by

Pidato Imam Ali bin Abi Thalib Tanpa "Alif"

Imam Ali bin Abi Thalib yang sangat dikenal kecerdasannya, pernah mendemonstrasikan pidato yang cukup panjang tanpa huruf alif dan tanpa teks. Kita semua tahu bahwa huruf terbanyak yang dipakai dalam percakapan bahasa Arab sehari-hari adalah huruf alif. Tapi Imam Ali as mampu menyampaikannya.
Jika Anda mengucapkan satu kalimat saja dalam bahasa Arab, Anda akan kesulitan tanpa melibatkan huruf alif.
Tak cukup dengan itu, selain bahasanya  sangat indah dan tersusun rapi, juga sangat menggugah jiwa. Jika Anda penggemar keindahan bahasa dan sastra, Anda tak punya alasan untuk tak berdecak mengaguminya​. Pidato atau khuthbah ini disebut dengan “khutbah muniqah” (khuthbah mengejutkan).
Berikut ini adalah teks bahasa Indonesianya kemudian teks Arabnya.
——————————————————–
(Tentang Allah)
“Aku memuji
dan mengagungkan Dzat yang
Karunia-Nya besar.
Nikmat-Nya terhambur.
Kalimat-Nya sempurna.
Kehendak-Nya terlaksana.
Hujjah-Nya tersampaikan.
Ketentuan-Nya tuntas.
Rahmat-Nya mendahului murka-Nya.
Aku memuji-Nya,
Pujian seorang hamba yang mengakui kemahapemeliharaan-Nya.
Yang lepas dari kesalahan.
Yang mengakui ke-Esaan-Nya.
Yang berlindung dari ancaman-Nya.
Yang mengharap ampunan-Nya.
Yang menyelamatkannya
di hari yang tak lagi peduli
terhadap kerabat dan anak-anaknya.
Aku memohon pertolongan,
petunjuk dan bimbingan dari-Nya, beriman pada-Nya dan menyembah-Nya. Aku bersaksi pada-Nya
sebagaimana kesaksian
seorang yang tulus dan percaya.
Yang beriman pada keagungan-Nya
dan aku menunggalkan-Nya sebagaimana penunggalan
seorang mukmin yang penuh yakin.
Aku mengesakan-Nya
sebagaimana pengesaan
seorang hamba yang tunduk patuh.
Tidak ada bagi-Nya sekutu
dalam kekuasaan-Nya.
Tidak ada bagi-Nya teman
dalam penciptaan-Nya.
Maha Agung Dia
dari sekutu dan pembantu.
Dari pelayan, pendukung dan pembanding.
Maha Umum Dia lalu tersembunyi.
Maha Batin Dia lalu berkuasa.
Maha Memiliki Dia lalu menundukkan.
Dia didurhakai, lalu memberi ampunan.
Dia memutuskan, lalu  berbuat adil.
Dia senantiasa ada
dan tidak akan pernah tiada.
Tidak ada sesuatu apa pun seperti-Nya. Sedangkan Dia sebelum segala sesuatu dan setelah segala sesuatu.
Dialah Tuhan yang Maha Istimewa dengan kebesaran-Nya.
Maha Perkasa dengan kekuatan-Nya. Maha Suci dengan ketinggian-Nya.
Maha Besar dengan keluhuran-Nya.
Dia tidak terjangkau pandangan mata,
Dia tidak terliput oleh penglihatan.
Dia Maha Kuat,
Maha Penolong,
Maha Tangguh,
Maha Melihat,
Maha Penyayang,
Maha Pengasih,
Maha Lembut.
Begitu lemah menyifati-Nya
orang yang menyifati-Nya,
Begitu sesat jauh dari sifat-Nya.
Orang yang mengenal-Nya,
Dia dekat juga jauh,
dan dia jauh juga dekat.
Dia menjawab panggilan orang yang memanggil-Nya.
Dia memberinya rezeki dan memberinya tanpa pamrih.
Dia Maha Pemilik kelembutan
yang tersembunyi.
Kekuatan yang perkasa.
Rahmat yang luas.
Hukuman yang pedih.
Rahmat-Nya adalah surga yang luas dan indah.
Dan hukuman-Nya adalah neraka yang diulur dan membinasakan.
Tentang Muhammad.
Dan aku bersaksi pada pengutusan Muhammad hamba-Nya, Rasul-Nya dan pilihan-Nya.
Dia telah mengutusnya di sebaik-baiknya masa dan di era transisi dan kekafiran. Sebagai rahmat dari-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan karunia tambahan-Nya. Dengannya Dia menutup kenabiannya, dan dengannya ia memperlihatkan bukti-Nya.
Maka ia memberikan nasihat dan arahan. Menyampaikan dakwah dan berusaha keras.
Ia berbelas kasih pada setiap mukmin. Penyayang dan dermawan. Tulus, akrab dan bersih. Baginya limpahan rahmat, selamat, keberkahan dan penghormatan dari Tuhan yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Yang Maha dekat dan Maha Pengabul.
(Tentang Akhirat)
Aku mewasiati kalian,
hai siapa saja yang menyaksikanku dengan wasiat Tuhan kalian. Dan aku ingatkan kalian
akan sunah Nabi kalian.
Maka jagalah ketakutan
yang menenteramkan hati kalian.
Dan kekuatiran yang mengucurkan air mata kalian. Kesucian yang menyelamatkan kalian sebelum tiba hari yang melengahkan kalian dan membebalkan kalian.
Hari yang di dalamnya kalian
berhasil meraih beban timbangan kebaikannya dan ringan timbangan keburukannya. Dan hendaklah permintaan
dan rayuan kalian
tak ubahnya permintaan yang penuh kehinaan dan kerendahan.
Syukur dan khidmat,
Taubat dan kerinduan,
Penyesalan dan insaf.
Dan hendaklah setiap dari kalian memanfaatkan sehatnya sebelum sakit. Masa mudanya sebelum tua.
Kebesaran dan kelapangannya sebelum miskin.
Masa sempat sebelum sempit. Keberadaannya di tempat
sebelum berada dalam perjalanan,  sebelum dia besar lalu tua, jatuh sakit dan menderita, dirawat oleh tabibnya, ditinggalkan oleh kekasihnya, terputus usianya dan berubah akalnya.
(Tentang Maut)
Lalu dikatakan dia telah letih menderita dan tubuhnya begitu lemah.
Kemudian bersungguh-sungguh dalam pencabutan keras nyawa dan dihadiri oleh setiap kekasih yang dekat maupun yang jauh.
Maka dia menatap dengan pandangannya dan terangkat keras dengan penglihatannya. Dahinya berkeringat. Mengkilat pangkal hidungnya.
Reda lirihnya. Teregang jiwanya. Menangis istrinya. Digali liang lahatnya. Menjadi yatim anak-anaknya. Berpisah darinya kawan dan musuhnya. Dibagikan hartanya. Dan lenyaplah penglihatannya serta pendengarannya.
Lalu ia dikafani dan dijulurkan. Dihadapkan dan dilucuti. Dimandikan dan ditelanjangi. Dikeringkan dan didiamkan. Direbahkan dan dipersiapkan. Dibentangkan kain kafan ke atasnya.
Dengannya diikat dagunya dan dibusanai. Disorbani, diantarkan dan diucapkan salam kepadanya. Digotong di atas kerandanya. Dishalati dengan takbirnya. Lalu dipindahkan dari gedung yang mewah, istana yang megah, dan ruang yang lengkap.
Kemudian dia diletakkan di pembaringan di dalam tanah yang sempit. Dibantali dengan kepalan tanah yang ditumpuk. Diatapi dengan bebatuan. Dipadatkan tanah di atasnya.
Diaruk tanah keringnya hingga muncullah rasa takutnya.  Terlupakan beritanya.  Ditinggalkan oleh kawan dan sahabat setianya. Oleh pembantunya dan keturunanny. Berubah karenanya karib dan kekasihnya.
Itulah yang tersisa dari kuburan. Terlantar di tanah kosong. Bergerak ulat kuburannya dalam tubuhnya. Nanahnya mengalir di atas dadanya dan lehernya. Tanahnya melahap dagingnya. Darahnya mengering dan tulangnya merapuh.
Hingga tiba hari dia dikumpulkan di padang Mahsyar.
Maka dia dibangkitkan dari kuburnya. Lalu ditiup sangkakalanya dan dipanggil untuk dikumpulkan dan ditebarkan. Maka bercerai-berailah kuburan-kuburan dan dibukakan rahasia dada-dada.
Lalu didatangkan setiap nabi dan saksi. Diarahkan hamba untuk diputuskan oleh Yang Maha Tahu dan Maha Melihat. Maka betapa dengusan nafas yang melegakannya. Hasrat sesal merundungnya di tempat yang mencekam dan padang yang dahsyat. Di hadapan Penguasa Yang Maha Agung. Yang Maha Tahu yang kecil dan yang besar.
Pada saat itulah dia diguyur oleh air keringatnya. Meledak-ledak rasa gelisahnya. Kesedihannya tak terhibur. Suara melasnya tak didengar. Alasannya tak diterima.
Lembarannya ditebarkan dan tampaklah keburukannya ketika dia melihat kejelekan perbuatannya. Matanya bersaksi dengan pandangannya. Tangannya dengan gerakannya. Kakinya dengan langkahnya. Kemaluannya dengan rabaannya. Kulitnya dengan sentuhannya. Dia terancam  Malaikat Munkar dan Nakir.
Tentang Neraka.
Maka tersingkaplah waktu pembalasan yang singkat di hadapannya. Lehernya dirantai. Tangannya diborgol. Diseret dengan keras dan kasar. Lalu masuk neraka dengan gelisah dan rasa ngeri.
Menetap di dalamnya dalam keadaan disiksa. Dituangi minuman dari air mendidih. Mukanya dipanggang. Kulitnya dilucuti, dipukuli malaikat dengan cambuk dari besi. Kulitnya kembali semula setelah matang seperti kulit baru. Maka dia meminta pertolongan namun diabaikan oleh para penjaga jahaman. Dia berteriak minta keselamatan namun tidak dibalas. Dia menyesal namun tak ada guna penyesalannya. Dan dia berada demikian dalam masa yang panjang.
(Tentang Syurga).
Kita berlindung kepada Tuhan Yang Mahakuasa dari keburukan setiap nasib. Kita meminta dari-Nya maaf orang yang diridhai-Nya dan ampunan orang yang diterima oleh-Nya. Karena Dialah Penjamin permintaanku dan Pengabul permohonanku.
Maka, barangsiapa
yang jauh dari penyiksaan Tuhannya akan ditempatkan di surga-Nya berupa kedekatan dengan-Nya. Dikekalkan dalam istana-istana yang megah. Ditemani bidadari dan para pelayan.
Dikelilingi cawan-cawan, dituangi minuman dari tasnim. Minum dari mata air salsabil yang telah dicampur dengan jahe. Ditaburi wewangian misik dan anbar, langgeng memiliki dan bahagia menikmati. Mereguk minuman dari khamar di taman yang indah, tidak mabuk dalam meninumnya.
Inilah kedudukan manusia yang takut pada Tuhannya. Waspada pada diri sendiri. Itulah hukuman atas manusia yang bermaksiat kepada penciptanya. Dirinya terkecoh oleh kemaksiatannya.
Ini sungguh kata penuntas. Hukum yang adil. Sebaik kisah yang terceritakan dan nasehat yang jelas. Turun dari Yang Maha Bijaksana dan Mahamulia. Diturunkan oleh Ruh Kudus yang jelas dari Tuhan Yang Mahabajik dari hati nabi yang terbimbing benar. Kepadanya tercurahkan salawat para duta yang dimuliakan dengan terhormat.
Dan aku berlindung kepada Tuhan Yang Mahatahu dan Maha Bijaksana. Yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang dari kejahatan musuh terlaknat dan terkutuk. Memohon dengan sepenuh kerendahan pemohon dari kalian.
Mengharap dengan sebesar asa pengharapan dari kalian. Dan kami memohon ampunan Tuhan setiap makhluk untukku dan untuk kalian.
Teks Bahasa Arab:
حمدت من عظمت منّته، و سبقت نعمته، و تمت كلمته، و نفذت مشيئته، و بلغت حجته، و عدلت قضيته، و سبقت غضبه رحمته، حمد مقرّ بربويته، متنصل من خطيته، معترف بتوحيده، مستعيذ من وعيده، مؤمل منه مغفرة تنجيه، يوم يشغل كل عن فصيلته و بنيه، و نستعينه و نسترشده، و نؤمن به و نعبده، و نشهد له شهود مخلص موقن، و نوحده توحيد عبد مذعن، ليس له شريك في ملكه، و لم يكن له وليّ في صنعه، جل عن مشير و وزير، و تنزه عن معين و نظير، علم فستر، و بطن فخبر، و ملك فقهر، و عصي فغفر، و عبد فشكر، و حكم فعدل، و تكرم و تفضل، لن يزول و لم يزل، ليس كمثله شي‏ء و هو قبل كل شي‏ء و بعد كل شي‏ء ربّ متفرد بعزته، متمكن بقوته، متقدّس بعلوه، متكبر بسموه، ليس يدركه بصر، و لم يحط به نظر، قوي منيع، بصير سميع، علي حكيم، رؤوف رحيم. عجز عن وصفه من وصفه، و ضل عن نعته من عرّفه، قرب فبعد، و بعد فقرب، يجيب دعوة من يدعوه، و يرزقه و يحبوه، ذو لطف خفي، و بطش قوي، و رحمة موسعة، و عقوبة موجعه.
و نشهد ببعث محمد عبده و رسوله، و حبيبه و خليله، بعثه في خير عصر، و حين فترة و كفر، ختم به نبوته، و قوّى به حجته، فوعظ و نصح، و بلّغ‏ و كدح، عليه رحمة و تسليم، و بركة و تعظيم، من رب غفور رحيم.
وصيّتكم معشر من حضرني، بتقوى ربكم، و ذكر سنة نبيكم، و عليكم برهبة تسكن قلوبكم، و خشية تذري دموعكم، و بقية تنجيكم، قبل يوم يذهلكم و يبتليكم، يوم يفوز من ثقل وزن حسنته، و خفّ وزن سيئته، و لتكن مسألتكم مسألة ذلّ و خضوع، و تملق و خشوع، و توبة و نزوع، و ندم و رجوع، و ليغتنم كل منكم صحته قبل سقمه، و شبيبته قبل هرمه، و سعته قبل فقره، و فرغته قبل شغله، و حضره قبل سفره، قبل كبر و هرم، و مرض و سقم، يملّه طبيبه، و يعرض عنه حبيبه، قيل هو موعوك، و جسمه منهوك، ثم جد في نزع شديد، و حضره كل قريب و بعيد، فشخص بصره، و طمح نظره، و رشح جبينه، و سكن حنينه، و بكته عرسه، و حفر رمسه، و يتم ولده، و تفرق عدده، و قسم جمعه، و ذهب بصره و سمعه، و مدد و جرّد، و عري و غسل، و نشر عليه كفنه، و شدّ منه ذقنه، و قمّص و عمّم، و ودع و سلم، و جعل فوق سرير، و صلّي عليه بتكبير، و نقل من دور مزخرفة، و قصور مشيدة، و جعل في ضريح ملخود، بلبن منضود، و هيل عليه عفره، و حثي عليه مدره، و رجع عنه وليه و نديمه، و نسيبه و حميمه، فهو حشو قبر، و رهين قفر، حتى يوم حشره، فينشر من قبره، يوم ينفخ في الصور، و يدعى بحشر و نشور، فثم بعثرت قبور، و حصّلت سريرة في صدور، و جي‏ء بكل نبي و شهيد، و توحد للفصل رب قدير، بعبده خبير بصير، في موقف مهول، و مشهد جليل، بين يدي ملك عظيم، بكل صغير و كبير عليم، فيلجمه عرقه، و يحضره قلقه، و نشرت صحيفته، و تبينت جريرته، فنظر في سوء عمله، و شهدت عليه عينه بنظره«»، و يده ببطشه، و رجله نحطوه، و فرجه بلمسه، و جلده بمسه، فسلسل جيده، و غلّت يده، فسيق وحده، فورد جهنم بكرب و شدة، فظل يعذب في جحيم، و يسقى من حميم، و يضرب بمقمع من حديد، و يعود جلده بعد نضجه كجلد جديد، نعوذ برب قدير، من شر كل مصير، و نسأله عفو من رضي عنه، و مغفرة من قبل منه، فهو ولي مسألتي و منجح طلبتي، فمن زحزح عن تعذيب ربه، جعل في جنته بقربه، و خلد في قصور مشيدة، و ملك بحور عين و حفده، و تقلب في نعيم، و سقي من تسنيم، و شرب من عين سلسبيل، و مزج له بزنجبيل، هذه منزلة من حشي ربه، و حذر نفسه، و تلك عقوبة من
سولت له معصيته، فهو قول فصل، و حكم عدل، تنزيل من حكيم حميد، نزل به روح قدس مبين، على قلب نبي مهتد رشيد، صلت عليه رسل سفرة، مكرمون بررة، فليتضرع متضرعكم و يستهل مستهلكم، و يستغفر كل مربوب منكم لي و لكم و حسبي ربي وحده..

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed