by

Ganjaran Bagi Pemutus Tali Silaturahmi

Ya’qub Maghribi datang menemui Imam Musa bin Jakfar as. Imam Musa berkata kepadanya,
“Di tempat peristirahatan tertentu engkau berkelahi dengan saudara lelakimu dan kalian berdua berpisah dan kalian saling mengucapkan kata-kata permusuhan.
Hal ini bukan dari agamaku juga bukan dari agama ayahku.
Takutlah kepada Allah. Sesungguhnya perbuatan kalian ini akan berakibat pada sebuah perpisahan dan kematian dan saudara lelakimu dan dia akan mati di dalam perjalanan ini dan engkau akan menyesali perbuatanmu.”
Ya’qub berkata, “Kapan kematianku akan sampai?”
Imam Musa as berkata;
“Kematianmu juga telah sampai, hanya saja di tempat peristirahatan lainnya engkau telah melakukan silaturrahim pada bibimu [saudara perempuan ayahmu], maka umurmu telah diundur sampai dua puluh (tahun atau bulan) [fasida fi ajalikan ‘siyruna].”
Tapi saudaranya meninggal dunia di tengah perjalanan safar sebelum sampai ke kampungnya dan bertemu dengan keluarganya dan dikuburkan di dalam perjalanan safar.
 
Balasan Untuk Pemutus Tali Silaturahmi
Abu Dzar mengatakan, Saya mendengar Rasulullah Saw berkata:
“Shirat [jembatan yang ada di atas neraka Jahannam dan pada Hari Kiamat semuanya akan melewatinya] kedua arahnya adalah rahim dan amanat.
Setiap kali orang yang melakukan silaturrahim dan beramanat melewatinya, maka dia akan berhasil dengan selamat dan sampai ke surga.
Setiap kali pengkhianat dan pemutus hubungan silaturrahim melewatinya, maka karena dua dosa inilah, dia tidak akan mendapatkan keuntungan sama sekali dan shirat akan bergerak dan akan menjatuhkannya ke tengah-tengah kobaran api neraka.”
Terjemah Jamius Saadat, jilid 2, hal 343.
 
Sumber : Chanel Telegram @tafsirhikmah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed