by

Peninggalan Nabi Terakhir, Muhammad SAWW

Allah Swt Berfirman :
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka yang membacakan ayat-ayatnya kepada mereka, menyucikan (diri) mereka dan mengajari mereka Kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam Kesesatan yang nyata. (al-Jumua’ah : 2)
Melalui pengkajian sejarah Islam, tampak jelas bagi kita buah yang besar dari pengutusan Ilahi atas Nabi Terakhir, Muhammad saw. Kenabian beliau menyingkap hal-hal berikut ini:
1. Risalah Ilahi yang komprehensif yang menyebar ke seluruh manusia secara umum.
2. Umat Islam yang membawa pelita risalah dan keberkahan kenabian ke seluruh umat.
5. Negara Islam yang mempunyai eksistensi politik independen clan sistem Ilahi yang tak tertandingi.
4. Kepemimpinan berjiwa suci yang menggantikan Rasulullah saw sebagai pemimpin yang mampu menggantikan peran beliau secara sangat baik.
Bila kita membatasi peninggalan Rasulullah saw hanya pada yang terdengar, tertulis dan dibukukan sehingga kita mendefinisikan peninggalan Nabi Terakhir saw sebagai berikut setiap yang dipersembahkan oleh beliau kepada umat manusia dan umat Islam berupa pemberian yang terbaca dan terdengar, sehingga berdasarkan definisi tersebut, kita menyebutkan dua hal dari apa yang dipersembahkan oleh Nabi saw kepada mereka yaitu:
1. Al-Quran
2. Hadis
Kedua peninggalan tersebut sama-sama berasal dari anugerah langit kepada manusia melalui Rasulullah saw yang mulia ini. Keduanya mempakan wahyu Allah yang diletakkan pada hati Muhammad saw; di mana beliau tidak pemah berbicara dari Hawa nafsu.
Berbeda dengan hadis, nas dan kandungan Al-Qur’an langsung dari Allah Swt. Maka, bentuknya sendiri memaparkan mukjizat Ilahi, kandungannya juga demikian. Dan
pengumpulan dan penyusunan Al-Qur’an sebagaimana terbukti secara historis-telah dilakukan dimana Rasulullah saw sendiri. Dan teks al-Quran telah secara sempurna tanpa ada distorsi – kepada kita secara mutawatir.
Dan cukup banyak dokumen-dokumen sejarah yang menunjukkan penulisan teks al-Quran di zaman Rasulullah saw. Kami merasa cukup menyebut nas Al-Qur’an dan bukti selainnya.
Pertama firman-Nya,
“Dan mereka berkata, dongeng-dongeng orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakan dingengan itu kepada setiap pagi dan petang. (Al-Furqan : 5)
Kedua, apa yang diriwayatkan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib di mana ia berkata, “Tiada satu ayat al-Quran pun yang diturunkan kepada Rasulullah saw kecuali beliau membacakannya kepadaku dan mendiktekannya padaku. Lalu aku menulis dengan tanganku, dan beliau mengajariku takwilnya dan tafsirnya, yang menghapus (nasikh) dan yang dihapusnya (mansukh), muhkam dan mutasyabihnya, khusus dan umumnya. Bahkan beliau berdoa kepada Allah agar ia dikarunia pemahaman ayat tersebut dan penghafalannya. Dan sejak didoakan oleh beliau, aku tidak pernah lupa satu ayat pun dari kitab Allah, dan begitu juga ilmu yang didektekannya padaku lalu aku menuliskannya.
Semua kaum Muslim sepakat bahwa Nabi saw telah menyampaikan Al-Qur’an secara sempurna. Dan, Al-Qur’an yang beredar hari ini di kalangan kaum Muslim adalah al-Quran yang populer ada pada zaman Nabi saw, tidak kurang, tidak pula lebih.
Adapun hadis nabawi merupakan buatan manusia, namun kandungannya dari Allah. Keistimewaan hadis ialah ia memiliki kefasihan yang sempurna dan di dalamnya tampak keagungan, kesempumaan dan kesucian Rasulullah saw serta dukungan llahi padanya. Oleh karena itu, Al-Qur’an merupakan sumber pertama syariat dan mata air pertama pengetahuan yang dibutuhkan oleh manusia sepanjang kehidupan. Allah Swt berfirman,
”Katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). ‘ Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kapadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
Al-Quran menganggap hadis yang mulia sebagai sumber keclua syariat llahi. Yaitu bahwa hadis nabawi merupakan sumber syariat yang berikutnya bagi al-Quran itu sendiri. Sebal), Nabi saw merupakan penafsir Al-Qur’an dan teladan baik yang diikuti. Maka, manusia harus melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya.
Semua kaum Muslim sepakat bahwa Nabi saw telah menyampaikan Al-Qur’an secara sempurna. Dan, Al-Qur’an yang beredar hari ini di kalangan kaum Muslim adalah al-Quran yang populer ada pada zaman Nabi saw, tidak kurang, tidak pula lebih.
Adapun hadis nabawi merupakan buatan manusia, namun kandungannya dari Allah. Keistimewaan hadis ialah ia memiliki kefasihan yang sempurna dan di dalamnya tampak keagungan, kesempumaan dan kesucian Rasulullah saw serta dukungan llahi padanya. Oleh karena itu, Al-Qur’an merupakan sumber pertama syariat dan mata air pertama pengetahuan yang dibutuhkan oleh manusia sepanjang kehidupan. Allah Swt berfirman,
”Katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). ‘ Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kapadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
Al-Quran menganggap hadis yang mulia sebagai sumber keclua syariat llahi. Yaitu bahwa hadis nabawi merupakan sumber syariat yang berikutnya bagi al-Quran itu sendiri. Sebal), Nabi saw merupakan penafsir Al-Qur’an dan teladan baik yang diikuti. Maka, manusia harus melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya.
Tetapi Ahlulbait dan para pengikut mereka dan banyak kaum Muslim yang memperlakukan hadis Rasulullah saw dengan penuh penghormatan dan pengagungan. Dalam hal ini, mereka terinspirasi oleh al-Qur’an . Oleh karena itu, mereka benar-benar memperhatikannya melalui cara: menghafal, meriwayatkan, menulis, menerapkan, meskipun saat itu terdapat larangan menulis hadis secara resmi.
Perlu dicatat bahwa ada faktor lain yang menggugurkan alasan pelarangan atas penulisan hadis di atas di mana para ulama dan para khalifah setelah itu mencabut pelarangan tersebut dan mereka malah menganjurkan penulisan hadis.
Dan orang yang pertama kali menulis dan memberi perhatian besar terhadap hadis mulia Rasulullah saw adalah anak asuh dan khalifah beliau, yaitu Imam Ali bin Abi Thalib.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed