by

Fatimah Az-Zahra Rahasia Ridha Illahi

Masih didalam Ayyam Fatimiyah, bahwa derajat dan keutamaan Sayidah Fatimah Zahra as sebanyak bintang-bintang dilangit yang mana kita tidak mungkin bisa menghitungnya. Jembatan ilahi yang menghubungkan samudra kenabian dan keimamahan yang mana tanpanya cahaya-cahaya hidayah Hujjah Allah swt tidak akan sampai kepada kita.
Diantara tetesan samudra keagungan Sayidah Fatimah Zahra as adalah derajat dan maqam beliau disisi Allah swt, Malaikat, para Nabi, para Imam dan diantara para Ulama.
Maqam dan derajat Zahra as disisi Allah swt
Maqam dan derajat Sayidah Fatimah Zahra as disisi Allah swt adalah maqam dan derajat tertinggi yang dicapai seorang hamba yaitu maqam Ridha dan Syafaat. Biasanya seorang hamba akan mencari dan mengejar ridha tuhannya bagaimanapun caranya. Perjalanan spiritual yang ditempuh seorang hamba sampai menghembuskan nafas terkahir adalah untuk mencapai dan meraih ridha Allah swt.
Setiap langkah dan gerak-gerik seorang hamba akan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak keluar dari ridha Allah swt. Gerakan Matahari dari timur dan barat setiap harinya, putaran bumi dalam porosnya yang menghasilkan siang dan malam, tiupan angin, kokohnya gunung dan segala gerakan dan aktifitas alam sesuai yang disunahkan Allah swt hanya untuk selalu dalam wilayah RidhaNya.
Untuk itu Ridha Allah swt didalam Al-Quran ada beberapa tingkatan:
1. Seorang hamba Ridha kepada tuhannya, namun Allah swt belum tentu Ridha kepadanya
2. Seorang hamba ridha kepada tuhannya dan Allah swt ridha kepadanya. (Rhadiyallahu anhum wa radhu anhu)
3. Allah swt akan melakukan apa saja sampai hamba tersebut Ridha padaNya.
Derajat terkahir ini kita akan lihat didalam surat Al-Dhuha ayat 5:
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ
Apa yang harus diberikan tuhanmu hingga engkau Ridha
Kelas dan derajat Ridha yang ketiga ini hanya dicapai oleh orang-orang yang kedekatannya dengan Allah swt tidak bisa kita bayangkan oleh akal kita yang terbatas ini. Allah swt berusaha melakukan sesuatu hingga kekasihnya ridha atasNya, mungkin sebagian orang akan menilai berlebihan, namun ayat dan riwayat serta perjalanan Irfani tidak memungkiri bahwa hal tersebut benar adanya.
Ayat ini memiliki makna dhahir dan batin. Maqam ridha dalam kategori ketiga adalah milik Muhammad ibn Abdillah saww, namun kita juga mendapatkan riwayat bahwa ayat diatas dan maqam ridha ketiga diraih pula oleh bagian diri Rasulullah saww, Fatimah Zahra as.
Sebuah riwayat panjang diriwayatkan bahwa Rasulullah saww melihat perjalanan hidup putrinya sehingga Rasulullah saww bersedih seraya berkata, “Wahai Putriku! Sesungguhnya Akhirat lebih manis dari dunia, untuk itu bersabarlah…”
Perkataan kekasih Allah swt yang kedekatannya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, yang mana kedekatan tersebut jika Jibril mendekat, niscaya akan terbakar terdengar oleh Allah swt hingga turunlah ayat untuk sayidah Fatimah Zahra as surat Al-Dhuha ayat:5
“Apa yang harus diberikan tuhanmu, agar engkau ridha padaNya”
(Majmaul Bayan juz.10 hal.382/ Tafsir Shafi juz.5 hal.341)
Untuk itu beberapa kali Rasulullah saww berkata bahwa ridha Fatimah as adalah ridhaku dan ridhaku adalah ridha Allah swt.
Rasulllah saww bersabda:
رضا فاطمة رضای و سخط فاطمة سخطی
Ridha Fatimah as adalah ridhaku dan marahnya Fatimah as adalah kemarahanku.
(Al-bihar juz.28 hal.357)
Riwayat lain:
رضا الله فی رضا فاطمة
Ridha Allah swt berada di ridha Fatimah Zahra as
(Al-bihar juz.28 hal.360)
Inilah derajat para kekasih Allah swt yang mana keridhaan Allah swt disematkan kepada Sayidah Fatimah Zahra as. Untuk itu siapapun yang diridhai Fatimah Zahra as, maka ia mendapatkan keridhaan Allah swt dan keridhaan Allah swt adalah puncak harapan dan cita-cita seluruh hamba.
Untuk itu duhai Fatimah as Ridhailah kami dan kedua orang tua kami karena keridhaanmu adalah cita-cita harapan kami, sampai kami kelak bertemu denganmu di padang mashyar nanti…
Bersambung…
 
Sumber : FB Abu Syirin Al-Hasan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed