by

Pascawafatnya Rasulullah Saw dan Ayat Penyempurnaan Agama

Kita meyakini bahwa tablig atau penyampaian hukum-hukum Ilahiah tidak terputus dengan kewafatan Rasululllah saw, melainkan tablig sunah Nabawiyah terus dilangsungkan sepeninggal Nabi saw oleh Ahlulbaitnya as.
Hal itu telah sering dideklarasikan beliau di hadapan umat Islam dengan beragam ungkapan pada lebih dari satu tempat dan satu kesempatan, sehingga tidak ada lagi celah untuk meragukan hal tersebut.
Jika saja seseorang bersikap objektif saat menganalisis dan menafsirkan hadis-hadis ini dan mampu membebaskan diri dari berbagai kegagalan pandangan dan sejarah yang telah membatasinya pada ruang lingkup yang sempit, niscaya dia tidak akan ragu bahwa Rasulullah saw telah mempersiapkan umat untuk tunduk kepada kepemimpinan Ahlulbait sepeninggal beliau, di samping beliau juga telah mempersiapkan Ali as beserta keturunannya untuk menerima kepemimpinan umat Islam dalam persoalan-persoalan agama dan hukum halal-haram.
Rahasia dan Manifestasi Kemaksuman Ahlulbait Nabi Saw Kami telah menyebutkan dan menjelaskan sebagian dari hadis-hadis ini, sementara sebagian besarnya kami serahkan ke buku-buku lain yang menjelaskan tema ini.
Ayat Penyempurnaan Agama (Ikmâl al-Dîn)
Kami juga meyakini bahwa fi rman Allah Swt yang berbunyi, Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu, (QS. al-Maidah [3]:3) telah diturunkan berkaitan dengan persoalan ini, yaitu persoalan penentuan Ahlulbait as sebagai para Imam agama dan sumber rujukan kaum muslimin di dalam urusan-urusan agama mereka pascawafatnya Rasulullah saw.
Ayat ini telah diturunkan seketika setelah Rasulullah saw—dengan perintah Allah Swt—menyampaikan kepada kaum muslimin tentang wilayah Ali bin Abi Thalib, Amirul Mukminin as dan kepemimpinannya atas umat Islam sepeninggal beliau di Ghadir Khum.
Ayat mulia ini menunjukkan bahwa Allah Swt telah menyempurnakan agama untuk hamba-hamba-Nya dan telah mencukupkan bagi mereka nikmat-Nya dengan pengangkatan Ali as dan para orang suci dari Ahlulbait as setelahnya sebagai para Imam dan sumber-sumber rujukan bagi mereka dalam urusan-urusan agama.
Sehingga, dari orang-orang pilihan itulah mereka mengambil ajaran-ajaran agama Allah Swt, sunah-sunah Rasulullah saw dan takwil-takwil ayat mutasyâbih di dalam al- Quran yang tidak mereka ketahui. Dengan merekalah (Ahlulbait as) terus berlangsungnya tablig (penyampaian) sunah dan hadis Rasulullah saw dan tidak terputus dengan kewafatan beliau.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed