by

Ketika Jasad Nabi Terbujur Kaku Selama Tiga Hari

Hari Senin nabi wafat namun hari Rabu baru dikuburkan itupun dimalam hari oleh Imam Ali as.
Sejarah ini adalah realita pahit yang harus kita telan dan saksikan didalam buku-buku sejarah.
Rasulullah saww penutup para nabi kekasih Allah swt, akal pertama, Sayidul Anbiya wal mursalin jasadnya terbujur kaku selama tiga hari adalah musibah terbesar sepanjang sejarah kemanusiaan.
(Thabaqat Kubra Ibn saad juz.2 hal.78/Musnad Ahmad juz.6 hal. 242/ Sunan Baihaqi juz.3 hal.409/ sirah Nabawiyah ibn kastir juz.4 hal.538)
Imam Baqir as berkata :
“Para Sahabat setia pada hari senin dan selasa malam mereka menshalati Rasulullah saww terkecuali para “Aktor Saqifah” mereka sama sekali tidak datang melayat jasad suci Rasulullah saww dari proses pemandian, pengkafanan hingga pengkuburan.
Imam Ali as telah mengutus Buraidah Aslami untuk memberikan kabar Tentang Syahadah Rasulullah saww kepada mereka, namun mereka tidak menghiraukannya sama sekali.”
(Manaqib Syahr Asub juz.1 hal.297/Bihar anwar juz.22 hal.524)
Abdullah bin Hasan berkata,
“Demi Allah swt aku bersumpah bahwa Abu bakar dan Umar tidak menshalati jasad Rasulullah saww, hingga memaksa menunggu sampai jasad Rasul terbujur kaku selama tiga hari tidak dikuburkan, namun tetap saja para aktor saqifah tidak peduli dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
(Taqribul maarif hal.251)
Syeikh Mufid berkata,
“Sebagian besar para sahabat dan masyarakat Madinah tidak hadir dalam acara pemakaman Rasulullah saww dan tidak menshalatinya, karena kaum Muhajirin dan Anshar sibuk dengan urusan Khilafah kekuasaan sepeninggal beliau.”
(Irsyad Syeikh Mufid jiz.1 hal.189)
Setelah tiga hari Pada Rabu malam Imam Ali as beserta sahabat – sahabat setia menguburkan Rasulullah saww dikamar beliau sendiri.
Riwayat ini dikuatkan dengan kesaksian Aisyah RA.
Aisyah berkata, Demi Allah saya bersumpah, kita tidak mendapatkan kabar sama sekali atas penguburan Rasulullah saww, sampai aku mendengar suara Galian tanah di kamar beliau pada rabu malam.
(Tarikh Islam Dzahabi juz.1 hal.582, Sirah Nabawiyah Ibn Kasir juz.4 hal.538, Musnad ahmad juz.6 hal.62, 242, 274)
Kenapa Ali as membiarkan Jasad Nabi terbujur kaku selama tiga hari?
Ini pertanyaan yang sering kita dapatkan oleh fitrah dan akal kita, bahwa apa hikmah dibalik Imam Ali as tidak menguburkan Nabi secara cepat dan cenderung menunda-nunda?
1. Imam Ali as ingin menunggu para sahabat besar dari Muhajirin dan Anshar yang masih di Saqifah untuk memberikan kesempatan menshalati Nabi dan melihat wajah Nabi untuk yang terakhir kali.
2. Imam Ali as ingin memperlihatkan wajah dan karakter Asli para sahabat yang diagung -agungkan itu ternyata lebih mencintai kekuasaan dan khilafah dari apapun, termasuk membiarkan jasad nabi terbujur kaku tak berdaya.
3. Imam Ali as ingin memberikan gambaran dan sejarah pahit kepada generasi selanjutnya termasuk kita, bahwa Sahabat -sahabat besar itu yang duduk dibawah pohon Ridwan, yang Assabiqun awalun, yang menemani di gua, yang bersama sama berperang dan lain sebagainya telah silau dengan kekuasaan dan politik hingga tidak menghiraukan jasad Nabi harus terbujur kaku selama 3 hari.
4. Pendapat Ibnu Abil Hadid dalam Syarh Nahjul Balaghah berkata :
“Sebab kenapa Imam Ali as membiarkan Jasad suci Nabi selama 3Hari tidak dikuburkan adalah ingin memahamkan umat dan sahabat bahwa Dunia telah sedemikian rupa menyibukan mereka hingga melayat nabipun yang mendidik dan menerangi mereka dari kegelapan tidak sempat.
Imam Ali as memberikan hujjah tak terbantah dengan memberikan kesempatan kepada mereka selama tiga hari, sehingga kelak tidak berkata, “Aku sedang menuju Madinah, namun engkau telah menguburkan Rasulullah saww dan tidak membiarkan kita menshalati dan menguburkan beliau.”
(Syarh nahjul Balaghah, Ibnu abil Hadid juz.13 hal.38)
 
(oleh Abu Syirin Al Hasan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed