by

Nabi Isa Al-Masih Lahir di Bumi Karbala ?

Dalam literatur Ahlulbait tidak ditemukan kapan Isa as lahir. Dan kita hanya merujuk kepada keyakinan kaum Nasrani bahwa Isa as lahir 25 Desember.
Terlepas dari ketidakjelasan kapan Isa as lahir, tidak ada salahnya kita ikut bergembira dengan kelahiran beliau, apalagi beliau lah yang menyampaikan berita gembira kepada kaumnya tentang akan datangnya Nabi terakhir bernama Ahmad (Muhammad saww); dapat dilihat di surah al-Shaff ayat 6.
Uniknya, Isa as ketika berbicara kepada orang banyak dari buaian ibundanya Maryam as, mengucapkan ‘salam’ untuk dirinya sendiri:
وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا َ ۚ
“Salam atasku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku wafat dan pada hari aku dibangkitkan [dalam keadaan] hidup”. (Surah Maryam 33)
Karenanya, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengucapkan ‘salam’ atas beliau as sebagaimana kita mengucapkan ‘salam’ atas Rasulullah saww, Fathimah al-Zahra as dan para Imam Ahlulbait as di hari lahir mereka masing-masing.
Tentunya kita hanya mengakui Isa as sebagai seorang nabi dan rasul, bukan tuhan atau anak tuhan.
Tentang dimana Isa as lahir?
Ada riwayat Ahlulbait yang menunjukkan bahwa Isa as lahir di Karbala, di tempat Imam Husein as dimakamkan.
Abu Hamzah Tsumali meriwayatkan bahwa Imam Sajjad as membaca ayat:
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا
“Maryam mengandungnya [Isa], lalu ia mengucilkan diri dengannya ke tempat yang jauh”.
(QS Maryam 22)
Imam Sajjad as berkata, “Maryam keluar dari Damaskus hingga sampai di Karbala, lalu ia melahirkannya di tempat terletaknya makam Al-Husein as. Kemudian ia kembali pada malam harinya.” (Al-Tahdzib 6/73; Tafsir al-Burhan 5/113-114)
 
sumber : facebook Ali Yahya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed