by

Kenapa Muslim Syiah menyebut "Ya Ali" ?

Salah Seorang Syiah Ditanya! Kenapa kalian orang syiah mengatakan, “Ya ‘Ali ?” Tidak mengatakan “Yaa Allah?”
Dijawabnya;
Kami mengatakan Ya ‘Ali bukan karena kami meyakini bahwa Imam Ali adalah Lebih Besar dan Lebih Kuat dari Allah SWT.
Ini hal yg menggelikan. Barangsiapa yg meyakini hal itu (Ali lebih besar dan lebih kuat dari Allah), maka tidak diragukan lagi, dia Musyrik dan Kafir !
Karena tidak ditemukan seorang syiah pun yg berkeyakinan semacam itu.Seperti yang anda katakan, kami mengatakan Ya ‘Ali, itu karena kami Bertawassul dengan namanya kepada Allah, sebab Imam ‘Ali memiliki maqom disisi Allah dan juga kedudukan khusus.
Kami memohon kepada Allah, dengan hak-nya ‘Ali, kedudukannya ‘Ali, agar dikabulkannya hajat kami.
Inilah yg dimaksud dengan perkataan “Yaa ‘Ali”
Hal tersebut juga disandarkan ke sebagian perkataan para Nabi terdahulu; “yaa fulan, kabulkanlah hajat kami…”
Para Nabi adakalanya meminta hajatnya melalui perantaraan seseorang (makhluk Allah)
Nash Al-Qur’an yg menjadi sumber otentik menerangkan kejadian Nabi Sulaiman as dan singgasananya Ratu Balqis.
(QS 27 : 38-40);
● “Berkata Sulaiman, ‘hai pembesar-pembesar, siapakah diantara kalian yang sanggup membawa singgasana Balqis di hadapanku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yg berserah diri ?’
● Berkata Ifrit dari golongan jin; “Aku akan datang kepadamu dengan membawakan singgasana itu untukmu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu ….”
● Berkatalah seseorang yg mempunyai ilmu, “Aku akan membawakan singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip ….”
Mengapa Nabi Sulaiman tidak minta kepada Allah ?
Apakah Allah tidak mampu menghadirkan singgasana Balqis dihadapannya ?
Apakah juga karena Nabi Sulaiman ragu bahwa Allah tidak sanggup untuk memenuhi keinganannya ? Atau Nabi Sulaiman tidak tahu tentang itu…?
Bukankah Nabi Sulaiman ini yang Allah puji di dalam al-Qur’an adalah seorang Nabi Maksum, akan tetapi meminta pertolongannya kepada Jin (bukannya langsung meminta kepada Allah)?
Demikianlah yg al-Qur’an terangkan.
Kami muslim syiah meminta kepada para Imam Suci dengan mengatakan; “yaa Rasulullah, penuhilah hajatku, atau yaa ‘Ali, penuhilah hajatku, sebagaimana Nabi Sulaiman berkata; “hai pembesar-pembesar, siapakah yang sanggup….”.
Sedangkan para pembesar itu adalah makhluk yg berada disekitar Sulaiman dan ia meminta kepada makhluk itu, yang pada akhirnya keinginan Nabi Sulaiman terpenuhi dengan perantaraan seseorang yg memiliki ilmu dari Alkitab,  yg mampu menghadirkan Singgasana Balqis di Negeri Yaman ke Negeri Palestine dengan kisaran waktunya sebelum kedipan mata.
Apakah kemudian kita katakan Nabi Sulaiman as musyrik lantaran ia meminta bantuan (keinginan) kepada jin (Ifrit), bukan langsung kepada Allah ?
Mungkin saja, menurut wahhabi Nabi Sulaiman telah musyrik.
@Sabilulungan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed