by

Tafsir QS. Muhammad 30 : Kebencian Munafikin Terhadap Ali bin Abi Thalib

“Kenalilah Ali dengan baik, jangan takut dituduh syiah karena untuk mengenal Ali dengan baik seseorang tidak perlu harus menjadi Syiah, seorang sunni sejati pasti mencintai Ali dan mengenalnya dengan baik.”

Sebelum kami uraikan malasah ini, kami ingin bertanya apakah topik ini merupakan masalah penting dalam Islam?
apakah ini bukan kultus individu kpd Ali? dan akan ada sekian pertanyaan lagi yg bisa dipertanyakan.
Tapi coba pahami dulu, jika masalah ini tidak penting, lalu untuk apa Allah menurunkan ayat tsb?
sedikit pun Alqur’an ini bukan main-main dan apa yg ada didalamnya adalah pelajaran yg harus kita yakini kebenaranya.
Mengapa jika kpd Ali dikatakan sebuah kultus individu, jika kepada yang lain kok tidak? ada apa dengan Ali?
di Alqur’an banyak kisah-kisah suci pada pribadi-pribadi yang bukan Nabi a s, mengapa kita tdk mengatakan itu sebuah kultus individu?
berikut ayat Qur’an yg turun berkenaan dengan Ali:
Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengetahui mereka dengan tanda-tanda (yang ada pada) mereka. Dan kamu akan benar-benar mengenal mereka dari cara bicara mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kalian
Ayat ini berkaitan dengan munafikin yang membenci Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib r a Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ibnu Mas’ud berkata:
Kami tidak mengenal orang-orang munafik pada zaman Rasulullah SAWW kecuali melalui kebencian mereka terhadap Ali bin Abi Thalib.
Riwayat ini dan hadis-hadis lain yang semakna dengannya dapat Anda baca di dalam :
1.Ad-Durrul Mantsūr, karya As-Suyuthi juz 7, hal. 504.
2.Al-Manāqib, karya Al-Maghazili Asy-Syafi’i, hal. 315.
3.Kanzul ‘Ummāl, bab Fadhā`il Ali bin Abi Thalib, juz 6, hal. 294.
4.Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 129. Ia meriwayatkan dari Abu Dzar r.a. bahwa ia berkata: “Kami tidak mengenal orang-orang munafik kecuali melalui kedustaan mereka atas nama Allah dan Rasul-nya, keingkaran mereka terhadap shalawat, dan kebencian mereka terhadap Ali bin Abi Thalib r.a.” Al-Hakim berkata: “Hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim, tetapi keduanya tidak meriwayatkannya”.
5.Ash-Shawā’iqul Muhriqah, karya Ibnu Hajar, hal. 177.
6.Dalā`ilus Shidq, karya Al-Muzhaffar, juz 2, hal. 155.
Hadis Tentang Pintu Ilmu dan HikmahRasulullah SAWW bersabda: *_Aku adalah kota ilmu dan Ali pintuya, maka siapa yang menghendaki ilmu, hendaknya ia mendatanginya dari pintunya_*
Hadis ini terdapat di dalam :
1.Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi’i, juz 2, hal. 464, hadis ke : 984, 985, 986, 987, 988, 989, 990, 991, 992, 993, 994, 995, 996 dan 997.
2.Syawāhidut Tanzīl, karya Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 334, hadis ke 459.
3.Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 16 dan 127; ia mengatakan hadis ini shahih.
4.Usdul Ghābah, juz 4, hal. 22.
5.Manāqib Ali bin Abi Thalib, karya Ibnu Al-Maghazili Asy-Syafi’i, hal. 80, hadis ke : 120, 121, 122, 123, 124, 125 dan 126.
6.Kifayatut Thālib, karya Al-Ganji Asy-Syafi’i, hal. 187, cet. Al-Haidariyah; hal. 79, cet. Al-Ghira.
7.Al-Manāqib, karya Al-Kharazmi Al-Hanafi, hal. 40.
8.Nizhām Duraris Simthain, karya Az-Zarnadi Al-Hanafi, hal. 113.
9.Yanābī’ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 65, 72, 179, 182, 210, 234, 254, 282, 407, dan 40, cet. Islambul; hal. 211, 217, 248, 278, 303, dan 338, cet. Al-Haidariyah.
10.Tārīkhul Khulafā`, karya As-Suyuthi, hal. 170.
11.Is’āfur Rāghibīn (catatan piggir) Nūrul Abshār, hal. 140, cet. Al-‘Utsmaniyah; hal. 154, cet. As-Sa’idiyah; hal. 174, cetakan yang lain.
12.Tadzkiratul Khawwāsh, karya As-Sibth bin Al-Jauzi Al-Hanafi, hal. 47 dan 48.
13.Maqtalul Husein a.s., karya Al-Kharazmi Al-Hanafi, juz 1, hal. 43.
14.Fathul Mulk Al-‘Āli, karya Al-Maghribi, hal. 222, 23, 24, 28, 29, 40, 41, 42, 43, 44, 54, 5, dan 57, cet. Al-Haidariyah; hal. 3, 4, 5, 14, 15, dan 16, cet. Al-Islamiyah, Al-Azhar. Ia mensahihkan hadis tentang “Pintu ilmu adalah Ali”.
15.Faydhul Qadīr, karya Asy-Syaukani, juz 3, hal. 46.
16.Al-Istī’āb (catatan pinggir) Al-Ishābah, juz 3, hal. 38.
17.Mīzānul I’tidāl, karya Adz-Dzahabi, juz 1, hal. 415; juz 2, hal. 251; juz 3, hal. 182.
18.Syarah Nahj
ul Balāghah, karya Ibnu Abil Hadid, juz 7, hal. 219, cet. Mesir, dengan Tahqiq Muhammad Abul Fadhl; juz 2, hal. 236, cet. Beirut.
19.Dzakhā`irul ‘Uqbā, hal. 77.
20.Jami’ul Ushūl, juz 9, hal. 473, hadis ke 6789.
21.Fadhā`ilul Khamsah, juz 2, hal. 250.
22.Al-Ghadīr, karya Al-Amini, juz 6, hal. 61-81.
23.Kanzul ‘Ummāl, juz 15, hal. 129, hadis ke 378, cet. kedua.
24.Al-Fathul Kabīr, karya An-Nabhani, juz 1, hal. 276.
25.Al-Jāmi’us Shaghīr, karya As-Suyuthi, juz 1, hal. 93, cet. Al-Maimaniyah; juz 1, hal. 364, hadis ke 2705, cet. Mushthfa Muhammad.
26.Muntakhab Kanzu ‘Ummāl (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5 hal. 30.
27.Ar-Riyādhun Nādhirah, juz 1, hal. 255, cet. Kedua.
28.Farā`idus Simthain, juz 1, hal. 98.
29.Dan kitab-kitab yang lain bahkan berpuluh-puluh kitab yang secara khusus disusun untuk hadis ini, antara lain Abaqātul Anwār, juz 5, cet. Al-Hindi. Kitab ini disusun khusus untuk hadis ini. Fathul Mulk Al-‘Āli, karya Al-Maghribi, dengan menshahihkan hadis tentang “Pintu ilmu adalah Ali”, cet. Mesir dan Najaf, dan kitab-kitab lainnya.
Rasulullah SAWW bersabda: *Aku adalah rumah hikmah dan Ali adalah pintunya.*
Hadis ini terdapat di dalam:
1.Shahih Tirmidzi, juz 5, hal. 301, hadis ke-3807.
2.Hilyatul Awliyā`, juz 1, hal. 63.
3.Manāqib Ali bin Abi Thalib, karya Al-Maghazali Asy-Syafi’i, hal. 87, hadis ke-129.
4.Fathul Mulk Al-‘Āli, karya Al-Maghribi, hal. 22 dan 23, cet. Mesir; hal.: 45, 53, dan 55, cet. Al-Haidariyah.
5.Is’āfur Rāghibīn(catatan pinggir) Nūrul Abshār, hal. 140, cet. Al-‘Utsmaniyah; hal. 154, cet. As-Sa’idiyah.
6.Dzakhā`irul ‘Uqbā, hal. 77.
7.Ash-Shawā’iqul Muhriqah, karya Ibnu Hajar, hal. 120, cet. Al-Muhammadiyah; hal. 73, cet. Al-Maimaniyah.
8.Yanābī’ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 71 dan 183, cet. Istambul; hal. 81 dan 211, cet. Al-Haidariyah.
9.Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir, juz 2, hal. 459, hadis ke-983.
10. Fadhā`ilul Khamsah, juz 2, hal. 248.
11. Kunūzul Haqā`iq, karya Al-Manawi, hal. 46, cet. Bulaq; hal. 37, cet. yang lain.
12. Mashābīhus Sunnah, karya Al-Baghawi, juz 2, hal. 275.
13. Ar-Riyādhun Nādhirah, juz 2, hal. 364, hadis ke-255, cet. Al-Maimaniyah; juz 1, hal. 364, hadis ke-2704, cet. Musthafa Muhammad.
14. Muntakhab Kanzul ‘Ummāl (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 30.
15. Al-Fathul Kabīr, karya An-Nabhani, juz 1, hal. 272.
16. Farā`idus Simthain, juz 1, hal. 99.
Rasulullah SAWW bersabda: *Aku adalah kota hikmah dan Ali adalah pintunya.*
Hadis ini dapat Anda baca di dalam:
1.Manāqib Ali bin Abi Thalib, karya Al-Maghazili Asy-Syafi’i, hal. 86, hadis ke-128.
2.Fathul Mulk, karya Al-Maghribi, hal. 26, cet. Mesir; hal. 59, 42, dan 43, cet. Al-Haidariyah
Rasulullah SAWW bersabda: “Ali adalah pintu ilmuku, dan penjelas risalahku terhadap ummatku sesudahku; Mencintai Ali adalah iman dan membencinya kemunafikan…”. Hadis ini terdapat di dalam:
1.Fathul Mulk Al-‘Āli, karya Al-Maghribi, hal. 18, cet. Al-Azhar; hal. 47, cet. Al-Haidariyah.
2.Al-Ghadīr, karya Al-Amini, juz 3, hal. 96.
3.Kanzul ‘Ummāl, juz 6, hal. 156. Hadis ini diriwayatkan karya Ad-Dailami dari Abu Dzar.
Rasulullah SAWW bersabda kepada Ali: “Kamu adalah penjelas terhadap ummatku apa yang mereka perselisihkan sesudahku”.Silahkan rujuk:
1.Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 122; hadis ini diriwayatkan dari Anas bin Malik. Ia mengatakan bahwa hadis ini adalah shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim tetapi keduanya tidak meriwayatkannya.
2.Kanzul ‘Ummāl, juz 6, hal. 156. Ia meriwayatkan dari Ad-Dailami dari Anas bin Malik.
3.Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi’i juz 2, halman 488, hadis ke-1008 dan 1009.
4.Maqtal Al-Husein a.s., karya Al-Kharazmi Al-Hanafi, juz 1, hal. 86.
5.Al-Manāqib, karya Al-Kharazmi, hal. 236.
6.Kunūzul Haqā`iq, karya Al-Manawi, hal. 203, cet. Bulaq.
7.Yanābī’ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 182, cet. Istambul.
8.Muntakhab Kanzul ‘Ummāl (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 33.
Hadis ini menjelaskan makna firman Allah SWT yang berbunyi: “Dan Kami tidak menurunk
an kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini melainkan agar kamu menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (An-Nahl : 64)
Hadis Tentang Manusia TerbaikRasulullah SAWW bersabda: *Ali adalah sebaik-baik manusia. Karena itu, barang siapa yang menolaknya, ia adalah kafir*
Hadis ini terdapat di dalam:
1.Kifāyatut Thālib, karya Al-Ganji Asy-Syafi’i, hal. 245, cet. Al-Haidariyah; hal. 119, cet. Al-Ghira.
2.Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi’i, juz 2, hal. 444, hadis ke: 955, 956, 957, dan 958.
3.Yanābī’ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 246, cet. Istambul; hal. 293, cet. Al-Haidariyah.
4.Muntakhab Kanzul ‘Ummāl (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 35.
Semua Refrensi diatas diambil dari kitab-kitab karya ulama Sunni dan bukan Syiah.
Ali adalah pribadi yang paling lama dan paling banyak menimbah ilmu dari Rasulullah s a w, hingga Ali sendiri berkata: Aku adalah haddam (pembantu) Rasulullah s a w. Ayat dan hadis diatas tidak lain agar kita memperhatikan ilmu dan menggali apa yang ada pada Ali krn Allah dan Rasul-Nya s a w tidak mungkin berkata-kata sia-sia.
Sudahkah kita banyak tahu tentang pribadi ini dan ilmu apa saja yang beliau bawak dari Rasulullah s a w
kenalilah Ali dengan baik, jangan takut dituduh syiah karena untuk mengenal Ali dengan baik seseorang tidak perlu harus menjadi Syiah, seorang sunni sejati pasti mencintai Ali dan mengenalnya dengan baik.
Carilah sebelum anda terlambat, demi Allah kebenaran itu harus dicari dengan kesabaran, kejujuran dan meluangkan waktu yang banyak.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed