by

Dzikir Qur'ani : Ta’wil Sholat

Amirul Mukminin a.s. bersabda; “Siapa yang tidak mengetahui ta’wil sholatnya ini maka sholatnya terhitung kurang sempurna”. (Al-Bihar: 84/254/52).
Dari Jabir r.a. berkata:
عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: كُنْتُ مَعَ مَوْلاَ نَا أَمِرِالْمُؤْمِنِيْنَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَرَآى رَجُلاً قَائِمًا يُصَلِّى فَقَالَ لَهُ: يَاهَذَا أَتَعْرِفُ تَأْوِيْلَ الصَّلاَةِ؟ فَقَالَ: يَامَوْلاَىَ وَهَلْ لِلصَّلاَةِ تَأْوِيْلٌ غَيْرُ الْعِبَادَةِ؟ فَقَالَ: أَىْ وَالَّذِيْ بَعَثَ مُحَمَّدًا بِالنُّبُوَّةِ …
Dari Jabir r.a. berkata: “Saya bersama amirul Mukminin a.s. lalu beliau melihat seorang yang berdiri akan melakukan , lalu beliau bertanya padanya. Wahai! Apakah engkau mengetahui ta’wil ? Lalu ia menjawab tidak. Dan apakah memiliki ta’wil selain (dia) ibadah? Ya! Demi Dzat yang mengutus Muhammad sebagai Nabi saw.
تَأْوِيْلُ تَكْبِيْرَتِكَ اْلأُوْلَى : إِلَى إِحْرَامِكَ أَنْ تَخْطُرَ فِيْ نَفْسِكَ إِذَا قُلْتَ : اَللهُ اَكْبَرُ، مِنْ أَيُّوْصَفَ بِقِيَامٍ أَوْقُعُوْدٍ، وَفِيْ الثَّانِيَةِ : أَنْ يُوْصَفَ بِحَرَكَةٍ أَوْ جُمُوْدٍ، وَفِى الثَّالِثَةِ : أَنْ يُوْصَفَ بِجِسْمٍ أَوْ يُشْبَهُ بِشَبَهٍ أَوْ يُقَاسُ بِقِيَاسٍ، وَتَخْطُرُ فِىالرَّابِعَةِ: أَنْ تَحُلَّهُ اْلأَعْرَاضُ أَوْ تُوْلِمُهُ اْلأَمْرَاضُ، وَتَخْطُرُ فِى الْخَامِسَة : أَنْ يُصَفَ بِجَوْهَرٍ أَوْبِعَرَضٍ أَوْيَحُلُّ شَيْأً أَوْ يَحُلُّ فِيْهِ شَيْءٌ، وَتَخْطُرُ فِى السَّادِسَةِ: أَنْ يَجُوْزَ عَلَيْهِ مَا يَجُوْزُ عَلَى الْمُحَدِّثِيْنَ مِنَ الزَّوَالِ وَاْلإِنْتِقَالِ، وَالتَغَيُّرُ مِنْ حَالٍ إِلَى حَالٍ، وَتَخْطُرُ فِى السَّابِعَةِ: أَنْ تَحُلَّهُ الْحَوَاسُ الْخَمْسِ.
Ta’wil takbirmu yang pertama, menuju ihram hendaknya terlintas dalam dirimu, untuk menghilangkan sifat Allah dari Makhluq-Nya atau ciptaan-Nya yaitu penyifatan (Allah) dari berdiri dan duduk.
Ta’wil takbir yang keduahendaknya terlintas dalam dirimu, untuk menghilangkan sifat Allah dari gerak atau diam.
Ta’wil takbir ketiga hendaknya terlintas dalam dirimu, untuk menghilangkan sifat Allah dari sebagai benda atau yang diserupakan atau yang dianalogikan.
Ta’wil takbir yang keempat hendaknya terlintas dalam dirimu, untuk menghilangkan sifat Allah dari dapat ditimpa berbagai sesuatu atau tertimpa penyakit .
Ta’wil takbir yang kelimahendaknya terlintas dalam dirimu, untuk menghilangkan sifat Allah dari penyifatan dengan benda atau menempati sesuatu atau sesuatu yang bertempat di dalamnya.
Ta’wil takbir yang keenamhendaknya terlintas dalam dirimu, untuk menghilangkan sifat Allah dari untuk dapat berlaku pada apa yang dapat berlaku pada barang baru, berupa tergelincir, pindah berubah dari suatu keadaan menuju keadaan yang lain.
Ta’wil takbir yang ketujuhhendaknya terlintas dalam dirimu, untuk menghilangkan sifat Allah dari untuk disentuh oleh panca indera” (Allah Maha Besar dari segala sifat Makhluk-Nya (ciptaan-Nya).
ثُمَّ تَأْوِيْلُ مَدِّ عُنُقِكَ فِى الرُّكُوْعِ: تَخْطُرُفِيْ نَفْسِكَ آمَنْتُ بِكَ وَلَوْ ضَرَبْتَ عُنُقِي
Ta’wil menundukkan kepalamu ketika ruku’ terlintas di hatimu; Daku beriman pada-Mu dan merelakan tengkukku Engkau penggal sekalipun.
ثُمَّ تَأْوِيْلُ رَفْعِ رَأْسِكَ مِنَ الرُّكُوْعِ إِذَا قُلْتَ : سَمِعَ الله … تَأْوِيْلُهُ : اَللَّذِيْ أَخْرَجَنِيْ مِنَ الْعَدَمِ إِلَى الْوُجُوْدِ.
Ta’wil mengangkat kepalamu dari rukuk; Saat engkau ucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah ta’wilnya adalah Dia (Allah) yang mengeluarkan aku dari tiada menuju ada.
وَتَأْوِيْلُ السَجَدَةِ اْلأُوْلَى : أَنْ تَخْطُرَ فِيْ نَفْسِكَ وَأَنْتَ سَاجِدٌ: مِنْهَا خَلَقْتَنِيْ.
Ta’wil sujud pertama: Terlintas di hatimu sedang sujud; darinya (tanah) Engkau ciptakan aku.
وَرَفْعُ رَأْسِكَ تَخْطُرُ بِقَلْبِكَ: وَمِنْهَا أَخْرَجْتَنِيْ،
Takwil Mengangkat kepala; Terlintas di hatimu darinya (tanah) engkau keluarkan aku.
وَالسَّجَدَةُ الثَّانِيَةُ: وَفِيْهَا تُعِيْدَنِيْ،
Takwil Pada sujud kedua; Dan di dalamnya (tanah) engkau kembalikan aku.
وَرَفْعُ رَأْسِكَ تَخْطُرُ بِقَلْبِكَ: وَمِنْهَا تُخْرِجُنِيْ تَارَةً أُخْرَى.
Takwil Mengangkat kepala: terlintas di hatimu; Dan darinya (tanah) Engkau bangkitkan aku yang kedua kalinya.
وَتَأْوِيْلُ قُعُوْدِكَ عَلَى جَانِبِكَ اْلأَيْسَرِ وَرَفْعِ رِجْلِكَ الْيُمْنَى وَطَرْحِكَ عَلَى الْيُسْرَى: تَخْطُرُ بِقَلْبِكَ أَللَّهُمَّ إِن
ِّيْ أَقَمْتُ الْحَقَّ وَأَمُتُّ الْبَاطِلَ.
Ta’wil dudukmu di atas samping kirimu dan mengangkat kaki kanan di atas kaki kirimu terlintas di dalam hatimu; ’Ya Allah sesungguhnya aku menegakkan kebenaran dan aku memusnakan kebatilan.
وَتَأْوِيْلُ تَشَهُّدِكَ: تَجْدِيْدُ اْلإِيْمَانِ وَمُعَاوَدَةُ اْلإِسْلاَمِ، وَاْلإِقْرَارِ بِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ.
Ta’wil Tasyahudmu yaitu;’Pembaruan iman dan kembali pada Islam serta mengakui adanya kebangkitan setelah kematian.
وَتَأْوِيْلُ قِرَاءَةِ التَّحِيَّاتِ: تَمْجِيْدُ الرَّبِّ سُبْحَانَهُ، وَتَعْظِيْمُهُ عَمَّا قَالَ الظَّالِمُوْنَ وَنَعْتَهُ الْمُلْحِدُوْنَ.
Ta’wil membaca penghormatan (tahiiyah dan salam) sholawat dan salam pada hamba-hamba yang sholeh) yaitu; ’Penyucian Pemelihara Alam serta Pengayom atasnya dari apa yang diucapkan orang-orang zalim dan disifati orang-orang yang berlebihan.
وَتَأْوِيْلُ قَوْلِكَ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ: تَرَحُّمٌ عَنِ اللهِ سُبْحَانَهُ فَمَعْنَاهَا هَذِهِ أَمَانٌ لَكُمْ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Ta’wil ucapan ‘Assalamu’alaikum Warahma-tullahi Wabarakatuhadalah;’Belas kasih dari Allah SWT yang maknanya inilah keamanan bagi kalian dari azab pada hari kiamat.
ثُمَّ قَالَ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ: مَنْ لَمْ يَعْلَمُ تَأْوِيْلُ صَلاَتِهِ هَكَذَا فَهِيَ خُدَّجٍ، أَىْ نَاقِصَةٌ
Lalu Amirul Mukminin a.s. bersabda; ’Siapa yang tidak mengetahui ta’wil sholatnya ini maka sholatnya terhitung kurang sempurna”. (Al-Bihar: 84/254/52).
Dikutip dari buku “Dzikir Qur’ani” karya Mohammad Taufiq Ali Yahya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed