by

Lembaran Sejarah yang Hilang (Tragedi Wafatnya Rasulullah Saw)

28 shafar/ 11 H.
Tok tok tok… suara ketukan pintu itu terdengar telinga mulia Fathimah.
“siapa di sana?” Tanya Fathimah.
“Saya hanya seorang asing. Saya datang meminta izin Rasulullah untuk masuk menemuinya jika ia perkenankan.” Jawab pengetuk pintu.
“semoga Allah merahmatimu, Rasulullah sedang sibuk dan tak dapat menemuimu, silahkan lanjutkan perjalanan.” Jawab Fathima.
Orang asing itu pun pergi.. namun tidak beberapa lama kemudian ketukan yg sama terdengar lagi diiringi suara yang berkata, “Saya orang asing memohon izin Rasulullah saw.. maka tolong izinkanlah orang asing ini.”
Sebelum Fathimah menjawab, Rasulullah saw bangkit melawan rasa sakit dan siumannya seraya berkata, “wahai Fathimah, tahukah kau siapa dia?”
“tidak wahai Rasululllah.”
“Dia adalah pemisah kelompok, pemberhenti kelezatan. Dia adalah malaikat maut yang tidak pernah meminta izin siapapun sebelum atau sesudahku. Dia meminta izinku karena penghormatannya terhadap Allah. maka izinkanlah dia!”
Fathimah dengan suara berat bermuara dari sisi terdalam jiwanya terpaksa menjawab ketukan pintu itu dengan berkata, “semoga Allah merahmatimu, masuklah.”
Al-lHasan dan Al-Husain pun menjatuhkan diri memeluk dan terus menciumi sang Rasul Allah sementara Ali hendak menahan kedua putranya itu namun beliau saw berkata, “wahai Ali, biarkanlah aku mencium mereka dan mereka menciumku sepuasnya. Duhai betapa mereka kan dizalimi setelah kepergianku. Mereka kan dibunuh secara zalim dan laknat Allah atas orang-orang yang menzalimi mereka, dan laknat Allah atas orang-orang yang menzalimi mereka, dan laknat Allah atas orang-orang yang menzalimi mereka.”
Rasa sakit sang kekasih Allah telah memuncak, sementara angin maut sudah hadir mendekat, beliau saw pun menginstruki Ali, “wahai Ali, telah datang perintah Allah. sekarang taruhlah kepalaku ini di atas pangkuanmu. Ketika jiwaku telah pergi, maka raihlah lalu dengan kedua tanganmu usaplah wajahmu, kemudian hadapkanlah aku menuju kiblat dan aturlah urusanku ini, shalatilah aku sebagai orang pertama yang menshalatiku, dan janganlah kau berpisah dariku sampai selesai (pemakamanku). Dan Mintalah pertolongan Allah Ta’ala.”
Suara Fathimah menerawang terbawa tangis sedu teriring rintihan syahdu membelah kalbu terekam sejarah ketika mengingat hari itu; jiwaku terpenjara dalam hembusan nafasnya duhai andaikan jiwa ini turut keluar bersama nafas terakhirnya tiada kebaikan dalam hidup ini setelah kepergianmu
sungguh daku menangis tiada lain karena takut umurku memanjang di sini.

…telah tertimpa padaku suatu musibah yg jika tertimpa pada siang maka ia kan menjadi malam…
Innaa lillaah wa innaa ilayhi Raajiuun.
Wafat Rasulullah saw telah sebegitu mengejutkan sehingga membekas pada jiwa setiap muslim yang mengalaminya saat itu.. khususnya keluarga terdekat beserta para sahabat mulianya.
Anehnya zaman telah berguling membawa kita pada masa dimana hari itu sudah hampir sama sekali tidak diperingati lagi bahkan seakan tidak pernah terjadi…
Ada apa di balik penutupan peristiwa ini..? mengapa dalam tradisi Islam ada khaul (peringatan hari wafat seorang agung) namun tidak ada khaul Nabinya..??
apa sebenarnya yang terjadi saat itu..?
apa yang terjadi setelahnya..?
Dimanakah wasiat terpenting sepanjang sejarah manusia, dan gerangan apa isinya…?
Benarkah hari wafatnya adalah sama dengan tanggal lahirnya..?
Apakah layak umat islam tidak mengetahui sama sekali mengenai detail wafat Nabinya..?
mengapa harus terjadi peperangan-peperangan besar di kalangan sahabat setelah Nabi pergi..?
mengapa pemerintahan Islam yang sudah ditata Nabi saw bisa berubah bentuk menjadi kerajaan sampai saat ini..?
Mengapa halaman-halaman penting itu dalam sejarah bisa hilang…?
Tiada peringatan hari wafatnya dan bahkan Merayakan hari lahirnya pun masih saja ada yang melarang ?
Apa yang sebenarnya hendak dikubur ?
—-
Fathimah ‘alayha salaamullah sempat tersenyum mendengar bisikan ayahnya yang mengabarkan bahwa dialah orang pertama yang akan menyusulnya dari semua keluarga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed