by

Hanya Cinta, Cinta Sayidah Fatimah Zahra as

Hanya Cinta, Cinta Sayidah Fatimah Zahra as – Karena cinta, terkadang kita sengsara dan menderita dan karena cinta, kita mendapatkan kebahagiaan hakiki. Lalu bagaimana jika cinta itu adalah cinta hakiki yang bersifat ilahi, terutama ketika mencintai atas dasar kecintaan kita kepada Allah swt dan RasulNya?
Allah swt meletakan cintaNya kepada siapapun yang mencintai Azzahra as. Sehingga ketika seseorang mendapatkan cinta Fatimah Zahra as Ibu seluruh Imam Maksum, maka keamanan dari Azab ilahi adalah jaminannya. Owh…beruntunglah orang yang mampu meraih cinta Fatimah Zahra as!!!
Keagungan Sayidah Fatimah Zahra as sang pembawa rahasia Allah swt (Sirrul Mustauda Fiha) tidak bisa digambarkan oleh lisan maupun tulisan, melainkan hanya mampu digambarkan oleh hati dan akal yang disinari cahaya keimanan. Itupun masih sangat terbatas dan tidak bisa menggabarkan secara keseluruhan, karena Allah swt menamakan Fatimah Zahra as dengan Fatimah, dikarenakan akal manusia terhijab untuk mengenal hakikatnya.
Namun itu bukan berati kita tidak bisa merasakan pancaran keindahan dan keagungan Fatimah Zahra as. Allah swt berjanji akan memberikan keselamatan dan keamanan bagi siapapun yang mencintai Fatimah Zahra as.
Rasululllah saww bersabda kepada Salman Al-farisi sahabat sekaligus kekasihnya,
یا سلمان من أحبّ فاطمه بنتی فهو فی الجنّه معی ومن أبغضها فهو فی النّار. یا سلمان حبّ فاطمه ینفع فی مائه من المواطن، أیسر تلک المواطن الموت، والقبر، والمیزان والصراط والمحاسبه. فمن رَضیتْ عنه ابنتی فاطمه رضیتُ عنه، ومن رضیتُ عنه رضی اللَّه عنه، ومن غضبت علیه ابنتی فاطمه غضبتُ علیه، ومن غضبتُ علیه غضب اللَّه علیه. یا سلمان ویل لمن یظلمها ویظلم بعلها أمیرالمؤمنین علیّاً، وویل لمن یظلم ذریّتها وشیعتها
“ Wahai Salman! Barang siapa mencintai Fatimah Zahra as putriku, maka dia akan berada disurga bersamaku. Dan barang siapa membencinya, maka ia akan dihempaskan kedalam api neraka. Wahai Salman! Mencintai Fatimah bermanfaat di seratus tempat. Tempat yang paling mudah adalah Kematian, Alam Kubur, Mizan, Shirath dan ketika Muhasabah. Barang siapa yang diridhai Fatimah putriku, maka aku ridha pula padanya dan barang siapa aku Ridha atasnya, maka Allah swt ridha atasnya. Barang siapa yang dimurkai Fatimah putriku, maka aku akan murka padanya, dan barang siapa yang membuat aku murka, maka Allah swt murka atasnya. Wahai Salman!!! Celakalah bagi orang-orang yang menzhaliminya dan menzhalimi suaminya Amirul Mukminin Ali as, dan celakalah kepada orang-orang yang menzhalimi keturunannya dan para pengikutnya..” (Faraidh Shimthain, juz.2 hal.67)
Keagungan Sayidah Fatimah Zahra as terpancar dari lisan suci Nabi kepada Salman, seakan ingin menjelaskan bahwa kelak Sayidah Fatimah Zahra as akan Dizhalimi dan diambil hak-haknya. Untuk itu Nabi menjelaskan kedudukan Sayidah Fatimah Zahra as disisi Allah swt dan RasulNya saww. Laknat Allah swt dan RasulNya bagi orang-orang yang menzhalimi Fatimah Zahra as, Suaminya Ali as, keturunannya yang suci dan para Pengikutnya.
Tentunya hadis ini menjelaskan pula Kedudukan tinggi Sayidah Fatimah Zahra as bagi orang-orang yang mencintainya. Imam Shadiq as mengkhawatirkan para pecinta dan pengikut Ahlul Bayt as ketika Sakaratul Maut, alam kubur dan perjalanan Barzakhi. Karena Syafaat Rasulullah saww dan para Imam Ahlul bayt as berlaku hanya dihari kiamat kelak.
Imam Shadiq as berkata,
والله اتخوف علیکم فی البرزخ . قلت ما البرزخ؟ فقال: القبر منذ حین موته الی یوم القیامة
Demi Allah swt aku sangat mengkhawatirkan kalian dialam barzakh. Sahabat beliau bertanya, Apa itu Barzakh wahai Imam? Beliau berkata, “ Dari Alam Kubur hingga tegaknya hari kiamat.” (Maarif wa maarif, Juz.1 hal.378.379)
Karena Maqam Syafaat hanya berlaku dihari kiamat, maka untuk itu kekhawatiran Imam Shadiq terhadap para pecinta dan pengikut Ahlul Bayt as di alam kubur dan Perjalanan panjang alam Barzakh sangat relevan.
Namun, disini Allah swt ingin menegaskan keagungan dan keutamaan Sayidah Fatimah Zahra as, bahwa sesuatu yang paling bermanfaat, bahkan dialam kubur dan Barzakh adalah kecintaan kepada Sayidah Fatimah Zahra as. Ayatullah Jawad Amuli menegaskan bahwa Hanya Cinta saja tanpa Mengikuti dan menjadi Syiah-nya Fatimah Zahra as bermanfaat di seratus tempat setelah kematian
Ayatullah Jawad Amuli kembali menegaskan, “Hubbu Fatimah as Faqath, Yanfa fi miah mauthin wa Annal Mahabbah Laisat Muthabaah wal Musyaya’ah, Fa kaifa Mahabbah bil Muthaba’ah wal Musyaya’ah Ya Binta Rasulillah….”
“Mencintai Fatimah as saja bermanfaat di seratus tempat setelah kematian dan Kecintaan bukanlah mengikuti dan menjadi Syiahnya. Lalu Bagaimana jika Kecintaan dibarengi dengan Mengikuti dan menjadi Syiahnya Zahra as???”
Sangat luar biasa dan diluar nalar kita keutamaan dan keagungan sayidah Fatimah Zahra as. Imam Shadiq as saja mengkhawatirkan kita dialam kubur dan Barzakh, namun hanya mencintai sayidah Fatimah Zahra as mampu menyelamatkan kita di 100 tempat setelah kematian.
Ya Zahra as, jadikanlah kami sebagai pecintamu, pengikutmu dan menjadi Syiahmu….
Selamatkanlah kami dan kedua orang tua kami dari sakitnya sakaratul maut, gelapnya Alam Kubur, Tajamnya Shirath dan tempat-tempat lainnya. Karena cintamu adalah harapan kami mendapatkan ridha ayahmu dan tuhanmu.
Ya Fatimah Isyfai lana Indallah…..
Sumber : Abu Syirin Al-hasan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed