by

Pemerintahan dalam Pandangan Imam Ali bin Abi Thalib as

Jika kita menilik kepada sejarah para Imam suci Ahlul Bayt, kita akan melihat Imam yang naik dalam tampuk pemerintahan adalah Imam Ali as dan Imam Hasan as. Selainnya, sebelum mereka menduduki kursi kepemimpinan, mereka dipenjarakan, dibunuh, diracun dan diancam dengan hunusan pedang.
Bahkan Imam Ali Zainal Abidin Al-Sajjad yang terkenal dengan doa-doa indahnya, Syahid ditangan penguasa, itu membuktikan dibalik ibadah beliau sepanjang waktu, ada gerakan politik yang tercium oleh penguasa Dhalim. Seperti gerakan Mukhtar Al-Tsaqafi dalam menuntut darah para pembunuh Syuhada Karbala membuktikan gerakan Imam Al-Sajjad as dibalik sajadah dan Mihrab.
Jika Imam Sajjad as hanya fokus Ibadah dan duduk menangis sepanjang hari tanpa mempedulikan umat dan Kedzaliman penguasa, tidak mungkin beliau Syahid dibunuh dan tetap menjadi ancaman para penguasa Dzalim. Permasalahan ini dibahas tuntas didalam sebuah kitab berjudul “Gerakan Politik Imam Zainal Abidin as.”
Adapun yang sampai kepada tampuk kepemimpinan adalah Maulana Imam Ali as. Beliau mengajarkan kepada kita bagaimana cara memerintah dan berpolitik agar menjadi model untuk Imam selanjutnya dan para Fuqaha dimasa yang akan datang.
Kepemerintahan dan kepemimpinan dalam Pandangan Imam Ali as
Kepemerintahan dalam pandangan Imam Ali as bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah sarana dan alat untuk menegakan tujuan Ilahi ditengah-tengah Masyarakat yaitu menegakan keadilan dan merealisasikan Masyarakat yang bermoral dan berkahlak dibawah kepemimpinan Insan Kamil.
Syahid Muthahari menggambarkan Imam Ali sebagai berikut:
“ Imam Ali as seperti manusia-manusia Ilahi lainnya, menjadikan kepemerintahan dimata beliau sebagai sarana untuk membawa masyarakat menuju kesadaran keadilan, menegakan kebenaran dan berkhidmat kepada kemanusiaan.
Beliau membela prinsip keadilan dan kebenaran dengan pedang dan nyawanya dengan tujuan masyarakat sadar bahwa keberadaannya didunia ini adalah menegakan hukum Ilahi dan tujuan ilahi yang tidak lain memenuhi keadilan dimuka bumi dengan perantara kepemerintahan serta menolak dan memerangi segala bentuk kedzaliman” (Separi dar Nahjul balaghah, Muthahari, hal.121)
Imam Ali as dalam Nahjul Balaghah berkata:
“ Demi sepatu tua nan butut yang aku kenakan, aku mencintai kepemimpinan tidak lain agar bisa menegakan kebenaran dan keadilan ditengah-tengah kalian dan membinasakan segala bentuk kedzaliman.” (Nahjul Balaghah, Khutbah no.33 hal.62)
Imam menjelaskan kecintaan beliau kepada kepemerintahan tidak lebih banyak dari sepatu butut, itupun sebuah sarana dalam rangka menegakan keadilan dan menghancurkan Kedzaliman.
Imam Ali as dalam suratnya kepada Gubernur diwilayah Azarbeijan Asy’ast bin Qais berkata,
“ Kepemimpinan yang sekarang ada ditangan anda bukanlah milik anda, melainkan amanah yang kelak akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah swt.” (Nahjul balaghah, surat ke-5 hal.536)
Allah swt berfirman dalam surat Nisa ayat: 58
“Sesungguhnya Allah swt memerintahkan kalian untuk menunaikan Amanah.”
Amanah jika kita melihat didalam Fiqih Ahlul Bayt memiliki dua hal:
1. Manusia bukanlah pemilik amanah yang mana setiap saat bisa melakukan dan mengeruk sesuka hati segala hal yang diamanahi kepadanya, melainkan sebuah tanggung jawab untuk sementara waktu untuk dilaksanakan sesuai undang-undang dasar yang disepakati. Seseorang yang diamanahi harus menjaga sekuat tenaga amanahnya dari segala bentuk kerugian dan kerusakan yang setiap saat akan menimpa.
2. Ketika amanat tidak dilakukan sesuai kesepakatan, maka kelak harus mengganti dan bertanggung jawab atas segala kerugian yang menimpa amanat tersebut.
Kepemerintahan dalam pandangan Imam Ali as adalah amanah Ilahi yang kita harus maksimal sekuat tenaga melakukan yang kita bisa untuk menegakan amanah tersebut. Kelak dihadapan Allah swt sebagai pemilik alam semesta akan mempertanyakan seberapa amanatkah kita semua dalam menanggung sebuah amanat.
Kepemimpinan adalah amanah ilahi sebagai sarana dan alat untuk menegakan keadilan dan merealisasikan undang-undang Ilahi ditengah-tengah Masyarakat serta menolak, mengecam dan memerangi segala bentuk Kedzaliman dan Kerusakan.
Pada Zaman sekarang ini yang mencoba untuk merealisasikan Kepemerintahan Imam Ali as dan mencoba menerapkan amanah Ilahi adalah Republik Islam Iran dibawah Komando Sayidul Qaid Ayatullah Ali Khamenei.
Membagikan Baitul Mal kepada setiap kepala warganya, memerangi Induk Kedzaliman dan kerusakan, Amerika, Zionis dan pohon terlaknat Bani Saud dan Membela Mustad’afin di Palestina, Afganistan, Irak, Yaman, Libanon, Suriah, Nigeria, Rohingya dan dimanapun Mustad’afin berada.
Imam Khomeini dan Sayid Ali Khamenei mencoba menjadikan segala Sumber daya alam dan Sumber daya Manusia yang ada untuk berkhidmat kepada Agama dan Kemanusiaan. Miliaran dolar telah dikeluarkan untuk mecoba menerapkan kepemimpinan Ilahiah. Paling terdepan meneriakan persatuan dan pendekatan antar Mazhab dan selalu menjadi tuan rumah tanpa mengeluh atau meminta Negara lain menjadi tuan rumah pendekatan antar Mazhab.
Memberikan Tiket pesawat 80 Negara dengan pelayanan tamu kenegaraan setiap tahun dengan ramah dan penuh ketawadhuan demi persatuan dan mengenalkan musuh kemanusiaan, Amerika, Zionis dan anak-anak haram mereka.
Indonesia sebagai Negara Muslimin terbesar dunia seharusnya mampu menjadi musuh terdepan Amerika, Zionis dan sekutunya, bukan menjadi partner atau bahkan pelayan bagi mereka. Ulama-ulama yang sekarang ini menjadi poros Masyarakat seharusnya menjadi motor penggerak penentang segala bentuk Kedzaliman Global dan mencoba berdiri dibawah kaki sendiri walau pahit demi membela negara tercinta Indonesia.
Ketika Negara dan Pemerintah mencoba untuk keluar dari cengkraman kaum kapitalis yang sudah mengakar bertahun-tahun seharusnya kaum ulama itu mendukung, bukan menentang atas nama agama.
Menentang Kedzaliman dan mendukung kemandirian serta keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia seperti yang tertera dalam Pancasila adalah kewajiban kita semua, warga Negara Indonesia.
 
oleh : Abu Syirin Al-Hasan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed