by

Mitos tentang Terdistorsinya Al-Qur'an Suci

Hanya satu Al-Quran yang ada, yang diwahyukan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw. Tidak ada penambahan-penambahan yang telah dibuat untuk Al- Quran, tidak ada penghapusan-penghapusan, dan tidak ada juga pengaturan-pengaturan ulang dalam Al-Quran atau sebaliknya dirusakkan.
Kami yang menurunkan Al-Quran, Kami-lah yang menjaganya. (QS Al-Hijr [15]:9)[1] Sayangnya, sebagian Muslim memiliki konsepsi keliru bahwa para pengikut Ahlulbait memiliki Al-Quran yang berbeda. Padahal, jika mereka mengunjungi masjid-masjid Syiah, rumah-rumah, dan pusat-pusat Islam kaum Syiah serta bertemu dengan para individu dan para ulama Syiah, mereka akan menemukan bahwa tuduhan mereka ini tidak memiliki dasar.
Salah seorang perawi hadis terkemuka Syiah, Muhammad bin Ali Al-Qummi Al-Shaduq, menegaskan, “Keyakinan kami adalah bahwa Al-Quran yang turun dari Allah atas Rasul-Nya Saw adalah apa yang kita temukan hari ini di antara dua sampulnya, dan itulah yang berada dalam tangan orang-orang Syiah—tidak lebih dan tidak kurang daripada itu.
Siapapun yang menisbatkan kepada kami bahwa kami mengatakan lain daripada itu maka ia adalah seorang pendusta.”[2] Syiah selalu bersikap peduli terhadap penyebaran yang benar dari Al-Quran, dan ketika Rasulullah Saw wafat, Imam Ali As bersumpah bahwa ia tidak akan mengenakan jubahnya kecuali untuk mendirikan shalat hingga ia berhasil mengumpulkan Al- Quran seluruhnya menjadi satu jilid (mushaf).[3]
Namun, dalam beberapa kitab sahih, sebagian riwayat menegaskan bahwa surah-surah atau ayat-ayat Al-Quran Suci itu hilang atau dihilangkan. Sebagai contoh, Imam Bukhari meriwayatkan, “Sesungguhnya Allah Swt mengutus Muhammad (Saw) dengan kebenaran, dan Dia menurunkan Kitab kepadanya, dan ayat tentang pemberian hukuman rajam termasuk di dalam apa yang diwahyukan kepadanya.”
Kita membacanya, menyimpannya di dalam memori kita, dan memahaminya. Rasulullah Saw memberikan hukuman rajam hingga mati (kepada pezina pria dan wanita yang telah berstatus kawin), dan setelah beliau, kita juga menerapkan hukum rajam. Saya khawatir bahwa, dengan berlalunya waktu, masyarakat (mungkin lupa) dan mungkin mengatakan, “Kita tidak menemukan hukum rajam di dalam Kitabullah.
Dan mereka pun menjadi sesat dengan meninggalkan kewajiban yang ditetapkan Allah ini. Hukum rajam merupakan suatu kewajiban yang ditetapkan dalam Kitabullah bagi para pria dan wanita yang telah berstatus kawin tapi melakukan zina apabila bukti-buktinya kuat, atau jika ada kehamilan atau suatu pengakuan.”[4]
Riwayat-riwayat lain juga secara keliru mengindikasikan bahwa ada ayat dalam Al-Quran Suci yang menyatakan penghukuman rajam kepada para pezina.[5] Imam Bukhari juga meriwayatkan dari salah seorang sahabat bahwa ada ayat dalam Al-Quran Suci yang menyatakan bahwa meninggalkan para leluhur adalah kufur ;[6] seluruh kaum Muslim mengetahui bahwa tidak ada ayat seperti itu dalam Al-Quran Suci.
Sebagian riwayat lain dari sumber-sumber lain mengemukakan bahwa banyak ayat Al-Quran yang hilang. Aisyah, sebagai contoh, meriwayatkan bahwa Surah Al-Ahzab (surah ke-33) dahulunya pada masa Rasulullah Saw memiliki 200 ayat, namun ketika Khalifah Ketiga, Utsman bin Affan, menghimpun Al-Quran, ia hanya dapat menemukan tujuh puluh tiga ayat darinya.[7] Abdullah bin Umar juga meriwayatkan, “Tidak ada orang yang seharusnya mengatakan, ‘Aku telah mengambil (pertimbangan) dari Al-Quran seluruhnya.’
Bagaimana ia mengetahui bahwa ini adalah Al-Quran seluruhnya? Sesungguhnya, ada sejumlah besar (ayat) yang hilang dari Al-Quran.”[8] Ada pernyataan-pernyataan lain yang tidak perlu disebutkan di sini.
Tujuan kami mengemukakan hal-hal di atas di sini bukan untuk membuat isu berupa pernyataan-pernyataan palsu tentang distorsi (tahrif) Al-Quran Suci dalam berbagai mazhab, karena semua mazhab seharusnya dihargai. Maksud kami adalah ingin menjelaskan bahwa Al-Quran yang diikuti kaum Syiah adalah Al-Quran sama yang ada dimana-mana di dunia, dan bahwa tidak ada Al-Quran tersembunyi lainnya sebagaimana yang dikatakan sebagian orang.
Mushaf Fatimah
Menurut riwayat Ahlulbait As, ketika Rasulullah Sawcwafat, putrinya, Sayidah Fatimah Zahra As, begitu berduka hingga Allah mengutus kepadanya satu malaikat untuk menghiburnya. Malaikat itu mengatakan kepadanya tentang apa yang akan terjadi di masa akan datang.
Fatimah menemukan kebahagiaan dalam berita ini. Suaminya, Imam Ali As, menuliskan apa yang malaikat itu katakan. Tulisan- tulisan ini dikumpulkan dan dihimpun dalam sebuah kitab yang dinamakan Mushaf Fatimah. Imam Shadiq as mengatakan, “Tidak ada hukum halal-haram dalam kitab itu, tapi isi kitab itu hanya tentang apa yang akan terjadi di masa akan datang.”[9]
Pemberitaan-pemberitaan lain menyatakan bahwa setiap kali Rasulullah Saw menerima wahyu, beliau akan menjelaskannya kepada putrinya, dan putrinya akan mencatatnya dalam sebuah kitab yang dinamakan Mushaf Fatimah. Para pengikut Ahlulbait percaya bahwa kitab ini sekarang ada bersama imam terakhir Ahlulbait, yakni Imam Mahdi.
Mushaf Fatimah bukanlah sebuah Al-Quran, dan satu- satunya Al-Quran yang dimiliki para pengikut Ahlulbait adalah Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Suci Muhammad Saw selama masa hidupnya dan sekarang terdapat di seluruh dunia.
 
Catatan Kaki :
1. Untuk lebih detil, lihat ‘Aqaid al-Imamiyyah, Muzhaffar, hal. 41.
2. I’tiqâd Al-Shaduq, hal. 164.
3. Kanz Al-‘Ummâl, Muttaqi Hindi, 13:127.
4. Shahih Buk hâri, Book on Penalties, hadis 6327 & 6328; terkait erat dengan Al-Quran Suci dan Sunnah, hadis 6778; Shahi h Muslim, Book on Penalties, hadis 3291; Tirmidzi, Book on Penalties, hadis 1351 & 1352; Abu Dawud, Book on Penalties, hadis 3835; Ibnu Majah, Book on Penalties, hadis 2543; Musnad Ahmad bin Hanbal, 1:23, 29, 36, 40, 43, 47, 50, dan 55; Malik, Book on Penalties, hadis 1295 dan 1297; Darami, Book on Penalties, hadis 2219.
5. Book of the Virtue of the Qur’an, 6:508 dan 9:212; Book of
Ahk am; Sunan Abu Dawud.
6. Shahih Buk hâri, Kitab al-Faraidh 8:540.
7. Al-Itqân fi ‘Ulum Al-Qurân, Suyuthi 1:63.
8. ibid., 3:81
9. Al-Kafi, Kulaini, Kitab al-Hujjah, hal. 240.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed