by

Habib Ali Zainul Abidin Al-Jufri : Provokasi antara Sunnah dan Syiah

Habib Ali Zainul Abidin  Al-Jufri mengingatkan bahwa setiap bentuk provokasi antara Sunnah dan Syiah tidak akan menguntungkan siapapun kecuali pihak musuh yang menginginkan terjadinya peperangan antara Sunni dan Syiah.
Habbib juga menyayangkan sebagian orang berpakain ulama Syiah yang memobilisasi orang-orang awam Syiah untuk melakukan penyerangan terhadap kelompok Ahlussunnah demikian juga sejumlah orang berpakaian ulama Ahlussunnah memobilisasi orang-orang awam Ahlussunnah untuk melakuakan penyerangan terhadap Syiah.
Berikut ini cuplikan dari ceramahnya :
Fitnah yang sedang menimpa kita saat ini adalah fitnah penyulutan api fanatisme, yang telah dilarang oleh Rasulullah saw. Saya dan anda memerlukan makna kesabaran di hadapan fitnah ini.
Suaran-suara tinggi yang berasal dari sana-sini, Syiah berteriak, “Wahai pengikut Syiah!” Sunnah berteriak, “Wahai pengikut Ahlussunnah!” Di antara Syiah ada yang memobilisasi orang-orang awam mereka untuk menyerang Ahlussunnah dan sayang sekali, sejumlah orang bernisbat kepada Ahlussunnah pun memobilisasi orang-orang awam kita untuk menyerang Syiah.
Agar kita kembali ke zaman Jahiliyyahm kita saling berperang , tapi yang mendapatkan manfaat adalah selain kita (Musuh kita). Yang menang dalam peperangan ini sebenarnya dia kalah, karena yang mendapatkan manfaat adalah orang ketiga. Yaitu pihak yang ingin melihat kita saling membunuh satu sama lain.
Provokasi (dari kedua belah pihak) yang terjadi saat ini, Syiah dan Sunnah tidak akan mendpatkan keuntungan atau manfaatnya. Ya, saya tahu  bahwa banyak persoalan menyakitkan yang kita saksikan menimpa saudara-saudara Ahlussunnah kita di Irak. Dan ini harus dikecam. Orang yang dizalimi berhak secara syar’i untuk membalas kepada orang yang menzalimi. Kepada yang menzaliminya, bukan kepada kelompoknya.
Hak membalas orang Zalim atas kelukarga berlaku juga jika dia menzalimi keluarga. Bahkan dia wajib melakukan pembelaan. Dia memiliki hak untuk mempertahankan dirinya dan hartanya,, tapi dia tidak boleh berbuat zalim. Dan termasuk kezaliman jika kita menggeneralisir persoalan ini (persoalan personal) kepada kelompok.
 
Sumber : maula.tv

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed