by

Ijtihad Menurut Imam Baqir as

Imam Muhammad Baqir adalah figur tabi’in pertama, yang dengan ketajaman nalar dan kearifannya mengenai prospek dan perkembangan yang bakal terjadi, telah mengantisipasi kemungkinan itu dengan mencetuskan konsep standar-standar ilmu Ushul Fiqh

Imam Baqir as jauh hari telah mencanangkan konsep dasar ijma’ sebelum terbentuknya akademi Ahl-Ar-Ra’yi dan akademi Ahl-Al-Hadits.
Dari situlah dapat disimpulkan bahwa Imam Muhammad Baqir adalah figur tabi’in pertama, yang dengan ketajaman nalar dan kearifannya mengenai prospek dan perkembangan yang bakal terjadi, telah mengantisipasi kemungkinan itu dengan mencetuskan konsep standar-standar ilmu Ushul Fiqh, yang insya Allah akan kami terangkan dibagian lain.
Al Kasyi, salah seorang pakar dari golongan kedua (Syi’ah Imamiyah) ini menegaskan bahwa kaum Syi’ah Imamiyah sepakat menerima dan mempercayai tokoh-tokoh utama di antara murid-murid Imam Baqir as dan Imam Shadiq as sebagai sumber dalam bidang syari’at.
Diantara mereka ada enam orang yaitu: Zurarah bin A’yan (A’yun), Ma’ruf bin Kharbudz, Buraid, Abu Bashir Al Asadi, Al Fadhl bin Yasar dan Muhammad bin Muslim At Tha’if. Kemudian Al Kasyi menyebutkan beberapa tokoh lain yang menduduki peringkat kedua, yaitu Jamil bin Daraaj, Abdullah bin Miskan, Abdullah bin Bukair, Muhammad bin Isa dan Ibban (Ibaan atau Abban bin Utsman).
Meskipun golongan kedua ini menganggap periode teks (nash) tidak berakhir dengan wafatnya Nabi saw, dan sunnah bagi mereka mencakup setiap perkataan, tindakan dan sikap diam (setuju) beliau saw berikut para manusia ma’shum lainnya setelah beliau (yakni Fathimah Az Zahra dan dua belas Imam), bukan berarti para tokoh utama dari golongan ini tidak aktif dalam mengeluarkan dan memberikan fatwa atas beberapa kasus hukum yang terjadi pada masa mereka.
Para tokoh itu tetap memberikan dan mengeluarkan fatwa hukum sebatas perintah dan izin para Imam dengan tolok ukur dasar-dasar ilmu Ushul Fiqh dan standar Al Qur’an dan Al Sunnah (Rasulullah saw dan para Imam) yang telah diberikan kepada mereka.
 
Sumber : buku “DASAR-DASAR HUKUM ISLAM (SEBUAH PENGANTAR)” Karya Dr. Muhsin Labib

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed