setidaknya bebaslah dalam dunia kalian.” – Imam Husain as

Salah satu tuduhan yang sering diajukan terhadap kaum Syiah adalah bahwa mereka sendiri adalah pembunuh Imam Husain as. Ini adalah tuduhan yang sudah basi, selalu diulang-ulang. Dan para penuduh tidak mau tahu, tidak mau bertabayyun. Memang itu yang diinginkan oleh para pembenci Syiah. Apakah benar yang disebut Syiah pembunuh Imam Husain adalah Syiah Ali bin Abi Thalib?
Para penuduh tersebut mengatakan bahwa sebagian besar tentara yang direkrut dalam pasukan Umar bin Sa’ad untuk memerangi Imam Husain as adalah orang-orang dari Kufah, dan orang-orang dari Kufah pada saat itu semuanya adalah Syiah Ali bin Abi ThaIib as.
Para pencari kesalahan ini mengatakan bahwa alasan orang Syi’ah mengadakan upacara berkabung untuk Imam Husain as adalah untuk menunjukkan penebusan dosa atas tindakan para pendahulu mereka. Mereka percaya bahwa orang Syi’ah menangis untuk mengungkapkan penyesalan mengapa nenek moyang mereka membunuh cucu Nabi saw.
Dalam kitabnya yang berjudul, “al-Husain,” penulis Mesir, Sayid Ali Jalal Husaini menuliskan,”Suatu hal yang mengejutkan tentang Imam Husain as adalah bahwa Syi’ahnya sendiri-lah yang membunuhnya, dan kemudian mulai menyelenggarakan upacara berkabung untuknya setiap tahun dari seluruh negara Dunia Muslim.” [1]
Kehadiran Kaum Khawarij di Kufah
Apabila kita memeriksa catatan sejarah, kita melihat bahwa komandan pasukan Umar bin Sa’ad adalah musuh pahit dan keras kepala dari Imam Husain as dan Ahlulbait as. Mereka semua kaum Nashibi, kaum Khawarij dan keturunan Umayah, termasuk Ubaidillah bin Ziyad, Umar bin Sa’ad, Symr bin Dzil Jawsyan, Qais bin ASy’ats, Amr bin Hajjaj Zubaidi, Abduiiah bin Zuhair Azdi, Urwah bin Qais Ahmasi/ Syabats bin Rib’i Yarbu’i, Abdurrahman Abi Sirah Ja’fari, Hasin pin Numair dan Hajjar bin Abjar.
Demikian juga, tidak ada yang dikenai sebagai orang Syi’ah di antara orang-orang yang turut serta dalam membunuh imam Husain as. Sebaiiknya, sebagian besar pejuang musuh terkenal bermusuhan dan menaruh dendam terhadap Ahluibait as.
Orang-orang ini termasuk Sanan bin Anas Nakha’i, Harmaiah Kahiii, Munqidz bin Marrah Abdi, Abul Hutuf Ju’fi, Maiik bin Nashr Kandi, Abdurrahman Ju’ii, Qash’am bin NadzirJu’fi, Bahr bin Ka’ab bin Taimiiiah, Zar’ah bin SyarikTamimi, Shaiih bin Wahab Marrh, Khawii bin Yazid Asbahi, Hasin bin Tamim dan lain-lain.
Kehadiran Pengikut Abu Sufyan dalam Pasukan Umar bin Sa’ad
Imam Husain as menganugerahkan gelar, ”Syi’ah Abu Sufyan” kepada prajurit Umar bin Sa’ad. Dia berbicara kepada mereka dengan cara ini,
”Celakalah kalian, hai pengikut keluarga Abu Sufyan! Jika kalian tidak memiliki agama dan tidak takut Hari Kiamat, maka setidaknya bebaslah dalam dunia kalian.”[2]
Apabila kita mengetahui dan merenungkan kata-kata dan pidato Imam Husain as di Karbala, kita tidak menemukan satu contoh pun di mana ia menyebut lawannya sebagai Syi’ah-nya atau pengikutnya. Dengan cara yang sama, para pembunuh Imam Husain as tidak pernah disebut Syi’ah Imam Husain dalam kata-kata para perawi lainnya.
Ini dengan sendirinya menjadi bukti bahwa para pengkhianat yang terdaftar sebagai tentara Umar bin Sa’ad bukan orang-orang Syi’ah sejati dari Ahiuibait as. Dan benar pembunuh Imam Husain as adalah Syiah, tapi bukan Syiah Ali, melainkan Syiah Abu Sufyan (pengikut keluarga Abu Sufyan).
Ketika Imam Husain as bertanya mengapa mereka ingin menumpahkan darahnya, beberapa prajurit Umar bin Sa’ad menjawab,“Kami berperang denganmu karena permusuhan dan dendam yang kami pendam terhadap ayahmu!” [3]
Jelaslah bahwa orang-orang ini menyimpan permusuhan mendalam dan kebencian terhadap Imam Ali as karena mesin propaganda jahat dari Muawiyah bin Abi Sufyan. Seorang Syi’ah sejati dari Ahlulbait as tidak akan pernah mengatakan bahwa mereka adalah musuh Imam Ali as. Sebagian tentara musuh menyebut Imam Husain as ’pembohong dari putra pembohong’ [kadzdzab bin kadzdzab]. [4]
Sebagian dari mereka berbicara kepadanya seperti ini, ”Husain! Kami memberikan kabar gembira kepadamu bahwa kau akan pergi ke neraka! [5] Mereka juga mengatakan kepada Imam Husain as dan para sahabatnya,”Hei Husain! Allah tidak akan menerima salatmu!”[6]
Seorang Syi’ah sejati dari Ahlulbait as tidak akan pernah mengucapkan kata-kata jelek dari mulutnya mengenai pemimpin dan pemandu mereka. Semua pernyataan jelek ini adalah hasil dari kebencian dan dendam yang dipendam terhadap Ahlulbait Nabi as oleh pengikut Abu Sufyan dan Muawiyah bin Abi Sufyan.


  1. A’yan al-Syi’ah. jil. 1, hal. 584-585
  2. Khawarizmi, Maqtal al Imam Husain as, Jil. 2, hal. 38; Al-Luhuf, hal.45.
  3. Yanabi’ al-Mawaddah, ha1.346.
  4. Ibnu Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh, ji1.4, hal.67.
  5. lbid, hal.66; al-Bidayah wa al-Nihayah, jil.8, ha1.183.
  6. Al-Bidayah wa al-Nihayah, jil.8, hal, 185.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed