by

Agama adalah Cinta & Cinta adalah Agama

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
اَللَّهُمَّےصـلِّےِعَلَى مُحَمَّــد ٍ وَآلِےِ مُحَمَّــدٍ
Pada acara haul Al-Ustad Al-Habib Husein ibn Abubakar AlHabsy, Ustad Sayyid Abdillah Ba’abud membuka ceramahnya dengan membawakan hadits :
خَالِطُوا النَّاسَ مُخَالَطَةً إِنْ مِتُّمْ مَعَهَا بَكَوْا عَلَيْكُمْ، وَإِنْ عِشْتُمْ حَنُّوا إِلَيْكُمْ
Bergaullah dengan manusia dengan pergaulan yang apabila kamu meninggal mereka akan menangisimu, dan apabila kamu hidup mereka akan merindukanmu…
Begitulah sosok dari Almarhum..
Sosok yang dirindukan dikala beliau hidup, dan ditangisi dikala beliau telah meninggalkan kita semua”
demikian kata Ustadz Sayyid Abdillah yang juga sebagai cucu beliau tersebut.
Almarhum Al-Ustad Al-Habib Husein ibn Abubakar Alhabsy, adalah Pendakwah yang penuh santun dan kasih, yang mengajarkan kebaikan dengan cara yang baik, sesuai anjuran kakeknya Rasulullah Saw dan Aimmah as.
——————————————
Jika
Agama yang membuatmu jadi lebih mudah tersinggung dan tersulut amarah.
Agama yang membuatmu jadi lebih mudah bermusuhan.
Agama yang membuatmu jadi lebih serakah dan tak pernah puas.
Layak untuk di tinggalkan…
——————————————
Ustad Sayyid Abdillah Ba’abud juga membawakan ayat-ayat Alqur’an sebagai “penguat” akan keharusan dakwah dengan cara yang santun.
اُدْعوُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ
“Ajaklah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran atau cara yang baik dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik.”
(QS. An-Nahl (16): 125)
Fir’aun ketika memproklamasikan dirinya:
أنا ربكم الأعلى
“Akulah tuhanmu yang paling tinggi”
(An-Naziat:24)
Allah SWT justru berpesan kepada Nabi Musa as dan Nabi Harun as agar berlemah lembut kepada Fir’aun dan juga mereka berdua agar memiliki keyakinan bahwa Fir’aun akan sadar:
اذْهَبَآ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى # فَقُولاَ لَهُ قَوْلاً لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
“Pergilah kalian berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah malampaui batas;
maka berbicalah kalian berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut”.
(QS. Thaha (20): 43-44)
Beliau (Ustadz Sayyid Abdillah) menanyakan, adakah yang lebih melampui batas dari Fir’aun…??
Dan adakah yang lebih berhak untuk berdakwah melebihi para Anbiya’..??
Bila anda berdakwah dengan cara cara kekerasan, seperti dg melontarkan kata kata hancurkan, musnahkan.. dst
Lalu Nabi siapa yang anda tiru itu…?
Dan apakah yang anda dakwahi itu kebejatannya sudah melebihi Fir’aun laknatullah alaih yang Allah SWT sendiri menyatakan dalam kalamNya sebagai yg ‘telah melampui batas…??”
Sebagai penutup Ustadz Sayyid Abdilllah Ba’abud juga menyinggung ormas atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah di negri ini..
“Memang benar bahwa hukum yang sempurna adalah hukum Tuhan.
Tapi mengingat saat ini masih tidak ada wakil resmi dari Tuhan, maka tidak memungkinkan untuk berhukum dengan hukum Tuhan.
Karena para ulama sendiri banyak berbeda pendapat. Maka yang paling memungkinkan adalah berhukum dengan kesepakatan.
Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI adalah hasil kesepakatan para pendahulu kita.
Janganlah dikoyak hasil dari kesepakatan dari para pendahulu kita ini, sebagaimana Nabi saw dulu di Madinah juga menjalin kesepakatan dengan komunitas Non Muslim dan tetap menghargai hasil kesepakatan tersebut…”
Demikian sekelumit rangkuman ceramah dari Ustadz Sayyid Abdillah yang bisa kami tulis, semoga bermanfaat…
 
Sumber : chanel telegram @Tafsirhikmah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed