by

Beberapa Pesan Kisah-Kisah dalam Al-Quran

Berbagai pesan yang terkandung dalam kisah-kisah al-Qur’an meliputi berbagai hal. antara lain : pesan berfikir, akhlak, kasing sayang, sunnatullah, dan pertempuran antara kebenaran dan kebatilan.
Pesan BERPIKIR.
Seperti dalam surat Al-Syu’ara ketika menceritakan kisah Nabi Ibrahim as;
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ
Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah?”
قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ
Mereka menjawab: “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya”
قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ
Berkata Ibrahim: “Apakah berhala-berhala itu mendengar (do`a) mu sewaktu kamu berdo`a (kepadanya)?
أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ
atau (dapatkah) mereka memberi manfa`at kepadamu atau memberi mudharat?”
Pesan AKHLAK.
Seperti dalam cerita Nabi Syu’aib as menyinggung beberapa point akhlak terkait jual-beli;
فَأَوْفُواْ الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلاَ تَبْخَسُواْ النَّاسَ أَشْيَاءهُمْ وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا
“Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya”.
Pesan KASIH SAYANG.
Sebagai contoh di akhir cerita Nabi Yunus, Allah berfirman;
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ
“Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”
Pesan SUNATULLAH.
Sebagaimana dalam surat Saba’ selain menceritakan kisah para Nabi dan kaumnya, Allah berfirman;
قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
Pesan PERTEMPURAN KEBENARAN dan KEBATILAN.
Kebanyakan kisah-kisah Al-Quran menjelaskan dua medan pertempuran antara kebenaran dan kebatilan, seperti kisah ini;
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).
Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.
 
by @tafsirhikmah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed