by

Salam Atas Haul (Syahadah) Imam Ja'far Ash-Shadiq As

“SALAM ATAS HAUL (SYAHADAH) IMAM JA’FAR ASH-SHADIQ A.S. PADA TANGGAL 25 SYAWAL 148 H.”
Pada masa Imamah Imam Ja’far Ash-Shadiq as terjadi pergolakan politik di berbagai negeri Islam. Rakyat sudah jenuh berada di bawah kekuasaan dinasti Umayyah dan muak melihat kekejaman dan penindasan yang dilakukan dinasti Umayyah selama ini.
Situasi yang kacau dan pemerintahan dinasti Umayyah yang mulai goyah dimanfaatkan oleh golongan Abbasiyah yang juga berambisi kepada kekuasaan. Untuk mencari simpati rakyat, golongan Abbasiyah ini berkampanye dengan berkedok sebagai “Para penuntut balas darah bani Hasyim.”
Dinasti Umayyah akhirnya tumbang dan dinasti Abbasiyah mulai membuka kedoknya serta merebut kekuasaan dari dinasti Umayyah. Kejatuhan dinasti Umayyah serta munculnya dinasti Abbasiyah membawa babak baru dalam sejarah.
Selang tidak beberapa lama kemudian setelah dinasti Abbasiyah berkuasa, kelihatan watak asli dinasti Abbasiyah tidak lebih sama kekejamannya dan penindasannya terhadap Ahlulbait as, dimana mereka memusuhi Ahlulbait as dan membunuh para syiahnya. Dan Imam Ja’far Ash-Shadiq as pun tidak luput dari upaya pembunuhan.
Namun situasi pergolakan politik pada saat itu sangat menguntungkan Imam Ja’far Ash-Shadiq as, karena pada masa situasi politik yang labil inilah Imam Ja’far Ash-Shadiq as mampu menyebarkan dakwah dengan lebih leluasa dan meluas ke segenap penjuru negeri-negeri islam, hingga beliau as mempunyai murid hingga 4000 orang yang terdiri dari para ulama, para ahli hukum dan bidang-bidang lainnya.
Beliau as mendidik banyak pakar dalam berbagai ilmu pengetahuan yang dikenal dalam sejarah islam dan sejarah dunia, dalam ilmu pengetahuan aqliah (intelektual) dan naqliah (agama).
Murid-murid beliau as dari kalangan Syiah diantaranya adalah Zararah, Muhammad bin Muslim, Mukmin Thaq, Hisyam bin Hakam, Aban bin Taghlib, Hisyam bin Salim, Huraiz, Hisyam Kalbi Nassabah, Jabir bin Hayyan (Penemu Kimia Modern dan Matematika) dan lain-lain.
Begitu juga murid-murid beliau as dari kalangan Sunni diantaranya adalah Sofyan Tsauri, Abu Hanifah (Imam Hanafi), Malik bin Anas (Imam Maliki), Qadhi Sukuni, Qadhi Abu Bakhtari dan lain-lain.
Nama besar Imam Ja’far Ash-Shadiq as yang sangat dicintai rakyat di berbagai negeri-negeri islam menimbulkan kedengkian dari penguasa dinasti Umayyah dan Abbasiyah, hingga beliau as ditangkap oleh penguasa-penguasa zalim kedua dinasti tersebut.
Pertama beliau as ditangkap oleh Hisyam, penguasa terakhir dinasti Umayyah dan dipenjarakan di Damaskus, Suriah. Setelah tergulingnya Hisyam oleh dinasti Abbasiyah, kebebasan Imam as terbelenggu lagi, dan penguasa baru dinasti Abbasiyah yang bernama Saffah menangkap beliau as dan dipenjarakan di Baghdad, Irak.
Kemudian penguasa berikutnya yaitu Al-Manshur menangkap beliau as lagi dan dibawa ke Samarra, Irak untuk diawasi dan dengan segala cara melakukan tindakan zalim, tidak hormat dan berkali-kali merencanakan membunuh beliau as. Kemudian beliau as dibebaskan dan kembali ke Madinah, dimana beliau as menghabiskan sisa hidup beliau dalam persembunyian sampai beliau as diracun dan dibunuh oleh Al-Manshur.
Bapak Ilmu Pengetahuan Dunia ini akhirnya menjemput kesyahidan dengan meninggalkan warisan ilmu yang luar biasa, serta murid-murid yang menjadi tokoh-tokoh agama dan ilmu pengetahuan yang dikenal di seluruh dunia hingga saat ini.
Salam atas Imam ketika Imam dilahirkan, disaat Imam menjemput kesyahidan dan disaat Imam dibangkitkan kelak.
 
From facebook Husein Segaf

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed