by

Rukun Agama (Ushuluddin) dalam Ajaran Syiah

Keyakinan kepada Islam dimulai dengan mengungkapkan dua hakikat, “lâ ilâha illallâh, Muhammad Rasûlullâh”, tiada Tuhan selain Allah (tidak ada satu pun maujud yang layak untuk disembah selain Allah) dan Muhammad adalah Rasulullaf
Agama atau diin menurut bahasa iaitu suatu yang ditaati. Agama juga bermaksud peraturan Tuhan yang mengajak kepada setiap yang berakal sihat untuk menerima segala peraturan yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w. untuk mencapai kebahagian hidup didunia dan akhirat.
1. Tauhid
Keyakinan kepada Islam dimulai dengan mengungkapkan dua hakikat, “lâ ilâha illallâh, Muhammad Rasûlullâh”, tiada Tuhan selain Allah (tidak ada satu pun maujud yang layak untuk disembah selain Allah) dan Muhammad adalah Rasulullah. Siapapun yang bersaksi dengan dua hal ini, maka ia akan termasuk sebagai seorang Muslim.
Seluruh Muslim meyakini bahwa Allah itu Esa, tiada sekutu bagi-Nya, tiada beristri dan tiada pula beranak. Allah adalah pemula dari segala sesuatu. Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu, Maha Kuasa, meliputi segala sesuatu dan hadir di segala tempat.
Berdasarkan al-Quran, Allah lebih dekat dari urat nadi manusia, akan tetapi, Dia tak terlihat, dan akal manusia tidak bisa meliputinya. Imam Ali as dalam salah satu dari doanya bersabda, “Ilahi, dengan nama-Mu, dengan nama Allah, yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Wahai yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai yang bersandar pada dirinya sendiri dan wahai yang Abadi, tiada Tuhan selain Engkau, yang Maka Esa dan Maha Tunggal.”
2. Kenabian
Allah Swt menciptakan manusia dengan hikmah dan tujuan, sebagaimana firmannya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Al-Dzariyat
[51]: 56).
Allah memberikan kewenangan akal dan kehendak pada manusia untuk memilih jalan menuju kesempurnaan dan kebahagiaan. Allah juga menyempurnakan akal manusia dengan wahyu. Atas dasar keadilan dan hikmah-Nya, Dia sama sekali tidak membiarkan kaum manapun tanpa adanya pembimbing, pemberi petunjuk, dan pengarah. Dia mengutus para nabi untuk setiap kaum guna mengajar dan mengarahkan mereka.
Nabi pertama adalah Nabi Adam as, dan yang terakhir adalah Muhammad saw, penutup para nabi. Dalam rangkaian al-Quran terdapat 25 nabi yang disebutkan namanya dan menjelaskan bahwa sebelumnya jumlah nabi yang ada melebihi jumlah yang ada saat ini.
Berdasarkan banyak hadis, kaum Muslim sepakat bahwa Allah telah mengutus sebanyak 124 ribu nabi. Di antara mereka yang namanya disebutkan dalam al-Quran, adalah Adam as, Nuh as, Ibrahim as, Ismail as, Ishak as, Luth As, Ya’qub as, Yusuf as, Ayyub as, Musa as, Harun as, Hidhr as, Daud as, Sulaiman as, Zakariya as, Yahya as, Isa as, dan Muhammad saw. Kepada lima nabi berikut disebut Ulul Azmi dengan makna para pemilik kehendak, yaitu Nuh as, Ibrahim as, Musa as, Isa as, Muhammad saw.
Selain al-Quran, kitab ini juga menyebutkan empat kitab langit lainnya, di antaranya shahifah Ibrahim as,101 Zabur Daud as, 102 Taurat Musa as,103 dan Injil Isa as.
Setiap Muslim harus beriman kepada seluruh kitab-kitab langit١٠٥ dan seluruh para nabi.١٠٦Demikian juga, sebagaimana yang akan kita bahas kemudian, para Syi’ah meyakini bahwa seluruh nabi adalah terbebas dari dosa, kekeliruan, dan kesalahan (maksum).
3. Alam Akhirat
Dunia ini pada akhirnya akan sampai pada titik akhir dan tibalah hari kiamat. Semua manusia akan kembali hidup dan hadir di hadapan Ilahi. Allah akan menindaklanjuti, menghitung, dan menghisab kepercayaan-kepercayaan dan amalan-amalan seluruh manusia. Pahala akan diberikan kepada orang-orang shaleh dan para pelaku kebaikan, sedangkan para pelaku kerusakan akan menerima imbalan yang setimpal.107
Allah akan bertindak adil kepada semuanya, namun demikian, yang lebih banyak diterapkan di sini adalah keadilan rahmat Ilahi.
Catatan:
Kendati seluruh Muslimin di tiga prinsip yaitu tauhid, kenabian, dan alam akhirat saling bersepakat secara umum, namun di antara mereka terlihat perbedaan dalam klasifikasi, kuantitas, makrifat, kepercayaan, dan amal. Syi’ah menamakan tiga prinsip ini dengan “ushuluddin” (rukun agama) dan selain dari ketiga rukun itu, terdapat keadilan dan imamah yang dinamakan dengan “ushulmazhab” (rukun mazhab). Berhadapan dengan itu, ibadah dan amalan-amalan wajib dikatakan sebagai “furu’uddin” (cabang agama).
Dalil pembagian ini adalah kepercayaankepercayaan ini merupakan bagian agama dan mazhab yang
terpenting dan paling asasi, oleh karena itu merupakan pokok dan akar, sementara amal dan ibadah merupakan perangkat iman dan keyakinan terhadap rukun, oleh karena itu dianggap sebagai cabangnya.
Sedangkan ushuluddin menurut Ahlusunnah adalah mengucapkan kesaksian terhadap keesaan Tuhan dan risalah Rasulullah saw di samping empat ibadah wajib yaitu shalat, puasa, haji, dan zakat, sementara ibadah-ibadah lainnya seperti amar-makruf nahi-munkar, kendati dianggap sebagai kewajiban, akan tetapi tidak setara dengan shalat, puasa, haji, atau zakat.
 
Sumber : Buku “Cakrawala Syiah” Karya Muhammad Ali Shomali

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed