by

Tidak Ada Masjid Sunni di Tehran adalah Fitnah Keji untuk Mengucilkan Iran

Imam Jum’at Masjid Shadiqiyah Tehran dalam wawancaranya dengan middleeastpress mengatakan, “Untuk di kota Tehran saja, komunitas muslim Ahlu Sunnah memiliki masjid dan mushallah sebanyak lebih dari 100 buah.”
Syaikh Aziz Babai ulama Ahlu Sunnah Iran yang menjadi imam Masjid Shadiqiyah Tehran mengatakan demikian untuk menanggapi fitnah dari media-media Arab Saudi yang kerap kali menyebut di Iran masjid-masjid Ahlu Sunnah dilarang beroperasi khususnya pada bulan Ramadhan.
Lebih lanjut ia menyebutkan, selain Masjid Shadiqiyah, diantara masjid besar lainnya yang dikelola oleh Ahlu Sunnah adalah masjid agung al-Nabi yang terletak di kawasan 18 Tehran dan Masjid Tehran Pars. Ia menyebutkan masjid-masjid besar tersebut digunakan muslim Ahlu Sunnah Tehran untuk menyelenggarakan shalat Jum’at yang dihadiri sampai ratusan jamaah. “Masjid-masjid besar itu juga digunakan untuk menyelenggarakan shalat Id pada hari-hari raya. Masjid Shadiqiyah sendiri yang terletak di bundaran Shadiqiyah Tehran telah beroperasi sejak tahun 2004 lalu.” Tambahnya.
“Jamaah-jamaah Ahlu Sunnah yang memadati masjid-masjid tersebut adalah warga-warga Turk, Turkiman, Blucistan yang bermukim di Tehran dan warga bagian selatan Tehran. Di masjid Shadiqiyah sendiri, pada hari Id ada sekitar lebih dari 7000 jamaah yang datang, dan pada penyelenggaraan shalat Jum’at ada sekitar 2000 jamaah.” Jelasnya.
Ditanya profil dirinya, Syaikh Aziz Babai mengatakan, “Saya lahir disalah satu desa di wilayah Ardibil. Mayoritas penduduk desa saya adalah Ahlu Sunnah dan sebagian kecil bermazhab Syiah. Meski berbeda mazhab, tidak pernah sekalipun warga di desa saya terlibat konfilk. Begitupun ketika saya pindah ke Tehran yang mayoritas Syiah. Tidak sekalipun saya merasa terkucil atau merasa terusik hidup di kota dimana saya dan komunitas saya menjadi minoritas.”
Masjid Khulafaur Rasyidin di Busyahre Iran
“Saya sering mendapat kunjungan dari wartawan asing dan melakukan wawancara. Pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan, adalah hal-hal yang terus berulang mengenai kehidupan komunitas Ahlu Sunnah di Iran. Saya sering menjawab, kami hidup aman dan damai di Iran. Tidak ada masalah sedikitpun antara komunitas Ahlu Sunnah dan Syiah di Iran. Kami muslim Sunni dan Syiah di Iran hidup dalam negara yang sama, mengakui asas negara serta berada dalam naungan bendera yang sama. Ahlu Sunnah di Iran hidup tertindas justru di era Pahlevi dan mendapat hak-haknya seiring dengan kemenangan Revolusi Islam Iran yang dipimpin Imam Khomeini.” Ungkapnya.
Keakraban ulama Sunni dan Syiah di Iran
Ulama Ahlu Sunnah Iran tersebut menambahkan, “Pemerintahan Islam yang didirikan Imam Khomeini justru memberikan keberkahan pada komunitas muslim Ahlu Sunnah di Iran. Kami sejak berdirinya Republik Islam Iran bisa secara terbuka menyelenggarakan shalat Jum’at, shalat Id dan shalat taraweh pada bulan Ramadhan. Pemerintah Iran mendirikan pesantren-pesantren bahkan universitas-universitas agama khusus untuk pengajaran materi-materi Ahlu Sunnah. Masjid-masjid Ahlu Sunnah bertumbuh pesat, bahkan jumlahnya lebih banyak dari masjid-masjid Syiah yang mayoritas di negeri ini. Karenanya adalah fitnah keji jika disebutkan di Iran khususnya di Tehran tidak ada masjid Ahlu Sunnah.”
Suasana Masjid Sunni di Tehran pada Hari Id
“Warga muslim Ahlu Sunnah juga berhak mendapatkan akses di lembaga-lembaga pemerintahan, militer dan kepolisian. Ada yang menjadi pejabat, wakil rakyat, walikota, pejabat militer, kepolisian, hakim dan sebagainya, sebagaimana hak-hak yang didapat warga negara Iran lainnya. Mahasiswa-mahasiswa Ahlu Sunnah juga mendapat hak pendidikan yang sama dan lebih dari 2000 mahasiswa Ahlu Sunnah yang menuntut ilmu di universitas-universitas yang tersebar di Tehran. ” Tambahnya.
Suasana shalat tarawih di Masjid Zahedan Iran
Syaikh Aziz Babai dalam pernyataannya lebih lanjut menyayangkan adanya fitnah dan propaganda negatif yang aktif disebar media-media asing mengenai kehidupan Ahlu Sunnah di Iran. “Sering disebarkan informasi negatif dan black campaign mengenai Iran bahwa komunitas Ahlu Sunnah di Iran hidup tertindas dan hak-haknya sebagai warga negara dirampas dan dibatasi. Hal tersebut telah berkali-kali saya bantah. Begitupun mengenai isu Al-Qur’an Syiah berbeda dengan Al-Qur’an Ahlu Sunnah. Sewaktu menunaikan haji, saya sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaan mengenai Syiah, dan saya menjawab fakta yang sebenarnya bahwa yang berita-berita yang disebar itu fitnah dan propaganda untuk mengucilkan Iran dan memecah belah umat Islam.”
Penyelenggaraan shalat Id komunitas Sunni di Iran
Disebutkan di kota Tehran terdapat 9 masjid besar yang dikelola oleh komunitas muslim Ahlu Sunnah yang selain digunakan untuk penyelenggaraan shalat berjamaah harian juga untuk penyelenggaraan shalat Jum’at dan shalat Id. Selain itu terdapat puluhan masjid kecil dan mushallah yang tersebar dibanyak titik di kota Tehran. Data statistik tidak resmi Iran menyebutkan ada kurang lebih 1 juta penduduk muslim Ahlu Sunnah bermukim di Tehran.
Berikut ini lokasi 9 masjid besar Ahlu Sunnah yang berada di kota Tehran:
Masjid Shadiqiyah di Bundaran kedua Shadiqiyah
Masjid Tehran Pars di Jalan Dellavaran
Masjid al-Quds di Kilo Meter 20 Jaddeh Qadim.
Masjid Khalij Fars di Jalan Fath
Masjid al-Nabi di Distrik Danesh
Masjid Haft Joub di Jaddeh Malard
Masjid Vahidiyeh di Syahriyar
Masjid Nasim Syahr di Akbar Abad
Masjid Radhi Abad di Pertigaan Syahriyar
Letak lokasi 3 masjid Sunni di Tehran pada peta
atau dalam teks bahasa Inggris untuk memudahkan penemuan di peta:
1- Sadeghiyeh mosque, located in the Second Square Sadeghiyeh
2- TehranPars Mosque, Located in Dellavaran St
3- Shahre Qods mosque,located 20 km Karaj old road
4- Khalij-e-Fars(Persian Gulf)mosque, located Fath St
5- Alnaby mosque, located in the Town of Danesh
6- Haft’joub mosque, located in Malard
7- Vahidiyeh mosque, located in Shahriyar
8- Nasim Shahr mosque, located in Akbar Abad
9- Razi Abad mosque, located in Se’rah Shahriyar
 
Sumber : http://id.abna24.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed