by

Isa Al-Masih Akan Datang, Menegakkan Keadilan Bersama Al-Mahdi

Selamat atas kelahiran Isa Al-Masih as, semoga engkau cepat datang berdiri dibelakang barisan Shahibul Ashr wa zaman. Kami gembira dengan kelahiranmu, karena engkau kelak menjadi penolong Qaim Ali Muhamad Imam Mahdi as dalam menegakan keadilan dimuka bumi ini.
Imam Bagir as berkata,
” Akan datang kelak penolong Mahdi as kami, salah satunya adalah turunnya Isa ibn Maryam dan menjadi makmum dibelakang Al-Mahdi as. (Bihar anwar juz.52 hal.191)
Kedatanganmu ditengah Imam Zaman as adalah meluruskan kaummu dan menjelaskan dirimu sebagai hamba Allah swt dan pengikut keluarga Al-Musthafa saww, sehingga engkau dan pengikutmu berbondong-bondong kelak bersatu dalam payung wilayah ilahiyah Shahibul ashr wa zaman as. (Naqsy e Isa payambar dar hukumate e Mahdi al-muntazar)
Turunnya Nabi Isa as kelak diakhir zaman bukan tanpa alasan jika kita melihat pengikut dan penganut Masehi mencapai angka terbesar diseluruh dunia. Kedatangan beliau selain mengklarifikasi kesalahan persepsi kaumnya, menegaskan bahwa dirinya berada dalam barisan Muntaqim Ali Muhammad, Al-Mahdi as.(Shafi Ghulpeghani, Luthfullah, muntakhab atsar)
Hukum Mengucapkan Selamat Atas Kelahiran Al-Masih
Kaum muslimin era sekarang ini sangatlah ketakutan untuk mengucapkan selamat kepada Saudaranya lain agama dari kalangan Masehi Kristiani. Tidak hanya itu, mereka melakukan hal-hal anarkis, seakan ingin melindungi agamanya dari pengaruh-pengaruh agama lain dengan metode kekerasan.
Rasulullah saww pernah bersabda,
“Islam kelak diakhir zaman akan asing dimata pengikutnya.”
Ya, asing karena mereka menganut Islam dengan metode ikut-ikutan dan tidak menganutnya dengan Argumentasi. Untuk itu, Mazhab Ahlul Bait mewajibkan kepada pengikutnya untuk menganut Islam dengan argumentasi, bahkan argumentasi sederhana sekalipun dan melarang untuk ikut-ikutan (Taqlid) dalam berislam.
Hak Nabi Isa as
Nabi dan Rasul kaum muslimin adalah Muhammad ibn Abdullah saww, namun itu bukan berati kita Fanatik dan tidak mau mengakui dan menghormati nabi-nabi lainnya, terlebih Nabi Isa as adalah salah satu dari Rasulullah dan Ululazmi.
Hukum Al-Quran sangat jelas untuk kita agar tidak membeda-bedakan Nabi dan Rasul yang diutus dari Allah swt dalam sisi pengutusan dan pengajakannya kepada Tauhid dan Akhlak Karimah.
Allah swt berfirman dalam surat Al-Baqarah 285:
آمَنَ الرَّسُولُ بِما أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَ الْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَ مَلائِكَتِهِ وَ كُتُبِهِ وَ رُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ
“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”
Syeikh Makarim Syirazi Marja besar Syiah dalam tafsir Amtsalnya berpendapat,
“ Saya mengingatkan kepada seluruh kaum muslimin bahwa, Segala yang turun kepada para nabi-nabi terdahulu adalah sama menyerukan Tauhid, walaupun setelah itu terjadi distorsi, namun distorsi tidak menyebabkan kita tidak menghormati kenabian dan usaha mereka mengajak kearah Tauhid. Kita meyakini bahwa pengajaran para Nabi bertingkat-tingkat seperti dari SD-SMP-SMA dan Perguruan tinggi.
Walaupun Ushulnya sama Mengajak Tauhid, namun metode mereka bermacam-macam sesuai kebutuhan dan tingkatan akal kaumnya. Untuk itu saya tekankan, bahwa menghormati mereka para nabi terdahulu adalah sebuah kewajiban bagi kaum Muslimin yang sadar dan merdeka pemikirannya.”
(Tafsir Amstal, Makarim Syirazi, juz.2 hal.398 cetakan dar- kutub-Islamiyah-teheran)
Kaum Muslimin adalah sebaik-baiknya Kaum (Ummatan Wasatha) karena memiliki sebaik-baiknya Nabi, Sayidul anbiya wal Mursalin. Jadi tidak perlu marah, cemburu, anarkis terhadap pengikut nabi lainnya. Cukup menghormati mereka dan tidak mengganggu mereka karena Nabi kita di Madinah Munawwarah menghormati dan melindungi mereka para Pengikut Musa as dan Isa as.
Perkataan Mufti Mesir terkait Ungkapan selamat kepada Masehi Kristiani
Mufti besar Mesir Syeikh Sauqi Alam berkata, bahwa Al-quran sendiri mengatakan bahwa dari kaum dan ulama Masehi sendiri mereka terdapat orang-orang baik dan menyayangi dan mengasihi kita kaum muslimin serta mereka tidak menyombongkan diri.
Allah swt berfirman surat Maidah 82:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.”
Beliau menegaskan bahwa mengucapkan selamat, memberikan hadiah dan saling menghormati antar agama akan menyebabkan kekuatan, persatuan dan saling menghormati dalam bermasyarakat, sehingga tidak mudah dirusak oleh antek-antek perpecahan.
Ucapan Selamat Rahbar kepada Kaum Masehi Kristiani pada tahun 1992 adalah bukti bahwa kita adalah agama toleransi yang mengedapankan Akhlak Karimah dan persatuan sesuai misi Rasulullah saww dan para Imam Maksum as.
Islam sebagai Penyempurna agama-agama terdahulu harus bersikap elegant, terutama yang memakai jubah keulamaan Islam dan mengaku sebagai keturunan Rasulullah saww sang pemilik seluruh akhlak Karimah, menyampaikan Islam yang rahmatan lil alamin dengan Rahmat dan kasih sayang datuk dan Nabinya yang agung.
Tariklah selain Islam dengan Rahmat dan kasih sayang, bukan dengan pedang dan kekerasan. Kenapa Islam di Andalusia Eropa sangat sedikit? dikarenakan Islam yang datang ke Eropa dengan kekerasan, ketakutan dan barbarisme, tidak dengan kasih sayang dan argumentasi keilmuan.
Kenapa Nusantara bermayoritas Muslimin? Karena Islam datang ke Nusantara dengan Kasih sayang, akhlak dan keindahan moral. Sehingga masyarakat baik kalangan buruh, hingga kerajaan, menerima agama Islam dengan lapang dada dan antusias.
 
oleh : Abu Syirin Al-Hasan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed