by

Fikih Puasa : Tentang Maksiat Setelah Buka dan Hukum Merokok

Allamah Syaikh Asad Muhammad Qashir mengulas secara singkat dua persoalan sekaitan dengan puasa Ramadhan, yaitu: Hukum puasa orang yang bermaksiat setelah berbuka dan Hukum merokok saat puasa.
Bagaimana huku orang puasa yang berbuat maksiat saat telah berbuka?
Penutup amal seharusnya sewangi kesturi. ya, dia telah berbuka puasa. Artinya dia telah menyelesaikan kewajiban puasa. Dia pun telah mendapatkan kemuliaan dengan menyelesaikan kewajiwaban ini. Kewajiban ini telah mengangkatnya ke kedudukan spiritual yang agung.
Karena itu, betapa ruginya apabila dia kehilangan pahal yang besar ini dan kehilangan lagi kedekatan kepada Allah Swt dengan melakukan dosa saat dia telah berbuka puasa.
Seakan dia terjatuh dari langit. Puasa telah mengangkatnya ke kedudukan tinggi, tapi kemudian maksiat menjatuhkannya kembali ke tanah. Ini merupakan kerugian besar.
Apakah menghisap rokok membatalkan puasa?
Ada pendapat namun tidak masyhur, bahwa merokok tidak membatalkan puasa. Tapi pendapat yang paling banyak dan paling masyhur di antara para marja (ulama fikih) bahwa merokok dapat membatalkan puasa atas dasar itiyath wujubi (kehati-hatian wajib).
Tapi kami katakan bahwa memang tidak sepantasnya orang berpuasa merokok (jika dianggap tidak membatalkan). Melainkan puasa menjadi kesempatan untuk meninggalkan kebiasaan merokok ini. Maka, orang yang berpuasa harus berusaha meninggalkan keberkahan-keberkahan puasa. Karena pertama, puasa dapat menguatkan keinginan pada manusia.
Kenapa? karena orang yang puasa mampu meninggalkan apa-apa yang dihalalkan baginya sebelum dia berpuasa. Dia mampu meninggalkan makan dan minum yang halal. Kinginan akan menjadi lebih kuat pada orang yang berpuasa.
Karena puasa adalah latihan untuk menguatkan keinginan agar menjadi kokoh. Jadi, orang yang berpuasa memiliki keinginan yang kuat. Dan sebaik-baiknya kesempatan untuk meninggalkan rokok adalah saat berpuasa dan di bulan Ramadhan. Dan ini termasuk keberkahan-keberkahan bulan mulia ini.
 
Sumber : maula.tv

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed